Menurut saya ABRI nggak mesti harus bubar. AB kalo bahasa Inggrisnya arms
forces yang unsurnya benar-benar tentara. Kalo polisi sama dengan police.
Jadi AB(RI) memang sama dengan tentara atau angkatan perang. Dengan demikian
istilah ABRI relevan dengan angkatan perang. Yang salah adalah memasukkan
polisi ke dalam tubuh ABRI. Polisi adalah orang madani yang dipersenjatai
karena tugasnya mengurusi keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di
lingkungan masyarakat madani juga.

Kita tunggu tanggal 1 April. Pada saat pengukuhan POLRI di bawah Dephankam
mari kita lihat apakah Wiranto mengenakan seragam ABRI atau pakaian sipil.
Jika ia mengenakan seragam ABRI sudah pasti jelas ini adalah dagelan yang
bisa mengalahkan Srimulat.

Wassalam,
Efron

-----Original Message-----
From:   Yusuf-Wibisono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Tuesday, 30 March, 1999 8:03 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Abri Harusnya Bubar! (Re: Polisi tetap ABRI)

Dg Dipisahnya Polri, SEHARUSNYA Abri bubar.

Logikanya: ABRI itu singkatan dari Angkatan Bersenjata
Republik Indonesia. Biar sampe jaman kiamat monyet,
yg namanya Polri itu HARUS bersenjata. Betul-betul
penggeli hati kalo Polri itu cuma boleh bawa pisang
ambon! Jadi biar sampe Suharto naik lagi jadi presiden,
by definition, Polri itu merupakan suatu unit/angkatan
bersenjata. TAPI: angkatan bersenjata itu tidak harus
berada dalam satu pohon komando, yg disebut ABRI itu.

Dg logika itu, maka institusi ABRI HARUS BUBAR.
Digantikan oleh dua institusi:
1. POLRI (dipimpin KAPOLRI)
2. TNI (dipimpin Panglima TNI) (Atau apapun namanya,
   tapi intinya adalah Angkatan Perang atau Tentara,
   jangan pake nama generik 'ABRI' lagi).

Dua-duanya merupakan angkatan bersenjata republik Indonesia
(yg tidak diorganisir dalam satu pohon komando lagi).
Yg satu utk menangani masalah subversif dan defensif, yang
satunya menangani masalah kamtib dalam berbagai skala, baik
yg sifatnya preventif, maupun bentuk lainnya. Fungsi keduanya
adalah berbeda.

Yw.

Kirim email ke