Berikut ini kutipan dari berita di Republika :

"............Ia tak membantah atau membenarkan bahwa massa itu dari
kelompoknya meski mereka semua mengenakan atribut PDI Perjuangan......."

Saya teringat ketika saya kuliah dulu. Para senior kami bercerita bagaimana
jaket almamater kami (sebisa mungkin) dicetak sesuai dengan jumlah mahasiswa.
Keputusan ini didasarkan kepada pengalaman sewaktu masa berdarah sejarah
Indonesia pertengahan tahun 60-an.

Semoga peristiwa ini bukan skenario internal dari kelompok dalam Golkar yang
anti Akbar Tanjung. Kalau ada perselisihan internal Golkar, tidak usah
bawa-bawa atribut orang lain, lah.......

Kalau memang benar dari PDI Perjuangan, wah harus dihukum keras, dong! Jangan
ikut-ikutan cara murahan warisan Orde Baru.  Kok bisa-bisanya bilang
kerusuhan massa?

Rgds,

Alex

Kirim email ke