Hehe... nah betul kan apa kata saya kalau Pak harto nggak
punya harta, tetapi anak, menantu dan keluarganya yg punya.
Ya paling tidak kesimpulan ini betul untuk sementara waktu.
Mari kita tunggu kira-kira 2 minggu bagaimana harian internasional
memaparkan harta Suharto, seberapa dasyat sih sebetulnya.

Silakan baca : http://www.tempo.co.id/majalah/index-list.asp?rubrik=lap

Barangkali ada yg dapat menjelaskan kepada saya bagaimana
hukumnya bila misalkan (jangan ambil contoh Suharto ah) anak
cucu eyang troy jadi kaya karena baik secara langsung maupun
tidak langsung menerima upeti dari para petinggi Kerajaan Ndiwek, bisnis
hasil menjual nama eyang troy, dll. Apakah eyang troy dapat dituntut
karena anak cucunya mendapat fasilitas tidak wajar dan juga menerima
upeti-upeti tanpa kuitansi itu? Pemahamanan Ini sangat penting sebelum
kita melangkah lebih jauh lagi. Kalau menurut pemahaman saya yg
dangkal ini, para anak-cucu yg punya hak kepemilikan harta ini yang
dapat diusut sah tidaknya uang mereka, tapi kalau bapaknya mah
endak bisa dong dituntut dg cara ini. Lha wong harta suami dan istri
aja dipisah kok, apalagi harta bapak dan anak-anak yang sudah
gede sampai beranak pinak itu.

Saya jadi ingat peristiwa Dicky Iskandardinata dari Bank Duta dulu
dan juga kasus bos Pertamina yg warisannya jadi rayahan para
istrinya di Singapura pada medio 1970an. Waktu itu harta Dicky
berupa rumah mewah berukuran sedang dan sebuah BMW ditampilkan
di koran-koran. Walaupun eyang troy kemana-mana naik sepeda,
(bukan sepeda sport yg kalau naik mesti nungging itu, tapi sepeda
onta), dan melihat mobil BMW seperti melihat UFO turun, tapi dengan
melihat alam sekitar, saya berkesimpulan harta Dicky masih wajar-
wajar saja dibandingkan dengan bos perbankan yang lain. Entah
kenapa koran sudah memvonis kata mewah dengan huruf besar.

Lain halnya dengan kasus bos pertamina itu. Jaman sekarang
bilangan milyar aja masih cespleng, ini tahun 1970an dimana duit
rupiah masih aji banget. Waktu itu beras seliter masih 200 perak,
sekarang 1300 perak? Kalau kita iseng mengkonversikannya,
harta yg jadi rayahan para istri itu bakal cukup untuk membeli
rumah-rumah keluarga cendana di London itu.

Moral cerita? I dunno, mungkin perlu bukti lebih banyak lagi
tentang kekayaan Suharto. Kalau cuma berdasarkan data
rumah-rumah itu, come on guys, kita nggak bakal bisa berbuat
apa-apa. Semua data tadi dapat tercover oleh pendapatan
bisnis mereka. Dengan kapasitas mereka sebagai keluarga
presiden berpuluh tahun dan juga businessman (atau penjarah-man),
harta tadi belum cukup untuk meng-impress kita lah. Lha wong
Bakri aja punya pesawat pribadi kok. Kalau diuangkan berapa tuh...


Salam,
Jaya

--
               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke