Bung rosadi, saya setuju  bahwa keadilan dan kebenaran perlu ditegakkan.
Soal semboyan, semua agama punya semboyan yang seram-seram dan
menunjukkan kepatriotan dan pembelaan atas agamanya. Dengan
semboyan-semboyan semacam itulah perang salib dikibarkan. Dengan
semboyan yang gagah berani itulah para rakyat kecil tergerak semangatnya
untuk menghantam kelompok lain agama tanpa mengetahui esensi dari agama
yang diajarkan kepadanya. Dengan semboyan yang membara, banyak oknum
Ambon yang ktp-nya kristen membakar mesjid dan membunuhi orang yang
bukan kristen dan juga sebaliknya.
Bung Rosadi, semua manusia itu pada dasarnya sama. Semua manusia punya
keberanian. Tetapi hanya yang buta dan tidak takut akan Tuhan yang mau
membunuhi sesamanya manusia. Orang-orang yang mendewakan agama tetapi
melanggar ajaran Tuhanlah yang mau membakari rumah-rumah ibadah. Tuhan
menginginkan kita untuk mencintai dan menghargai kehidupan yang damai.
Bukankah lebih baik kita bersemboyan:
"Kita orang beragama akan menunjukan teladan kepada para atheis dan
penyembah setan bahwa kita lebih mencintai damai dan kasih daripada
mereka".
peace.


Mohammad Rosadi wrote:
>
>    Kalo saya sih tidak masalah jika ada yg melampiaskan semangatnya di
> milis ini, apalagi jika yg di"semangati"-nya itu adalah masalah
> keadilan, toleransi dsb..., wah....harus didukung itu !
>
> Memang benar banyak sekali informasi yg masuk di milis ini sehubungan
> dengan kerusuhan di Ambon, namun jika kita memang mau benar - benar
> berusaha mencari tau, tentulah akan terbuka kebenaran yg sebenarnya.
> Logikanya kan gampang..., TIDAK MUNGKIN kedua berita yg berbeda sumber
> tsb benar dua-duanya. Pastinya hanya salah satu yg benar!
>
>  Kalo menurut saya sih...,sudah saatnya kita mulai terbuka 100%, tidak
> usah ada yg ditutup-tutupi lagi hanya demi mempertahankan slogan
> "persatuan dan kesatuan" bangsa. Kalo memang suatu pihak bersalah, harus
> berani kita nyatakan bersalah. Begitupun sebaliknya, jika ternyata benar
> ada pihak yg dianiaya .., ya harus berani kita nyatakan sebagai pihak yg
> dianiaya. jangan malah sebaliknya!
>
> Dalam masalah ambon ini, kalo saya boleh kasih saran..sebaiknya hal-hal
> yg harus dilakukan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia adalah sbb:
>
> 1. Mencari,menangkap, dan menghukum provokatornya.., kalo memang ada.
>
> 2. Menyelidiki dengan teliti apakah kasus ambon ini adalah kriminal
>    murni, ataukah memang kasus SARA. Kalo memang yg terjadi adalah
>    kerusuhan bermotif SARA, maka harus dicari tau pihak mana yg
>    MEMULAI dan MERENCANAKAN kerusuhan untuk menghabisi umat agama
>    lain.., apakah pihak kristen ataukah pihak muslim. karena tidak
>    mungkin kan dalam suatu kerusuhan bermotif SARA, kedua pihak
>    sebagai pihak yg "bereaksi", pasti ada yg lebih dulu memulainya
>    (melakukan "aksi").memang benar telah jatuh korban dan kerugian
>    di kedua belah pihak (muslim dan kristen), namun kan bukan
>    berarti kedua belah pihak sama-sama benar  atau sama-
>    sama salah. Kita perlu mem-"posisi"-kan dengan jujur, mana pihak
>    yg melakukan "aksi"(biang kerok) dan mana yg hanya sekedar
>    melakukan "reaksi" (pembelaan).Dalam hal ini kemungkinan adanya
>    pihak ketiga (provokator)perlu kita kesampingkan dulu, karena bukan
>    mustahil kerusuhan di ambon tsb merupakan suatu tindakan yg
>    direncanakan untuk menghabisi dan  membasmi suatu golongan agama
>    tertentu,seperti yg pernah terjadi di Bosnia. Kemungkinan seperti
>    ini kan selalu ada ! Kalo ternyata bukti-bukti menunjukan memang
>    pihak kristen yg menjadi biang kerok kerusuhan, yg katakan
>    demikian. sebaliknya kalo ternyata pihak muslim yg memulai,
>    katakan juga demikian.
>
> Sebagaimana kebanyakan orang yg cinta damai, maka saya pun berharap
> kerusuhan di ambon dan sekitarnya tidak berlanjut lagi.Namun kalo
> nantinya terbukti memang ada pihak-pihak yg merencanakan untuk memhabisi
> dan membasmi umat Islam di Ambon (atau dimanapun juga), maka saya tidak
> akan segan-segan menyerukan JIHAD kepada seluruh umat Islam di mana
> saja, dan menghimpun kekuatan dan dana sebanyak mungkin, untuk
> melindungi nyawa dan harta benda, serta membela harga diri ,dan
> kehormatan kaum muslimin yg coba dirampas oleh pihak-pihak lain. Tentu
> saja panggilan JIHAD untuk mempertahankan nyawa dan membela harga diri
> dan kehormatan kaum muslimin ini hanya akan disambut dengan suka cita
> oleh muslim  yg benar-benar teguh keimanannya saja. Maka kepada
> pihak-pihak manapun yg mencoba-coba mengganggu dan merusak kehormatan
> dan harga diri kaum muslimin,maka BERSIAPLAH menghadapi pasukan kaum
> muslimin yg rela mati dijalan Allah.Karena semboyan kami adalah:
>
> "KAMI ADALAH PASUKAN KAUM MUSLIMIN YG MENCINTAI KEMATIAN SEBAGAIMANA
>  MUSUH-MUSUH KAMI MENCINTAI KEHIDUPAN"
>
> >From: Budi Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: Re: SARA
> >Date: Fri, 12 Mar 1999 14:25:45 -0800
> >
> >Mas Hadeer,
> >
> >Lakukanlah sesuatu yang riil yang menurut anda baik untuk melampiaskan
> >semangat anda tersebut.
> >
> >Tidak ada gunanya anda menanyakan 'keadilan', 'toleransi', dll-nya yang
> >berhubungan dengan kasus Ambon dalam milis ini. Kita punya keterbatasan
> >informasi yang betul-betul 'truth' di milis ini (mungkin anda juga
> hanya
> >baca dan dengar tanpa melihat kenyataannya secara langsung), sehingga
> >hanya sharing informasi dan adu argumenlah yang bisa kita lakukan.
> >
> >Semoga anda menyadari posisi milis kita ini.
> >
> >Salam,
> >Budi
> >
> >Hadeer wrote:
> >>
> >> Bagi saya yang REALISTIS ::::
> >>
> >> Adalah Mesjid Raya Ambon Al - Fatah dan para pengungis didalamnya
> yang
> >> terus menerus mendapatkan serangan dan teror dari segala arah hingga
> >> saat ini....
> >>
> >> Kelihatannya belum puas nafsu mereka jika belum melihat Mesjid Raya
> Al
> >> Fatah rata dengan tanah....
> >>
> >> Kalau memang ajaran yang penuh Kasih dan toleransi beragama.....mana
> >> Pendeta dan Pastor di Ambon yang ikut membantu Mesjid Raya Al
> >> Fatah.....MANA ????
> >>
> >> Kalau memang ingin bersatu, kalau memang bersaudara.....BANTU Mesjid
> >> Raya Al Fatah dari segala macam serangan tersebut....
> >> Bahu membahu melawan setan provokator, pembunuh dan penghasut
> >> tersebut.....
> >>
> >> SAYA PENGEN LIHAT.....kalau semua itu tidak terjadi....dan mesjid
> raya
> >> Al Fatah rata dengan tanah.....BULLSHIT semua omongan disini tentang
> >> "Penderitaan sesama umat beragama", "Semua agama menjadi korban",
> Kita
> >> semua Islam dan Kristen menderita"......
> >>
> >> Camkan itu....
> >> Hadeer...
> >>
> >> Nb :
> >> Semoga saya di hukum Allah SWT karena cuma segini usaha saya dalam
> >> membantu saudara ku di Ambon !!!!
> >>
> >> ----------
> >> > From: Blucer Rajagukguk <[EMAIL PROTECTED]>
> >> > To: [EMAIL PROTECTED]
> >> > Subject: Re: SARA
> >> > Date: 12 Maret 1999 4:49
> >> >
> >> > Hadeer, saya kira malah kamu yang enggak realistic. Jelas saya
> >> setuju
> >> > dengan bung Ichwan, dari berita-berita yang muncul dari berbagai
> >> pihak
> >> > jelas masyarakat ambon baik Islam, Kristen ataupun penganut agama
> >> > lainnya sama-sama menderita. Bukan ajaran kasih saja yang tidak
> >> > berjalan, ajaran damaipun tidak berjalan. Tetapi bukanlah agama
> yang
> >> > perlu disalahkan, karena agama mengajarkan yang suci, sedangkan
> yang
> >> > berlangsung adalah penganiayaan dan pembakaran. Yang muncul adalah
> >> > kebencian, dendam dan mempertahankan hidup. Kalau ada yang
> >> berpendapat
> >> > lain dengan yang hadeer inginkan terus disuruh diam, itu juga tidak
> >> > rasional. Jika Hadeer tetap berpendapat bahwa hanya Kristen yang
> >> salah
> >> > dibumi ambon, silahkan saja. Tentunya jika ada yang berpendapat
> >> bahwa
> >> > ada pihak lain yang mengadu domba rakyat ambon melalui agama, itu
> >> juga
> >> > potensial benar. Membakar mesjid dan membunuhi orang Islam itu
> jelas
> >> > melanggar hukum kasih dan jelas bukan kristen. Membakar gereja dan
> >> > membunuhi orang kristen juga jelas bukan berasal dari Alquran dan
> >> > bukanlah muslim yang baik. Karena kedua fakta ini jelas-jelas
> >> terjadi
> >> > maka di Ambon bukanlah agama yang menjadi persoalan, tetapi
> >> > ketidakmengertian akan kehendak Tuhan serta rasa emosi, benci,
> >> dendam
> >> > dan survival yang bercampur menjadi satu.
> >> > peace.
> >
>
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke