Di Palestina sendiri, Yasser Arafat beristrikan Kristen.
Untuk itu Indonesia sendiri sekarang ini perlu belajar dari Nigeria,
Irak dan Palestina, yaitu bagaimana hidup bernegara dan bagaimana hidup
beragama. Ada nasehat yang selalu saya ingat tentang hal ini:
"Berikanlah apa yang harus kamu berikan untuk Tuhanmu dan berikanlah apa
yang harus kamu berikan untuk rajamu".
peace.

djoko raharto wrote:
>
> >Di Irak yang negara Arab, Wapresnya - Tareq Azis is Christian
> >
> >Apa ada yang sudah tahu bahwa di Nigeria 60% penduduknya Kristen dan
> 40%
> >Islam, tapi presidennya bisa Islam. Lumayan juga demokrasinya disana,
> >karena saya tanyakan pada beberapa kawan Nigeria, mereka tidak ada
> >masalah presidennya agamanya apa.
> >Sedangkan AM Syaefuddin, seperti yang kita tahu, tidak akan memilih
> >wakil lain selain Islam walaupun yang lain lebih baik (mengutip dari
> >wawancara Tempo dengan AMS). Jadi siapa yang rasial dan siapa yang
> >tidak?
> >Jika semua orang menjalankan agamanya dengan benar, yaitu dengan cara
> >hanya menerima pimpinan yang seagama saja. Bagaimana bisa kerukunan
> >dijaga bila bangsa terdiri dari kelompok yang majemuk.
> >Pendirian AMS perlu dihargai, tetapi untuk kelas nasional tentu sangat
> >potensial untuk memecah belah persatuan bangsa. Karena semboyan semacam
> >inilah yang akan muncul: (yang penting Islam, atau yang penting
> Kristen,
> >atau yang penting Hindu, atau yang penting Cina) dan bukan prestasi.
> >Mudah-mudahan jiwa Pancasila yang sudah sedemikian baiknya, walaupun
> >telah dihancurkan imagenya oleh beberapa pelopornya, masih bisa kita
> >jadikan landasan dalam berbangsa dan bernegara.
> >peace.
> >Ramadhan Pohan wrote:
> >>
> >> Salam!
> >> Bung Nasrul, bung Pattiwael dkk semua,
> >> Libur nasional 1 Syawal di Amerika?  Bung Nasrul ada-ada saja, ntar
> malah
> >> dikira orang Islam kelak minta Presiden juga.
> >>
> >> Salam!
> >> ramadhan pohan
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke