Wah, berhubung saya belum menentukan untuk milih yg mana,
jadi ya endak berusaha membela ataupun memojokkan suatu partai.
Di bawah ini artikel di republika. Di Suara Merdeka juga banyak korban
yg membantah sinyalemen bahwa korban melepas kaosnya sendiri
karena ketakutan. Menurut mereka, mereka melepas kaos karena
dipaksa. Bahkan ada yg diancam mau dibunuh bila tidak melepasnya.
Ada juga yang aktif memakai tangannya untuk mencopoti kaos kuning.
Suara Merdeka menyebut jumlah korban yang melapor 38 orang.
Belum yg tidak berani melapor karena diancam dibunuh dan yg malu.
Sekarang siapa dalangnya? Apakah PDI-P, Masyarakat biasa yg
kalap, atau malah Golkar? Sejauh ini Harian Suara Merdeka (koran
lokal Jateng, di mana Purbalingga berada) kok tidak menyebut
nama PP. Yang muncul adalah Bendahara PDI-P yang mengaku
memang berada di lapangan, dan bangga bisa mengusir Akbar Tanjung.
Akhirnya PDI-P menurunkan tim dan akan bertindak tegas thd oknumnya.
Itu setelah banyak organisasi wanita protes. Inga...inga.... 50% pencoblos
adalah wanita...
Memang ini juga salah Golkar yg curang mencuri start kampanye.
Nah, sebagai fungsionaris eh simpatisan PDI-P (hehe...), bagaimana nih
Bung Blucer dalam mensikapi berita ini?
Salam,
Jaya
'-----------------
Kisah Wanita Korban Kasus Purbalingga
Wanita berusia 48 tahun itu tak kuasa menahan tangisnya.
Ruang kerja Himpunan Wanita Karya (HWK) di Kantor DPD II
Golkar Purbalingga, Jateng, hening. Sejumlah wanita yang
hadir menundukkan kepala. Mereka tenggelam dalam
kesedihan saat wanita beranak tiga itu terbata-bata
memaparkan pelecehan yang dialaminya ketika mengikuti
silaturahmi Golkar, 2 April lalu di Stadion Wasesa.
''Saya ingat betul pelakunya. Ada tiga orang lelaki yang
mencopoti kaos yang saya kenakan. Mereka jelas dari orang
PDI Perjuangan, karena yang warna merah bergambar Ibu
Megawati,'' kisah Ny S, wanita berusia 48 tahun itu sambil
sesekali menyeka air matanya.
Ny S penduduk Kelurahan Purbalingga Kidul, salah satu
wanita yang busananya dicopot oleh massa yang
menggunakan atribut PDI Perjuangan dalam kasus
Purbalingga. Ketika itu, kader-kader Golkar yang akan
menghadiri apel akbar di Stadion Wisesa, diserang. Sebuah
mobil dibakar. Mobil yang ditumpangi Ketua Umum DPP
Golkar Akbar Tanjung dirusak.
Ibu setengah baya itu mengaku trauma. Ketika melewati
stadion Wasesa, ia merasa sedang menonton aib yang
dialaminya. Hal ini juga dialami Ny. W yang juga menjadi
korban pelecehan. ''Sungguh mereka tak bermoral. Saya
ingin tahu apa komentar Ibu Mega. Apa dia tak punya
perasaan kewanitaan. Mengapa hanya diam saja,'' ujar
wanita berusia 40 itu. Menurutnya, ia dan sejumlah wanita
lain setelah kejadian itu berlindung ke Mapolres dan Gedung
Pramuka.
Ketika massa beratribut PDI Perjuangan menyerbu stadion
Wasesa, lanjut Ny S, ia dan beberapa ibu-ibu HWK sedang
bersiap-siap lari lewat pintu selatan. Tapi malang, massa
lebih dahulu menguasai pintu keluar. Ibu-ibu tadi sambil
menangis sempat mengiba agar tidak memperlakukan
mereka semena-mena. Tapi tak digubris.
Massa yang tak terkendali jika melihat kaos bewarna kuning
itu meminta beberapa ibu tadi termasuk Ny S dan Ny W
menanggalkan kaosnya. Semula para ibu tadi keberatan
karena itu menyangkut kehormatan mereka. Tapi massa tak
mau peduli, bahkan sambil mengacung-acungkan tongkat
mereka tetap memaksanya. Karena dipaksa, Ny S dan Ny W
akhirnya melepas kaos yang dikenakannya. ''Dalam keadaan
setengah telanjang, massa masih mengejar saya,'' tutur Ny S.
Untung kemudia, polisi meminjamkan jaketnya.
Lain lagi yang dialami Ny H 37. Ia dengan terpaksa
meloloskan kaos warna kuningnya karena diancam akan
dibunuh bila tak menuruti perintah massa. Perlakukan tragis
dialami D, seorang gadis berusia 18 tahun. Gadis ini pingsan
karena diperlakukan tak senonoh. Dia dilarikan ke rumah
sakit. Kemarin, dia lebih banyak diam dan menundukkan
kepala.
Keempat korban pelecehan itu kemarin mengaku telah
diintimadasi oleh sejumlah pelaku untuk tidak melaporkan
persoalan ini kepada polisi.
Para korban pelecehan itu kemarin, tidak saja bermaksud
mengetuk perasaan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan
Megawati sebagai seorang wanita. Mereka meminta Megawati
lebih baik dalam membina para kadernya di daerah agar
kasus seperti ini tidak terjadi di daerah lain.
Menurut hasil investigasi HWK, FKWG dan Al Hidayah
terdapat 38 wanita yang menjadi korban pelecehan. Jumlah
ini kemungkinan bisa bertambah, karena laporannya baru
dari satu kecamatan yaitu Purbalingga Kota.
Dari jumlah itu, 19 orang berasal dari Kelurahan Purbalingga
Kidul, 13 orang dari Purbalingga Wetan dan sisanya dari
beberapa kelurahan lainnya. Usia para korban bervariasi
antara 18 tahun hingga 50 tahun.
Ketua DPD II Golkar, Soetarto Rachmat menyebutkan, hasil
laporan investigasi sementara ini akan dilaporkan ke Polres
untuk ditindaklanjuti.
Secara terpisah, Kapolres Letkol Pol Ipong Supomo
membenarkan pihaknya sedang mengusut kasus pelecehan
terhadap sejumlah wanita yang dilakukan massa beratribut
PDI Perjuangan. Ia membenarkan, di antara korban ada tidak
berani melapor karena khawatir akan keamanan dirinya.
--
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)