Ini namanya sulit menghilangkan kebiasaan lama.....
Inipun namanya Golongan Orang Lama....:)

------------------------
At 01:18 29/03/99 -0500, Blucer Rajagukguk wrote:
>Duh..kalau bicara proyek ratusan juta dollar di negeri kita yach belum
>bisa dipisahkan dengan yang berkuasa. Mengenai bob hasan memang cukup
>populer bahwa bisnisnya selalu berhubungan dengan KKN, tapi bukan
>artinya ginandjar tidak. Karena oom bob sekarang sudah saatnya berpuasa
>(dari bertahun-tahun menjadi penguasa), maka ginandjarlah yang gantian
>mendapat porsi (mesti ada tokoh lain selain ginandjar untuk proyek
>sebesar ini). Kondisi disini sangat minim datanya. Jika proses tender
>digambarkan lebih dalam, akan lebih mudah menilainya.
>Jenis proyeknya apa sich (pembuatan kilang minyak? atau offshore?).
>Soal investor amerika akan takut, enggak usah khawatir :). Bukannya
>hampir seluruh pengusaha asing takut?
>
>Mohammad Rosadi wrote:
>>
>> Rekan-rekan sekalian...,
>>
>> Tiga hari lalu saya mendapat berita yg cukup "aneh" dari seorang famili
>> di Jakarta mengenai DPR kita. beliau bercerita bahwa tender (untuk
>> mengerjakan proyek conoco senilai ratusan juta dollar) yg baru saja
>> dimenangkan perusahaan Amerika tempatnya bekerja , diminta
>> dibatalkan/dianulir oleh komisi V DPR dengan alasan adanya unsur KKN
>> dalam proses tender tersebut.
>>
>> Komisi V DPR mencoba mengungkit- ungkit kembali hubungan kemitraan
>> perusahaan tsb dengan Bob Hasan yg dulu pernah terjalin. Ini kemudian
>> dijadikan "alasan" oleh komisi V untuk meminta pembatalan tender tsb.
>> Padahal menurut famili saya, hubungan  kerjasama dengan bob hasan..,
>> hanya sebatas hubungan mitra bisnis biasa, karena sebagaimana lazimnya
>> perusahaan asing yg mau menanamkan modalnya di Indonesia, harus
>> menggandeng swasta dalam negeri untuk bermitra. Dan kebetulan bob
>> hasan-lah yang menjadi mitra kerjanya. Hubungan mitra kerja ini akhirnya
>> diputuskan sepihak oleh perusahaan Amerika ini, setelah mereka
>> mendapatkan ekses buruk dari kemitraan tsb, berupa pengulangan kembali
>> tender yg  telah mereka mereka menangkan sebelumnya, karena adanya
>> faktor bob hasan ini. Akibatnya.., perusahaan ini terpaksa mem-phk kan
>> beberapa karyawannya.., karena proyek yg seharusnya didapat, hilang
>> begitu saja.
>>
>> Sekarang.., setelah tidak ada lagi hubungan denga bob hasan,perusahaan
>> asing tempat famili saya bekerja ini, kembali mendapat "cobaan" dengan
>> keluarnya statement dari komisi V di media massa yg meminta pembatalan
>> tender untuk proyek conoco ini. Dan yg lebih gilanya lagi, komisi V
>> meminta agar perusahaan korea Hyundai ditunujuk sebagai pelaksana proyek
>> tsb(menurut kabar angin, pihak hyundai ini telah menjalin kerja sama
>> dengan salah satu perusahaan milik Ginanjar kartasasmita). ini jelas
>> aneh sekali. Padahal tender untuk proyek tsb dilaksanakan secara
>> terbuka, dab terpilihnya perusahaan amerika ini sebagai pemenang tender,
>> memang telah benar-benar berdasarkan kualifikasi yg diinginkan oleh
>> conoco (berdasarkan statement dari conoco sendiri). Jadi sungguh aneh
>> jika komis V yang ribut mempermasalahkan tender tersebut. Apalagi sampai
>> menunjuk pihak tertentu sebagai pelaksana suatu proyek. Dan yg lebih
>> anehnya lagi, wakil rakyat versi ORBA ini bisa-bisanya bersuara
>> selantang ini dalam masalah bisnis yg menyangkut proyek raksasa.., pake
>> jurus anti KKN lagi...? Bukankah sebagian besar dari mereka adalah
>> orang-orang yg dulu begitu seringnya menikmati hasil KKN..?
>> Lalu mengapa wakil rakyat ini seolah tidak terdengar suaranya dalam
>> memperjuangkan hak-hak rakyat, yang menjadi tugas pokok utamanya..?
>> apakah DPR kita saat ini sedang berbisnis..???
>>
>> Saya pikir.., kalo cara-cara norak seperti ini masih terus saja
>> dilakukan,bisa jadi tidak akan ada lagi pihak swasta asing (terutama
>> swasta amerika) yg mau menanamkan modalnya di Indonesia. Dan bukan
>> mustahil swasta asing yang ada sekarang akan menarik modal nya dari
>> Indonesia, dan memindahkan ke negara lainnya. Kalo ini sampai terjadi,
>> maka semakin sulit rasanya bagi Indonesia untuk dapat segera keluar dari
>> krisis ekonomi yg maha dahsyat ini.., dan yang pasti rakyat kecil-lah yg
>> akhirnya nanti paling menderita.
>>
>> Ada yang mau kasih komentar...?????
>>
>> Salam
>> Mohamad Rosadi
>>
>> Ps. Ada yang bisa memberikan penjelasan detail mengenai komisi V
>> ini..?
>>
>> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>

Kirim email ke