Andrew,
Like I said to you this is a matter mixing faith with intuition.
The root of the problem is in the concept of discussion; faith versus
intuition.

Intuition (hati nurani) may not always conform with Faith.
Example: I sometimes doubt the existence of God, and many other
Christians and Moslems probably do that as well,....and it is natural.

Remember this:
Nobody really speaks about "nati nurani" when they were talking about
"faith". If they claim that the reason they support Moslem President was
due to their "nati nurani" such action would perhaps equal to lying to
themselves. Because we as humans virtually have no ability to mix
"faith" with "intuition".

In our scenario, some might "believe" that:

"The Pres. should always be a Moslem"

..while "our intuition" says:

"Gee...such limitation for Presidential qualification based on religion
would never not promote common rights" (unequal opportunity of
leadership and representation for Non-Moslems).

Anybody want to object my opinion?

INDI

Andrew G Pattiwael wrote:
>
> Bung Rosadi,
>
> Sulit bagi saya untuk mengerti dan menerima tanggapan Bung, ttg Keharusan
> pemimpin Indonesia dari golongan Muslim. Walau saya menyadari bahwa Bung
> berbicara dari lubuh hati yang paling dalam (Kejujuran) dan saya sangat
> menghargai itu.
> Sejak kecil saya diajarkan bahwa semua manusia itu sederajat, tidak
> memandang agama, suku dan sebagainya. Saya berterima kasih kepada orang
> tua saya yang telah banyak mengajarkan saya untuk dapat menghargai orang
> lain. Dan saya percaya bahwa Tuhan memang mengajarkan bahwa keadilan dan
> persamaan derajat adalah yang utama.
> Namun, setelah saya bertambah dewasa, dogma-dogma dan ajaran-ajaran bahwa
> manusia itu sederajat, sama di mata Tuhan mulai berubah. Saya melihat
> tidak semua manusia memandang sesamanya "sama dan sederajat"
> Terutama dengan kejadian-kejadian yang akhir-akhir ini terungkap lewat
> peristiwa terakhir di Indonesia dan dari beberapa pendapat di permias@.
> ternyata masih terdapat pengolongan-pengolongan di masyarakat kita.
>
> kita ternyata tidak sama, masih ada akar-akar yang mengikat saya dan anda.
>
> Bung, mungkin saya tidak akan menjadi presiden, tetapi akar-akar yang ada
> didalam saya (golongan kristen) ingin agar seseorang dari golongan saya
> dapat atau setidaknya pernah menjadi presiden. Sama seperti Bung, yang
> menginginkan akar-akar dari Bung, agar presiden tetap dari golongan Muslim.
> Saya tidak dapat mengerti kenapa Bung berkeinginan Presiden Muslim dan
> Bung tidak dapat mengerti kenapa saya berkeinginan Presiden non-Muslim
>
> Saya tidak merasa mewakili Indonesia kalau Indonesia-nya sendiri tidak
> dapat mewakili saya bukan. Saya Warga Indonesia, pemegang pasport dan KTP
> indonesia. lahir di indonesia dan saya lahir dari golongan Kristen Indonesia.
> Sudah sepantasnya dan seharusnya saya juga membawa cause of the
> Indonesian Christian. Seperti Bung, yang sudah memang seharusnya membawa
> causenya Indonesian Moslem.
>
> Saya punya keinginan dan bung pun punya keinginan.
> Tetapi keinginan dan cita-cita kita berbeda.
>
> Terima Kasih atas Kejujuran Bung, saya sangat menghargai itu.
> Salam,
>
> Andrew Pattiwael
> The Military College of Vermont
> Norwich University Corps of Cadets
>
> On Tue, 5 Jan 1999, Mohammad Rosadi wrote:
>
> > Aloo Andrew...,
> > Wah..saya kira diskusi kita sudah selesai, ternyata masih belum ya..?
> > baiklah..., saya akan menanggapi pernyataan anda dibawah ini.
> >
> >
> >
> >
> > >Memang susah bagi pihak yang merasa dirinya benar
> > >Yang satu merasa tersinggung, atas ucapan lawan bicaranya, sedang kan
> > >lawan bicara hanya ingin membela diri.
> >
> > Andrew..., saya nggak ngerti dengan kalimat anda diatas ini. Jujur saja,
> > dalam berdiskusi dengan anda dan yang lainnya,saya TIDAK PERNAH mencari
> > kemenangan ataupun mau menang sendiri (kalo anda melihatnya seperti itu,
> > maafkan saya). Kemenangan dalam diskusi bagi saya adalah manakala saya
> > dan teman diskusi saya bisa saling bertukar pikiran dengan baik untuk
> > memperjuangkan kebenaran,saling menghargai dan menghormati teman
> > diskusinya, serta makin terjalinnya hubungan yang baik diantara peserta
> > diskusi.
> >
> > >Seperti yang sering dikatakan Bung Rosadi, kalau saya kurang membaca
> > >posting-posting sanggahan maupun tanggapan Bung, saya terkadang jadi
> > >merasa seperti orang bodoh (yang ngga bisa baca) saya ngga tau ini yang
> > bodoh saya atau saya yang dibodohin.
> >
> > Andrew..., saya tidak pernah bilang anda tidak membaca posting-posting
> > sanggahan saya. Kalimat itu BUKAN saya tujukan kepada anda, tetapi
> > kepada bung Ian yang menjuluki saya seorang RASIS..:), jadi jangan salah
> > tanggap dong. Anda tidak bodoh atau tidak pernah saya bodohi(kalo itu
> > maksud anda), hanya saja SEDIKIT kurang teliti membaca tulisan saya, itu
> > saja.
> >
> >
> >
> > >terus terang, saya sangat TERKESIMA atas ungkapan Bung
> > >(kalau saya tidak salah baca lagi) ttg Keharusan Pemimpin Indonesia
> > dari Umat Islam. Walau berkesan LUGAS dan JUJUR, tetapi juga membawa
> > kesan kalau saya dikesampingkan, maaf Bung, saya merasa dibelakangi oleh
> > Bung.
> >
> > Tentang pemimpin Indonesia yang harus dari kalangan umat Islam, itu
> > bukan kemauan saya atau para ulama, melainkan PERINTAH ajaran agama
> > kami(Islam)...perintah dari Allah SWT yang harus ditaati umat
> > Islam(seperti halnya juga dengan perintah Sholat). Kalo perintah itu
> > kami langgar, sama saja berarti kami berbuat dosa..., dan dosa itu harus
> > kami pertanggungjawabkan dihadapanNya kelak. Cobalah untuk mengerti hal
> > ini, Andrew. Lagipula saya rasa keharusan seorang pemimpin Indonesia
> > dari kalangan mayoritas adalah suatu hal yang wajar
> > di manapun di dunia ini, karena biar bagaimanapun JUMLAH atau KUANTITAS
> > itu tetap sangat menetukan. Lagipula keharusan pemimpin(Presiden)ini
> > dari kalangan Islam ini TETAP harus mengikuti peraturan yang ada
> > (PEMILU), dan dilakukan dengan JUJUR dan ADIL, TIDAK BOLEH memaksakan
> > kehendak. Kalopun nanti ternyata dalam pemilu yang JUJUR dan ADIL itu
> > terpilih presiden dari kalangan non Muslim, maka Umat Islam HARUS dengan
> > rela hati menerimanya, karena memang begitulah hasilnya.sebaliknya, umat
> > lain pun harus menerima pemimpin dari kalangan muslim, jika memang
> > demikian hasil yang diperoleh. Jadi sebenarnya inti pokoknya terletak
> > pada CARA yang dilakukan untuk mencapai kedudukan pemimpin
> > itu,konstitusional ataukah tidak. Dan perlu anda
> > ketahui,pemimpin(presiden) muslim yang dikatakan dalam ajaran Islam itu
> > bukan hanya sekedar beragama atau berKTP Islam saja, tetapi adalah
> > seorang pemimpin muslim yang paling baik dalam Ibadah,Akhlak,dan
> > ketaatannya kepada Allah SWT.Pemimpin Muslim seperti ini mempunyai
> > ciri-ciri sebagai berikut:
> >
> > 1. Akan selalu adil,jujur,dan selalu menegakkan kebenaran kepada siapa
> > saja, dan selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang disenangi oleh
> > Allah SWT.Karena hatinya telah terikat dengan Allah SWT, maka ia
> > selalu berhati-hati dalam bertindak,karena merasa senantiasa
> > diperhatikan oleh Allah SWT.
> >
> > 2. Hidup dalam kesahajaan dan sangat anti KKN. Bagi pemimpin yang
> > seperti ini, kehidupan dunia adalah kehidupan sementara...,
> > kehidupan akheratlah tujuan akhir. karenanya pemimpin ini TIDAK
> > AKAN mengejar kekayaan duniawi dan kedudukan. Baginya kehidupan
> > akherat itulah yang kekal dan HARUS dikejar, sehingga dalam dia
> > selalu hidup dalam kesederhanaan dan menghidupi diri&keluarganya
> > dari sumber-sumber penghidupan yang HALAL(yang dibolehkan oleh
> > Islam).Baginya Kehidupan dunia hanyalah sarana untuk mencapai
> > kehidupan akherat yang kekal abadi.
> >
> > 3. Senantiasa menjaga dan melindungi golongan minoritas dan golongan
> > lemah,tidak membeda-bedakan rakyatnya, serta selalu berbuat dan
> > memberikan yang terbaik bagi rakyatnya.
> >
> > >Sepertinya pupus harapan saya, sebagai seorang yang Bukan Islam, untuk
> > berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara.
> >
> > Kenapa harus pupus??? Masih banyak yang bisa kita lakukan untuk
> > membangun bangsa dan negara kita, tanpa harus menjadi seorang
> > presiden(Anda berminat jadi Presiden ya andrew..?). Lagipula Islam TIDAK
> > MELARANG orang non muslim untuk menduduki posisi-posisi penting
> > lainnya(menteri,gubernur,dsb), dengan proporsi yang sewajarnya.
> > Keharusan pemimpin seorang muslim itu lebih kepada pemimpin
> > tertinggi(presiden dan wapres misalnya), yang dilakukan dengan CARA-CARA
> > yang konstitusional tentunya.
> >
> >
> >  Yang saya cari bukanlah suatu keharusan proportionalism kalau seorang
> > kristen harus proportional dengan 5 atau 6 orang Islam, tetapi apakah
> > harus seorang Presiden itu beragama Islam. Benar, anda mempunyai
> > kebebasan memilih, tetapi seandainya ada seorang Kristen yang lebih
> > pantas, dan profesional untuk menjadi presiden apakah ia akan mendapat
> > suara anda?
> >
> > Maaf Andrew..., saya TIDAK BISA melanggar perintah agama saya.Lagipula
> > suara saya kan tidak menentukan terpilih tidaknya seorang jadi presiden.
> > Biarlah rakyat yang menentukan pantas tidaknya seseorang itu menjadi
> > Presiden.
> >
> >
> > >apakah saya tidak boleh memilih Gus Dur untuk menjadi presiden karena
> > dia seorang Muslim, atau teman saya si Imron tidak boleh memilih seorang
> > Kristen untuk menjadi presiden Indonesia?
> >
> > Kalo anda memilih Gus Dur.., itu hak anda, boleh-boleh saja kok(karena
> > mungkin tidak ada larangan dalam agama anda ya?).Kalo Islam jelas
> > melarang Umatnya untuk memlilih pemimpin(presiden)dari kalangan non
> > muslim. Jadi tolong pisahkan antara Perintah Agama dengan kebebasan dan
> > keinginan pribadi.
> >
> > >Sepertinya kita selalu berbenturan pada topik yang ini,
> > >Kalau seandainya saya salah baca lagi, berarti memang saya ini goblok
> > >minta ampun atau saya perlu kaca mata.
> >
> > Bukan berbenturan kok, hanya terkadang suka salah paham saja(hal ini
> > sudah biasa dalam suatu diskusi.., apalagi diskusi lewat internet ini).
> > Dan anda TIDAK goblok kok.., malah saya salut sama anda.., karena bisa
> > menjadi teman diskusi yang baik bagi saya.Bahasa Inggris anda bagus dan
> > anda mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Amerika Serikat ini, dua
> > hal yang SANGAT JAUH dari kesan goblok...:)
> >
> > Ok deh Andrew..., mudah-mudahan anda bisa memahami tulisan saya ini.
> > Saya mohon maaf kalo selama ini saya mengecewakan anda.Mudah-mudahan
> > anda bisa terus jadi teman diskusi yang baik bagi saya(dan sebaliknya).
> >
> >
> >
> > >salam.
> > >>Andrew Pattiwael
> > >The Military College of Vermont
> > >Norwich University Corps of Cadets
> >
> > Salam
> > Mohamad Rosadi
> > Virginia
> >
> > PS. Oh ya.., saya sering bertemu dengan rekan-rekan anda yang berasal
> > dari norwich University dalam acara buka puasa dan sholat taraweh     di
> > embassy. Saya banyak mendengar yang baik-baik tentang anda dari
> > mereka..., pokoknya JAUH dari kesan goblok deh...:)
> >
> >
> >
> >
> >
> > >
> > >On Mon, 4 Jan 1999, Mohammad Rosadi wrote:
> > >
> > >> Allooo Ian..., gue mo nanggap balik ni. Kayaknya lo belum terima
> > email
> > >> diskusi gue ke bung patiwael seluruhnya. kalo udah, mestinya lo nggak
> > >> salah tanggep(mispersepsi)seperti ini.
> > >>
> > >> OK..ini tanggapan gue,disimak baik-baik ya.......:)
> > >>
> > >>
> > >>  Mohammad Rosadi wrote:
> > >>
> > >> >> Oh ya... soal Adi Sasono, saya rasa kita harus melihat
> > perkembangan
> > >> >> lebih lanjut. Untuk menyebut menteri kita yang satu sebagai
> > >> rasis,saya
> > >> >> kita perlu pembuktian lebih lanjut.Mengenai sikap dan komentarnya
> > >> yang
> > >> >> cenderung memojokkan etnis tionghoa, bisa jadi itu merupakan
> > ungkapan
> > >> >> kekecewaan dan kemarahan pak Adi Sasono atas keserakahan dan
> > >> keangkuhan
> > >> >> para konglomerat yang mayoritas etnis tionghoa,yang telah
> > >> >> memporak-porandakan perekonomian Indonesia dan memiskinkan rakyat.
> > >>
> > >> Ian wrote :
> > >>
> > >> >Adi Sasono telah mendefinisikan orang berdasarkan etnisnya
> > >> >(race/genetics), maka ia adalah RACIST.
> > >> >Sebagai sekjen ICMI, hal ini sangatlah ridiculuous.
> > >> >Bukankah Allah SWT (itu kalau Adi Sasono percaya adanya Tuhan)
> > >> menciptakan
> > >> >orang berbeda2 berdasarkan geneticsnya ?
> > >> >Kalau misalkan seseorang itu adalah penjahat, kenapa yang dilihat
> > >> adalah
> > >> >kulitnya ? kenapa bukan kejahatannya ?
> > >>
> > >> Aduh Ian..., sabar dong, jangan keburu nafsu. maksud gue,kita harus
> > >> BERHATI-HATI menuduh orang rasis. Dalam masalah Pak Adi Sasono,saya
> > rasa
> > >> kita mesti liat dulu kelanjutannya. Kalo nanti ternyata dalam
> > >> tindakannya memberdayakan ekonomi rakyat beliau MEMANG
> > >> mendiskriminasikan atau menindas etnis tionghoa (seperti halnya yang
> > >> dilakukan BEBERAPA orang etnis tionghoa dulu kepada golongan pibumi),
> > >> barulah kita bisa sebut rasis. kita tunggu aja deh....
> > >>
> > >> Mohamad Rosadi wrote :
> > >>
> > >> >Terus terang saya sendiri juga sangat MUAK dengan kelakuan dan
> > >> tindak-tanduk
> > >> >> beberapa orang etnis tionghoa selama ini, suatu perasaan yang
> > mungkin
> > >> >> juga dirasakan oleh rekan-rekan yang lainnya(ngaku deh....).
> > >>
> > >> Ian Wrote:
> > >>
> > >> >Anda sangatlah racist tanpa anda sadari.
> > >> >(anda telah melihat keetnisan/kesukuan/genetics/race sebagai salah
> > satu
> > >> >faktor. Kalau anda tidak racist, anda akan bilang :
> > >> >'saya muak dengan penjahat2, saya muak dengan orang2 yang
> > menghalalkan
> > >> >segala cara dalam berbisnis, saya muak dengan para koruptor, dll'
> > tanpa
> > >> >harus menambahi dengan embel2 : cina, jawa, black, etc..
> > >> >Anda telah melanggar kehendak Tuhan anda sendiri
> > >> >(banyak juga lho orang2 yang mengaku beragama fanatik padahal mereka
> > >> >sendiri itu adalah pelanggar nilai2 agama mereka sendiri yang
> > palibng
> > >> >utama)
> > >>
> > >> Ya nggak gitu dong ian. lo musti INGAT dan TAU dong kalo tulisan gue
> > >> diatas itu merupakan TANGGAPAN atas tulisan bung patiwael yang
> > menyoroti
> > >> Pak Adi Sasono yang dianggap menyebarkan rasa permusuhan rasial
> > kepada
> > >> ETNIS TIONGHOA....ingat Ian...ETNIS TIONGHOA yang dibicarakan oleh
> > bung
> > >> patiwael..lebih SPESIFIK dari hanya sekedar penjahat. Karena bung
> > >> Patiwael menyoroti masalah Pak Adi Sasono dan ETNIS TIONGHOA, ya gue
> > >> juga menanggapinya SEBATAS itu dong. Lagian gue kan cuma muak melihat
> > >> kelakuan BEBERAPA orang etnis tionghoa...BUKAN semuanya. Dan sorry ya
> > >> Ian.., gue nggak pernah bilang kalo gue FANATIK...,itu kan cuma
> > persepsi
> > >> lo sendiri. Gue cuma mau bersikap JUJUR saja, bahwa selama  ini
> > memang
> > >> ADA perasaan MUAK pada sebagian besar masyarakat Indonesia,termasuk
> > >> gue(gimana rekan-rekan lain..,mo ngakuin nggak..???) melihat kelakuan
> > >> BEBERAPA etnis tionghoa, ITU SAJA!!!
> > >> Gue nggak mau SOK menjadi pembela dan pahlawan hak asasi manusia
> > >> KESIANGAN (Yang baru bersuara lantang..ketika banyak orang
> > >> membicarakannya). Gue lebih suka menempatkan suatu persoalan pada
> > >> proporsi yang sebenarnya. Bagi gue, siapa saja yang TERBUKTI salah
> > HARUS
> > >> dikatakan salah, Walaupun SELURUH DUNIA menganggapnya benar. INSYA
> > >> ALLAH, guepun akan MEMBELA etnis tionghoa(CINA) di Indonesia jika
> > mereka
> > >> diperlakukan semena-mena, karena menurut ajaran agama
> > gue(ISLAM),SANGAT
> > >> DIWAJIBKAN membela hak-hak kaum yang tertindas dan HARAM hukumnya
> > >> menyakiti orang yang lemah. Di dalam ajaran Islam, KEMULIAAN manusia
> > >> terletak pada tingkat KETAKWAANNYA, BUKAN pada jenis kulit,suku
> > >> bangsa,kecantikkan,status sosial,kecerdasan,dsb.
> > >>
> > >>
> > >> Mohamad Rosadi Wrote:
> > >>
> > >> >Jujur saja  kadang dulu  saya suka mengumpat mereka dengan kata-kata
> > >> seperti "CINA BRENGSEK" atau "DASAR CINA", karena kelakuan
> > oknum-oknum
> > >> Tionghoa yang  angkuh dan selalu menghalalkan berbagai cara dalam
> > >> berbisnis.
> > >>
> > >> Ian Wrote:
> > >>
> > >> >ini bukti lagi bahwa anda memang racist.
> > >> >We do not need people like you in Indonesia. Indonesia sudah fucked
> > up
> > >> >already, tidak perlu ditambah dengan para racist yang hanya akan
> > >> >menghancurkan negeri ini.
> > >>
> > >> Ckkk..ckkk..Ian..Ian...,nggak bisakah lo sabar dikit, melihat suatu
> > >> masalah dengan pikiran jernih..??? sabar dulu dong mas.Dalam tulisan
> > >> diatas gue cuma mo bilang, bahwa kata-kata umpatan kepada etnis
> > tionghoa
> > >> diatas sudah MENDARAH DAGING dalam bahasa pergaulan di Indonesia
> > >> sehari-hari(lo boleh tanya sama semua orang di Indonesia,khususnya
> > >> Jakarta...,gue rasa sebagian besar dari mereka pernah mengatakan
> > >> kata-kata yang mirip itu, bahkan lebih parah mungkin). Sering kali
> > orang
> > >> di Indonesia mengucapkan kata-kata itu TANPA BERMAKSUD menyebarkan
> > rasa
> > >> permusuhan kepada Etnis Tionghoa, hanya sekedar pengungkapan rasa
> > >> jengkel saja. Kalo lo benar-benar menyimak diskusi gue dengan bung
> > >> patiwael,lo pasti baca tulisan gue yang menagatakan bahwa kata-kata
> > >> umpatan kepada etnis tionghoa seperti diatas itu sebenarnya nggak
> > pantas
> > >> diucapkan, tapi untuk menghapuskannya dari "bahasa" pergaulan
> > >> sehari-hari di tanah air perlu waktu yang cukup lama.(makanya disimak
> > >> dong diskusinya, jangan langsung emosi dulu...., BE COOL MAN !!!!!).
> > >> Tentang rasis..,kita liat saja nanti siapa SEBENARNYA yang rasis.....
> > >>
> > >>
> > >> Mohamad Rosadi Wrote:
> > >>
> > >> >Namun apa lantas saya juga bisa disebut sebagai seorang RASIS karena
> > >> mengucapkan kata tersebut..???? belum tentu dong,karena dalam
> > >> kenyataannya saya juga  punya banyak temen dari kalangan etnis
> > tionghoa,
> > >> baik di lingkungan tempat tinggal,kampus, dan lingkungan tempat
> > bekerja
> > >> di  Jakarta.
> > >>
> > >> Ian Wrote:
> > >>
> > >> >FYI,
> > >> >Di amerika banyak racists yang bilang 'Im not a racist because I
> > have
> > >> some black friends'
> > >> >Anda mempunyai teman dari race lain karena keadaan situasi saja,
> > karena
> > >> >sudah terbukti dari ucapan2 anda bahwa anda mempunyai preferance on
> > the
> > >> >basis of genetics, which is, may I say, VERY DISGUSTING!
> > >> >enggak beda ama Nazi, enggak beda ama orang Arab jaman Jahiliyah
> > yang
> > >> >membunuhi anak2 perempuan.
> > >>
> > >> Itu mah terserah lo...mo bilang gue apa kek..itu hak lo! Cuma gue mo
> > >> kasih tau satu hal sama lo..., jadi orang jangan cepat
> > emosi....karena
> > >> akan berakibat fatal bagi diri lo(kesehatan lo) dan orang
> > lain(fitnah).
> > >> Bagi gue.., cukuplah ALLAH menjadi saksi atas diri gue..., apa gue
> > rasis
> > >> apa nggak...apa gue menyalahgunakan Islam apa nggak...., ALLAH lah
> > saksi
> > >> gue..., dan hal itu akan gue pertanggungjawabkan dan buktikan di
> > akherat
> > >> kelak.
> > >>
> > >> Mohamad Rosadi:
> > >>
> > >> >Kata-kata umpatan saya kepada Oknum-oknum tionghoa itu BUKAN
> > >> >> berarti saya benci kepada Etnis Tionghoa, tapi karena kebencian
> > saya
> > >> >> pada tindak-tanduk mereka.Lah wong temen saya yang etnis tionghoa
> > >> saja
> > >> >> kalau benci sama orang-orang seetnisnya sendiri juga bilang "CINA
> > >> >> LO"..., lucu khan..?
> > >> >
> > >> >Tidak lucu sama sekali.
> > >> >Kebencian ama tindak tanduk tapi kok bawa2 warna kulit ?
> > >> >logika dari mana ini ?
> > >> >hanya karena warna kulit lebih mudah dilihat ?
> > >>
> > >> >Salam
> > >> > Ian
> > >>
> > >> Ian..Ian..., bingung gue sama lo, emosional banget seh..,padahal gue
> > >> udah berusaha keras menyampaikan sikap jujur gue dengan bahasa yang
> > gue
> > >> anggap cukup SOPAN. Gini ya Ian..., maksud gue LUCU itu, karena
> > ternyata
> > >> kata-kata umpatan kepada Etnis tionghoa..JUSTRU juga diucapkan oleh
> > >> orang Etnis Tionghoa sendiri. Ini kan salah satu bukti bahwa
> > kata-kata
> > >> umpatan tersebut sudah MENDARAH DAGING dan menjadi BIASA dalam bahasa
> > >> pergaulan (TIDAK HANYA DIUCAPKAN oleh orang pribumi saja).Makanya gue
> > >> bilang, penyebutan rasis kepada seseorang itu tidak bisa hanya
> > >> berdasarkan kata-kata yang dia ucapkan, tapi harus kita liat dulu
> > >> TINDAKAN yang dilakukannya. Masakkan lo akan mengatakan teman gue
> > yang
> > >> etnis tionghoa itu sebagai rasis, karena mengucapkan kata-kata "CINA
> > LO"
> > >> kepada temannya sesama etnis tionghoa..???
> > >>
> > >>
> > >> Salam
> > >>
> > >> Mohamad Rosadi...,yang katanya seorang RASIS...:)
> > >> Virginia
> > >>
> > >> PS. Nanti akan gue kirimin lo hasil diskusi gue dengan bung
> > >> patiwael(kalo lo memang belum terima)..agar lo bisa sedikit
> > >> tenang...sehingga bisa melihat suatu persoalan dengan jernih.
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> ______________________________________________________
> > >> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> > >>
> > >
> >
> >
> > ______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >

--
Indi Soemardjan

Be my guest: http://pagina.de/indradi

Kirim email ke