Rekan-rekan Permias@ dan Mas Panut yth,
Saya sangat mendukung keinginan Mas Panut untuk memfungsikan antara lain
milis ini sebagai salah satu media untuk menggalang ide dan mencari
solusi-solusi yang applicable buat republik kita.
Saya kira sudah saatnyalah kita baik secara perorangan apalagi secara
berkelompok mulai menentukan sikap untuk mau membantu atau tidak
memecahkan masalah-masalah yang ada di republik kita akhir-akhir ini.
Saya rasa kita sudah cukup dewasa, cukup berpengetahuan, cukup punya
rasa kebangsaan, dan cukup bijaksana untuk ikutan memikirkan nasib
bangsa kita ke depan.
Beberapa teman sudah lama pula menggulirkan ide seperti ini, dan saya
juga menyadari bahwa respon dari masing-masing kita memang tidak sama
'speed'nya. Tentunya akan lebih baik jika kita mulai saja sekarang
sambil menunggu teman yang lain mulai 'tune in'.
Agenda yang barangkali relevan untuk dibicarakan saat ini barangkali:
"Siapa yang akan kita jagokan untuk menjadi presiden ke 4 RI" dengan
konsekuensi "Partai mana yang akan kita dukung untuk memuluskan
terpilihnya calon presiden tsb.". Kita masih punya waktu sekitar 2 bulan
dari sekarang untuk berdiskusi tentang ini.
Atau mungkin teman-teman punya ide lain?
Salam,
Budi Haryanto
Panut Wirata wrote:
>
> Setuju sekali. Dalam kondisi perekonomian seperti sekarang, perlu
> berfikir sangat hemat. Nampaknya, hemat harus dikampanyekan sebagai
> gaya hidup. Hemat itu buka pelit dan jelas kebalikan dari boros.
> pemerintah (saya tidak terlalu suka menuduh pemerintah ORde Baru sebab
> yang sekarang juga tidak banyak beda dengan yang lama) selama ini
> cenderung boros. Beberapa waktu yang lalu plang SMA diganti, sering
> kali ganti menteri ganti singkatan departemannya lalu ganti kop surat,
> Polri yang lepas gari ABRI berencana ganti warna seragam menjadi biru
> (mudah-mudahan tidak dilakukan secara serentak dan seluruhnya, tapi
> yang perlu baru, dibuatkan seragam baru), sebelumnya seragam POLRI juga
> sudah ganti dari coklat ke coklat yang lain.
> Ganti simbol memang kadang-kadang bisa merubah citra; kalau
> simbolnya keren, maka orang lebih percaya. Namun kebanyakan
> perubahan-perubahan simbol di pemerintahan di INdonesia nampaknya
> (kecurigaan saya)hanya supaya ada proyek. Proyek kan mendatangkan
> komisi yang kalau masih tetap saja 10% kan banyak tuh untuk para
> pimpinan lembaga. Inilah mungkin alasan kenapa pemerintah sangat gemar
> "beli-beli", entah itu garam, daging, beras, pupuk, dll. Karena dengan
> beli-beli bisa dapat komisi.
> Uang bergambar Suharto dan parangko bergambar Suharto diusulkan
> untuk diganti....suatu usul pemborosan. Karena tidak prinsip sama
> sekali. Setelah Suharto mundur dan tidak berkuasa lagi, lalu segala
> yang berbau Suharto dicoba dihilangkan. Suharto sendiri belum terbukti
> bersalah tapi sudah divonis bersalah. Nampaknya banyak orang
> menganggap segala hal yang berkaitan dengan Orde baru jelek dan perlu
> diganti. Seolah-olah orang ingin menghapus masa orde baru dan memulai
> semuanya dari awal lagi. Bukankah ini namanya membuang waktu?
> bukankah lebih baik kita meneruskan yang baik dari masa lalu dan
> mencoba memperbaiki yang kurang cocok.
> Mungkinkah kita sebagai kelompok Permias menggunakan forum ini
> untuk mengemukakan ide-ide atau analis atau rangkuman analisa ke
> pemerintah, ke DPR atau ke pihak-pihak lain. Mungkin setidaknya kita
> bisa memberikan suatu wawasan yang lebih menyeluruh karena semata-mata
> kita tidak langsung terlibat kepengapan politik di tanah air. Seperti
> yang pernah kita lakukan dengan menulis surat ke NY Times tempo hari.
> Selamat Easter bagi yang pmemperingati.
>
> Wassalam,
> panut Wirata
>
> --- FNU Brawijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Habibie sedang mempertimbangkan untuk mengganti
> > lembar uang yg bergambar Suharto. Alasan untuk
> > mengganti memang tepat. Mosok orang masih hidup
> > kok dicantumkan ke mata uang. [Lha siapa yg dulu
> > mulai
> > ber-ABS dengan desain seperti itu?]
> >
> > Hanya saja, apa mesti dilakukan sekarang ini?
> > Jaman sedang susah kok mau mengganti uang
> > yang beredar. Okay-lah kalau penarikan uang
> > ini dilakukan secara berangsur, tak ubahnya
> > mengganti
> > mata uang yg lusuh. Bila dilakukan secara serempak,
> > wah, penghamburan duit lagi.
> >
> > Untuk itu perlu dicermati, jangan sampai penggantian
> > uang ini dijadikan proyek khusus. Nggak perlulah
> > menggantinya secara massal dan segera. Itu kan cuma
> > gambar. Kalau ganti presiden berarti ganti uang dan
> > perangko,
> > wah, ndak maju-maju kita ini.
> >
> > Silakan lihat:
> > http://www.suaramerdeka.com/harian/9904/03/nas13.htm
> >
> > --
> > \\\|///
> > \\ - - //
> > ( @ @ )
> > ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> > FNU Brawijaya
> > Dept of Civil Engineering
> > Rensselaer Polytechnic Institute
> > mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > --------------------Oooo------------
> > oooO ( )
> > ( ) ) /
> > \ ( (_/
> > \_)
> >
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com