Sebagai simpatisan PDI-P saya setuju jika oknum yang bersalah ditindak.
Siapapun yang melakukan pembukaan paksa baju wanita itu harus ditindak
seadil-adilnya, karena nafsu individulah yang melakukan itu. Apalagi
jika ada yang mengaku-ngaku PDI-P ternyata punya KTA Golkar dan PP, itu
perlu diseldiki lagi siapa yang bayar (enggak susah kok mengetahui
manajemen menengahnya; biasanya yang pegang duit).
PDI-P harus bersikap kepada rakyat dan kemauan rakyat. Tidak ada orang
yang diatas hukum dan kebal hukum. Siapapun yang bersalah termasuk
simpatisan atau siapapun (saya atau Brawijaya) harus dihukum
seadil-adilnya. Bukan seperti sekarang, kalau pembina partai tertentu
yach kebal hukum.
Karena itu saya menunggu sekali komentar Mega dan tim PDI-P untuk
mengeluarkan statement bahwa PDI-P sangat menghormati hak siapapun
termasuk hak wanita, dan mengusulkan untuk menghukum seadil-adilnya
pelaku kerusuhan serta juga otak kerusuhan dibelakang layar.
peace.
FNU Brawijaya wrote:
>
> Wah, berhubung saya belum menentukan untuk milih yg mana,
> jadi ya endak berusaha membela ataupun memojokkan suatu partai.
> Di bawah ini artikel di republika. Di Suara Merdeka juga banyak korban
> yg membantah sinyalemen bahwa korban melepas kaosnya sendiri
> karena ketakutan. Menurut mereka, mereka melepas kaos karena
> dipaksa. Bahkan ada yg diancam mau dibunuh bila tidak melepasnya.
> Ada juga yang aktif memakai tangannya untuk mencopoti kaos kuning.
>
> Suara Merdeka menyebut jumlah korban yang melapor 38 orang.
> Belum yg tidak berani melapor karena diancam dibunuh dan yg malu.
>
> Sekarang siapa dalangnya? Apakah PDI-P, Masyarakat biasa yg
> kalap, atau malah Golkar? Sejauh ini Harian Suara Merdeka (koran
> lokal Jateng, di mana Purbalingga berada) kok tidak menyebut
> nama PP. Yang muncul adalah Bendahara PDI-P yang mengaku
> memang berada di lapangan, dan bangga bisa mengusir Akbar Tanjung.
>
> Akhirnya PDI-P menurunkan tim dan akan bertindak tegas thd oknumnya.
> Itu setelah banyak organisasi wanita protes. Inga...inga.... 50% pencoblos
> adalah wanita...
>
> Memang ini juga salah Golkar yg curang mencuri start kampanye.
>
> Nah, sebagai fungsionaris eh simpatisan PDI-P (hehe...), bagaimana nih
> Bung Blucer dalam mensikapi berita ini?
>
> Salam,
> Jaya
>
> '-----------------
> Kisah Wanita Korban Kasus Purbalingga
>
> Wanita berusia 48 tahun itu tak kuasa menahan tangisnya.
> Ruang kerja Himpunan Wanita Karya (HWK) di Kantor DPD II
> Golkar Purbalingga, Jateng, hening. Sejumlah wanita yang
> hadir menundukkan kepala. Mereka tenggelam dalam
> kesedihan saat wanita beranak tiga itu terbata-bata
> memaparkan pelecehan yang dialaminya ketika mengikuti
> silaturahmi Golkar, 2 April lalu di Stadion Wasesa.
>
> ''Saya ingat betul pelakunya. Ada tiga orang lelaki yang
> mencopoti kaos yang saya kenakan. Mereka jelas dari orang
> PDI Perjuangan, karena yang warna merah bergambar Ibu
> Megawati,'' kisah Ny S, wanita berusia 48 tahun itu sambil
> sesekali menyeka air matanya.
>
> Ny S penduduk Kelurahan Purbalingga Kidul, salah satu
> wanita yang busananya dicopot oleh massa yang
> menggunakan atribut PDI Perjuangan dalam kasus
> Purbalingga. Ketika itu, kader-kader Golkar yang akan
> menghadiri apel akbar di Stadion Wisesa, diserang. Sebuah
> mobil dibakar. Mobil yang ditumpangi Ketua Umum DPP
> Golkar Akbar Tanjung dirusak.
>
> Ibu setengah baya itu mengaku trauma. Ketika melewati
> stadion Wasesa, ia merasa sedang menonton aib yang
> dialaminya. Hal ini juga dialami Ny. W yang juga menjadi
> korban pelecehan. ''Sungguh mereka tak bermoral. Saya
> ingin tahu apa komentar Ibu Mega. Apa dia tak punya
> perasaan kewanitaan. Mengapa hanya diam saja,'' ujar
> wanita berusia 40 itu. Menurutnya, ia dan sejumlah wanita
> lain setelah kejadian itu berlindung ke Mapolres dan Gedung
> Pramuka.
>
> Ketika massa beratribut PDI Perjuangan menyerbu stadion
> Wasesa, lanjut Ny S, ia dan beberapa ibu-ibu HWK sedang
> bersiap-siap lari lewat pintu selatan. Tapi malang, massa
> lebih dahulu menguasai pintu keluar. Ibu-ibu tadi sambil
> menangis sempat mengiba agar tidak memperlakukan
> mereka semena-mena. Tapi tak digubris.
>
> Massa yang tak terkendali jika melihat kaos bewarna kuning
> itu meminta beberapa ibu tadi termasuk Ny S dan Ny W
> menanggalkan kaosnya. Semula para ibu tadi keberatan
> karena itu menyangkut kehormatan mereka. Tapi massa tak
> mau peduli, bahkan sambil mengacung-acungkan tongkat
> mereka tetap memaksanya. Karena dipaksa, Ny S dan Ny W
> akhirnya melepas kaos yang dikenakannya. ''Dalam keadaan
> setengah telanjang, massa masih mengejar saya,'' tutur Ny S.
> Untung kemudia, polisi meminjamkan jaketnya.
>
> Lain lagi yang dialami Ny H 37. Ia dengan terpaksa
> meloloskan kaos warna kuningnya karena diancam akan
> dibunuh bila tak menuruti perintah massa. Perlakukan tragis
> dialami D, seorang gadis berusia 18 tahun. Gadis ini pingsan
> karena diperlakukan tak senonoh. Dia dilarikan ke rumah
> sakit. Kemarin, dia lebih banyak diam dan menundukkan
> kepala.
>
> Keempat korban pelecehan itu kemarin mengaku telah
> diintimadasi oleh sejumlah pelaku untuk tidak melaporkan
> persoalan ini kepada polisi.
>
> Para korban pelecehan itu kemarin, tidak saja bermaksud
> mengetuk perasaan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan
> Megawati sebagai seorang wanita. Mereka meminta Megawati
> lebih baik dalam membina para kadernya di daerah agar
> kasus seperti ini tidak terjadi di daerah lain.
>
> Menurut hasil investigasi HWK, FKWG dan Al Hidayah
> terdapat 38 wanita yang menjadi korban pelecehan. Jumlah
> ini kemungkinan bisa bertambah, karena laporannya baru
> dari satu kecamatan yaitu Purbalingga Kota.
>
> Dari jumlah itu, 19 orang berasal dari Kelurahan Purbalingga
> Kidul, 13 orang dari Purbalingga Wetan dan sisanya dari
> beberapa kelurahan lainnya. Usia para korban bervariasi
> antara 18 tahun hingga 50 tahun.
>
> Ketua DPD II Golkar, Soetarto Rachmat menyebutkan, hasil
> laporan investigasi sementara ini akan dilaporkan ke Polres
> untuk ditindaklanjuti.
>
> Secara terpisah, Kapolres Letkol Pol Ipong Supomo
> membenarkan pihaknya sedang mengusut kasus pelecehan
> terhadap sejumlah wanita yang dilakukan massa beratribut
> PDI Perjuangan. Ia membenarkan, di antara korban ada tidak
> berani melapor karena khawatir akan keamanan dirinya.
>
> --
> \\\|///
> \\ - - //
> ( @ @ )
> ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> FNU Brawijaya
> Dept of Civil Engineering
> Rensselaer Polytechnic Institute
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> --------------------Oooo------------
> oooO ( )
> ( ) ) /
> \ ( (_/
> \_)