...
>Menurut saya ABRI nggak mesti harus bubar. AB kalo bahasa Inggrisnya arms
>forces yang unsurnya benar-benar tentara. Kalo polisi sama dengan police.
Yw: Setahu saya, berdasarkan UU Hankam (atau konsep sishankamrata),
Armed Forces yg maksudnya tentara itu setara dg APRI di kita.
(Angkatan Perang).
Jadi berdasarkan rujukan itu: ABRI itu terdiri dari APRI dan POLRI.
Jadi ABRI itu suatu istilah generik yg memayungi semua institusi
bersenjata di Indonesia.
Jadi kalo POLRI-nya disempal, maka ABRI terdiri dari APRI doang,
dan arti generiknya itu jadi jungkir balik. Karena di luar ABRI
ada unit/angkatan bersenjata.
>Jadi AB(RI) memang sama dengan tentara atau angkatan perang. Dengan demikian
>istilah ABRI relevan dengan angkatan perang. Yang salah adalah memasukkan
>polisi ke dalam tubuh ABRI. Polisi adalah orang madani yang dipersenjatai
>karena tugasnya mengurusi keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di
>lingkungan masyarakat madani juga.
Yw: Gini juga bisa, tapi UU Hankamnya harus direvisi dikit.
>Kita tunggu tanggal 1 April. Pada saat pengukuhan POLRI di bawah Dephankam
>mari kita lihat apakah Wiranto mengenakan seragam ABRI atau pakaian sipil.
>Jika ia mengenakan seragam ABRI sudah pasti jelas ini adalah dagelan yang
>bisa mengalahkan Srimulat.
>
>Wassalam,
>Efron
Yw: Kalo supaya tidak mengalahkan, tapi setara, maka mungkin
perlu diusulkan, Pak Wiranto pake celana motif batik, selutut,
terus pake selendang serbet dan blangkon. Terus namanya ganti,
jadi Wiranto Sutimbul! ;-)