>Bung Rosadi dan Pattiweal:
> Saya pernah membaca teori tentang perkembangan moral. Teori ini
>digagas oleh Rick Erickson. Menurut beliau, perkembangan moral dari
<deleted>
Ikutan dikit ah, lagi iseng.... :-)
Bagaimana kalau ikut ide 'irrationality'-nya Nietzche saja?
God is dead.... There's no such things as morality...
Semua beres khan....
(Engga beres buat saya.... Pasti saya akan dapat setumpuk flames.... :-) )
Well, jokes aside; kalau saya lihat di Indonesia sekarang ini
tak ada yang namanya orang itu mendirikan partai agama karena memang
tulus beragama. Kebanyakan saya lihat hanya untuk memenuhi ambisi
politik mereka, yakni menggunakan agama untuk kepentingan mereka.
Akhirnya apa yang terjadi? Agama disalahgunakan. Kalau kamu diserang,
langsugn pakai agama untuk membela diri. menyerang orang bukan karena
merit mereka, melainkan dengan agama meraka.
Menurut saya, tak ada gunanya kalau kita melihat pemimpin dengan agama
saja. Tidak ada masalah kalau pemimpinnya itu atheis atau Islam atau Kristen,
atau Hindu. Yang penting ia bertanggung jawab dan beritikat untuk
berbuat yang terbaik demi rakyat.
Sayangnya itu yang tak bisa dilihat orang-orang.... Apa yang terjadi akhirnya?
Agama hanyalah memecah masyarakat dan akhirnya menjelekkan nama agama
saja. Islam dianggap tukang rusuh akibat perbuatan segolongan kecil orang.
Kristen dianggap sombong akibat sebagian fanatik; begitu juga agama-agama
lain. Orang tak bisa melihat the big picture karena mereka hanya melihat
agama saja.
Anyway, just a simple thought....
YS
We alone with no excuses. That is the idea ... that man is condemned
to be free. Condemned, because he did not create himself. yet in other
respects is free ... because he is responsible for everything he does.
The existentialist does not believe in the power of passion. He will
never agree that a sweeping passion is a ravaging torrent which
fatally leads a man to certain acts and is therefore an excuse. He
thinks that man is responsible for his passion .
Jean Paul Sarte in Existentialism