At 04:43 11/01/99 +0700, Nasrullah Idris wrote:
 >Rekan-Rekan Yth:
 >
 >Saya memperoleh kabar bahwa di negara seperti Singapura, USA, dan
 >Kanada, telekomunikasi bisa menerarapkan "BILLING" berdasarkan
 >"Jumlah CALL yang terpakai", bukan berdasarkan "Jumlah PULSA yang
 >terpakai".
 >Maksudnya begini : di sana jika kita menelepon dari satu tempat
 >ke  tempat  lain  (local),  maka  biaya  yang  bisa dikenakan hanya
 >biaya "CONNECT" saja. Sedangkan berapa  lama  kita "CONNECT"
 >(artinya jumlah pulsa yang terpakai) tidak dikenakan biaya lagi.
 >Yang mengherankannya, mereka itu justru tetap memperoleh keuntungan?
 >Saya mempersoalkan ini, karena pada bulan Pebruari 1999 mendatang
 >dikabarkan tarif telepon di Indonesia akan naik sebesar 24 persen.
 >
 >Salam,
 >Nasrullah Idris
 >--------------------
 >Nara Sumber :  Syafril Hermansyah

Uda Nas,
Saya juga bingung dengan kenaikan biaya pulsa telepon local,
sementara jumlah pelanggan dikhawatirkan akan turun drastis.
Ini masalah investasi yang 'membludak', saya kira.

Kalau masalah investasi, semua negara akan mengalami biaya
yang relatif sama. Indonesia diuntungkan karena biaya tanah
dan buruh yang cukup murah. Ini sih menurut saya.
Mungkin bung Yususf bisa menjawabnya. Tapi semoga jangan
kurs dollar yang jadi alasannya.....:)

Salam,
bRidWaN

Kirim email ke