Paus: Cukup Sudah
Pertumpahan Darah Ini
Vatican, Minggu
Saat ini langit dipinjam untuk kebisingan perang, dan terompet peperangan berkumandang, kobaran api bom membakar kota-kota dan desa-desa. Kapan akan berakhir lilitan balas dendam dan pertentangan antara sesama saudara yang tanpa perasaan ini? Cukup sudah pertumpahan darah ini.
Ungkapan bernada puitis di atas muncul dari pemimpin Gereja Katolik Paus Yohannes Paulus II, dalam pesan perayaan Paskah pada misa Paskah di Vatican, Minggu (4/4) pagi.
Paus, yang merasa begitu terpukul dengan kejadian-kejadian perang, pengungsian dan pembunuhan akhir-akhir ini - terutama di Kosovo.
Sementara itu, khusus bagi umat Katolik Indonesia, Paus meminta agar terus berdoa bagi kerukunan dan kedamaian antar-umat beragama di Indonesia. Paus berharap agar bangsa Indonesia yang diberkati dan dicintai Allah Maha Pemurah saling mempunyai pengertian dan cinta kasih sehingga semuanya tergerak untuk bekerja sama membangun kesejahteraan.
Mengenai kejadian di Kosovo, Paus mengungkapkan kekecewaan mendalam, tak hanya terhadap penguasa Yugoslavia yang melakukan berbagai tindak kekerasan terhadap etnis Albania, akan tetapi juga serangan udara NATO. Paus mendesak agar mereka yang bertikai melakukan pembicaraan di meja perdamaian.
"Pada kesempatan hari yang suci ini, saya merasa punya kewajiban untuk menyampaikan imbauan dari lubuk hati kepada para penguasa di Yugoslavia, untuk sedikit membuka ruang bagi upaya bantuan terhadap orang-orang yang mengungsi di perbatasan Kosovo," kata Paus pula.
Selama sebelas hari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menggempur Yugoslavia karena Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic menolak berdamai dengan etnis Albania di Kosovo, pasukan Serbia tetap melakukan tindak kekerasan bahkan pengusiran terhadap etnis Albania di Kosovo.
Dalam 10 hari terakhir, menurut catatan NATO sampai Minggu, tak kurang dari 300.000 orang keturunan Albania terusir dari tempat tinggalnya di Kosovo. Dan bahkan sejak krisis Kosovo berkecamuk selama setahun terakhir, tercatat setidaknya 756.000 orang mengungsi dari Propinsi di Yugoslavia Selatan ini. Korban jiwa pun ribuan dari kedua pihak.
Paskah, bagi orang Kristiani, adalah hari pesta kegembiraan. Karena, menurut keyakinan iman Kristiani, hari Paskah adalah hari peringatan kesengsaraan, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus.
"Tetapi bagaimana kita bicara tentang perdamaian, bila orang dipaksa mengungsi, dan bila mereka diburu, rumah mereka dibasmi?" ungkap pemimpin Gereja Katolik ini, dalam kotbah misa Paskah di Lapangan St Petrus, Roma yang dihadiri puluhan ribu orang, dan disiarkan langsung televisi berbagai negara.
Yohannes Paulus II juga mengucapkan "Selamat Paskah" kepada seluruh pemeluk agama Katolik di dunia dalam 60 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Bagi Indonesia
Khusus bagi umat Katolik Indonesia, Paus juga menyampaikan pesan Paskahnya - yang dibacakan di berbagai gereja Katolik di Indonesia.
Di Katedral Jakarta, pesan Paskah ini dibacakan Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja pada Misa Agung Paskah, Minggu. Selain memadati gedung gereja, umat juga merayakan Paskah di bawah tenda-tenda yang dipasang di depan gereja.
Sementara itu, dalam kotbahnya Kardinal menekankan agar umat menjadikan peristiwa Paskah sebagai pembawa semangat pembaruan nilai dalam segenap aspek kehidupan manusia. "Dengan semangat Paskah mari kita bangun hidup baru dengan semangat baru yaitu semangat pengampunan dan rekonsiliasi berdasarkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan menuju kerukunan persaudaraan dan kedamaian yang kukuh untuk kesejahteraan bersama," ujar Kardinal. Berkat Paskah juga diharapkan dapat membawa penghiburan bagi segenap umat Katolik.
Misa Paskah, Minggu pagi di Katedral Jakarta yang dipimpin Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja, didampingi Pastor Sunarwijaya dan Pastor Wisnumurti.
Semarak di Manado
Pesan-pesan sosial "Torang Samua Basudara" mewarnai pesan Paskah di sejumlah gereja di Manado yang melaksanakan ibadah Paskah. Ketua Sinode GMIM Dr W Roeroe bahkan secara khusus meminta umatnya agar tetap menjaga kerukunan, persaudaraan yang sejati antara sesama manusia.
Perayaan Paskah tampak semarak di kota Kawanua. Pagi hari jalan-jalan di kota tampak ramai dengan pawai Paskah menandai "Kebangkitan Yesus". Prosesi ritual Paskah di beberapa gereja Protestan dan Katolik seperti di Katedral Manado berlangsung sejak Sabtu malam.
Di jemaat Petra Karangria tampak api unggun besar yang menyala sampai pagi hari. Doa semalam suntuk juga dilakukan oleh jemaat sampai pagi hari di lapangan terbuka secara aman.
Selanjutnya Roeroe mengatakan "Torang Samua Basudara" merupakan perekat yang mengikat warga Sulawesi Utara khususnya warga GMIM untuk tetap meletakan kepentingan umum persatuan dan kesatuan bangsa di atas segala-galanya.
Ia menyebutkan persoalan politik dan ekonomi dialami bangsa Indonesia dalam setahun belakangan tidak menyurutkan iman kepercayaan umat terhadap kehadiran Yesus dalam segala bentuk kehidupan. Teladan Yesus yang cinta damai dan mengasihi manusia tanpa melihat latar belakang, seharusnya menjadi contoh kehidupan masyarakat. Sehingga kehidupan Indonesia baru dengan masyrakat madani bisa terwujudkan tanpa ada pertentangan dalam kehidupan sosial.
(AP/AFP/Rtr/uu/sts/zal/sha)