Duh..kalau bicara proyek ratusan juta dollar di negeri kita yach belum
bisa dipisahkan dengan yang berkuasa. Mengenai bob hasan memang cukup
populer bahwa bisnisnya selalu berhubungan dengan KKN, tapi bukan
artinya ginandjar tidak. Karena oom bob sekarang sudah saatnya berpuasa
(dari bertahun-tahun menjadi penguasa), maka ginandjarlah yang gantian
mendapat porsi (mesti ada tokoh lain selain ginandjar untuk proyek
sebesar ini). Kondisi disini sangat minim datanya. Jika proses tender
digambarkan lebih dalam, akan lebih mudah menilainya.
Jenis proyeknya apa sich (pembuatan kilang minyak? atau offshore?).
Soal investor amerika akan takut, enggak usah khawatir :). Bukannya
hampir seluruh pengusaha asing takut?
Mohammad Rosadi wrote:
>
> Rekan-rekan sekalian...,
>
> Tiga hari lalu saya mendapat berita yg cukup "aneh" dari seorang famili
> di Jakarta mengenai DPR kita. beliau bercerita bahwa tender (untuk
> mengerjakan proyek conoco senilai ratusan juta dollar) yg baru saja
> dimenangkan perusahaan Amerika tempatnya bekerja , diminta
> dibatalkan/dianulir oleh komisi V DPR dengan alasan adanya unsur KKN
> dalam proses tender tersebut.
>
> Komisi V DPR mencoba mengungkit- ungkit kembali hubungan kemitraan
> perusahaan tsb dengan Bob Hasan yg dulu pernah terjalin. Ini kemudian
> dijadikan "alasan" oleh komisi V untuk meminta pembatalan tender tsb.
> Padahal menurut famili saya, hubungan kerjasama dengan bob hasan..,
> hanya sebatas hubungan mitra bisnis biasa, karena sebagaimana lazimnya
> perusahaan asing yg mau menanamkan modalnya di Indonesia, harus
> menggandeng swasta dalam negeri untuk bermitra. Dan kebetulan bob
> hasan-lah yang menjadi mitra kerjanya. Hubungan mitra kerja ini akhirnya
> diputuskan sepihak oleh perusahaan Amerika ini, setelah mereka
> mendapatkan ekses buruk dari kemitraan tsb, berupa pengulangan kembali
> tender yg telah mereka mereka menangkan sebelumnya, karena adanya
> faktor bob hasan ini. Akibatnya.., perusahaan ini terpaksa mem-phk kan
> beberapa karyawannya.., karena proyek yg seharusnya didapat, hilang
> begitu saja.
>
> Sekarang.., setelah tidak ada lagi hubungan denga bob hasan,perusahaan
> asing tempat famili saya bekerja ini, kembali mendapat "cobaan" dengan
> keluarnya statement dari komisi V di media massa yg meminta pembatalan
> tender untuk proyek conoco ini. Dan yg lebih gilanya lagi, komisi V
> meminta agar perusahaan korea Hyundai ditunujuk sebagai pelaksana proyek
> tsb(menurut kabar angin, pihak hyundai ini telah menjalin kerja sama
> dengan salah satu perusahaan milik Ginanjar kartasasmita). ini jelas
> aneh sekali. Padahal tender untuk proyek tsb dilaksanakan secara
> terbuka, dab terpilihnya perusahaan amerika ini sebagai pemenang tender,
> memang telah benar-benar berdasarkan kualifikasi yg diinginkan oleh
> conoco (berdasarkan statement dari conoco sendiri). Jadi sungguh aneh
> jika komis V yang ribut mempermasalahkan tender tersebut. Apalagi sampai
> menunjuk pihak tertentu sebagai pelaksana suatu proyek. Dan yg lebih
> anehnya lagi, wakil rakyat versi ORBA ini bisa-bisanya bersuara
> selantang ini dalam masalah bisnis yg menyangkut proyek raksasa.., pake
> jurus anti KKN lagi...? Bukankah sebagian besar dari mereka adalah
> orang-orang yg dulu begitu seringnya menikmati hasil KKN..?
> Lalu mengapa wakil rakyat ini seolah tidak terdengar suaranya dalam
> memperjuangkan hak-hak rakyat, yang menjadi tugas pokok utamanya..?
> apakah DPR kita saat ini sedang berbisnis..???
>
> Saya pikir.., kalo cara-cara norak seperti ini masih terus saja
> dilakukan,bisa jadi tidak akan ada lagi pihak swasta asing (terutama
> swasta amerika) yg mau menanamkan modalnya di Indonesia. Dan bukan
> mustahil swasta asing yang ada sekarang akan menarik modal nya dari
> Indonesia, dan memindahkan ke negara lainnya. Kalo ini sampai terjadi,
> maka semakin sulit rasanya bagi Indonesia untuk dapat segera keluar dari
> krisis ekonomi yg maha dahsyat ini.., dan yang pasti rakyat kecil-lah yg
> akhirnya nanti paling menderita.
>
> Ada yang mau kasih komentar...?????
>
> Salam
> Mohamad Rosadi
>
> Ps. Ada yang bisa memberikan penjelasan detail mengenai komisi V
> ini..?
>
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com