Rekan-rekan sekalian...,
Tiga hari lalu saya mendapat berita yg cukup "aneh" dari seorang famili
di Jakarta mengenai DPR kita. beliau bercerita bahwa tender (untuk
mengerjakan proyek conoco senilai ratusan juta dollar) yg baru saja
dimenangkan perusahaan Amerika tempatnya bekerja , diminta
dibatalkan/dianulir oleh komisi V DPR dengan alasan adanya unsur KKN
dalam proses tender tersebut.
Komisi V DPR mencoba mengungkit- ungkit kembali hubungan kemitraan
perusahaan tsb dengan Bob Hasan yg dulu pernah terjalin. Ini kemudian
dijadikan "alasan" oleh komisi V untuk meminta pembatalan tender tsb.
Padahal menurut famili saya, hubungan kerjasama dengan bob hasan..,
hanya sebatas hubungan mitra bisnis biasa, karena sebagaimana lazimnya
perusahaan asing yg mau menanamkan modalnya di Indonesia, harus
menggandeng swasta dalam negeri untuk bermitra. Dan kebetulan bob
hasan-lah yang menjadi mitra kerjanya. Hubungan mitra kerja ini akhirnya
diputuskan sepihak oleh perusahaan Amerika ini, setelah mereka
mendapatkan ekses buruk dari kemitraan tsb, berupa pengulangan kembali
tender yg telah mereka mereka menangkan sebelumnya, karena adanya
faktor bob hasan ini. Akibatnya.., perusahaan ini terpaksa mem-phk kan
beberapa karyawannya.., karena proyek yg seharusnya didapat, hilang
begitu saja.
Sekarang.., setelah tidak ada lagi hubungan denga bob hasan,perusahaan
asing tempat famili saya bekerja ini, kembali mendapat "cobaan" dengan
keluarnya statement dari komisi V di media massa yg meminta pembatalan
tender untuk proyek conoco ini. Dan yg lebih gilanya lagi, komisi V
meminta agar perusahaan korea Hyundai ditunujuk sebagai pelaksana proyek
tsb(menurut kabar angin, pihak hyundai ini telah menjalin kerja sama
dengan salah satu perusahaan milik Ginanjar kartasasmita). ini jelas
aneh sekali. Padahal tender untuk proyek tsb dilaksanakan secara
terbuka, dab terpilihnya perusahaan amerika ini sebagai pemenang tender,
memang telah benar-benar berdasarkan kualifikasi yg diinginkan oleh
conoco (berdasarkan statement dari conoco sendiri). Jadi sungguh aneh
jika komis V yang ribut mempermasalahkan tender tersebut. Apalagi sampai
menunjuk pihak tertentu sebagai pelaksana suatu proyek. Dan yg lebih
anehnya lagi, wakil rakyat versi ORBA ini bisa-bisanya bersuara
selantang ini dalam masalah bisnis yg menyangkut proyek raksasa.., pake
jurus anti KKN lagi...? Bukankah sebagian besar dari mereka adalah
orang-orang yg dulu begitu seringnya menikmati hasil KKN..?
Lalu mengapa wakil rakyat ini seolah tidak terdengar suaranya dalam
memperjuangkan hak-hak rakyat, yang menjadi tugas pokok utamanya..?
apakah DPR kita saat ini sedang berbisnis..???
Saya pikir.., kalo cara-cara norak seperti ini masih terus saja
dilakukan,bisa jadi tidak akan ada lagi pihak swasta asing (terutama
swasta amerika) yg mau menanamkan modalnya di Indonesia. Dan bukan
mustahil swasta asing yang ada sekarang akan menarik modal nya dari
Indonesia, dan memindahkan ke negara lainnya. Kalo ini sampai terjadi,
maka semakin sulit rasanya bagi Indonesia untuk dapat segera keluar dari
krisis ekonomi yg maha dahsyat ini.., dan yang pasti rakyat kecil-lah yg
akhirnya nanti paling menderita.
Ada yang mau kasih komentar...?????
Salam
Mohamad Rosadi
Ps. Ada yang bisa memberikan penjelasan detail mengenai komisi V
ini..?
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com