Ini kayanya berkaitan dengan reliability dari sumber berita, soalnya
yang saya temukan di harian BERNAS
(http://www.indomedia.com/bernas/9904/05/UTAMA/05uta0.html) juga
mengatakan lain dari apa yang dimuat oleh SiaR. Kalau tiga dari empat
sumber mengatakan bahwa oknum yang di tangkap itu mengaku kader PDI-P
sementara hanya satu yang mengatakan sebalikknya maka saya tidak berani
mengatakan bahwa yang satu itu yang benar. Nggak tahu kalau bung Blucer
punya argumentasi untuk mengadakan pembenaran terhadap yang satu itu.
Dari segi reliability-nya, bisa dilihat juga bahwa sumber yang tiga itu
lebih reliable (Suara Merdeka, Media Indonesia, dan Bernas) sedangkan
yang satu hanya merupakan artikel dari sebuah milis (SiaR). Mungkin ada
yang bisa mengajukan metodologi research yang membenarkan kesimpulan
berdasarkan satu sumber yang kurang reliable, sementara di temukan
lebih banyak sumber lain yang lebih reliable mengatakan sebaliknya...??
Tapi sekali lagi, saya tidak bermaksud memihak satu partai dan
memojokkan partai yang lain. Sudah saya katakan, saya tidak akan milih.
Bagi saya, siapapun pelakunya, dan apapun motivasi di belakangnya, yang
jelas hal itu TIDAK BISA DI BENARKAN dan TIDAK BISA DIANGGAP WAJAR baik
dari sisi hukum maupun moral.
Karena jelas jelas pelaku di lapangan pada kejadian Purbalingga itu
memakai atribut PDI-P, maka sudah seharusnya Megawati dengan besar hati
minta maaf kepada Masyarakat (bukan cuma Golkar) atas kejadian itu dan
berjanji untuk mengusut tuntas. Apabila ternyata ditemukan bukti bahwa
kader PDI-P yang melakukannya, baik atas perintah maupun inisiatif
sendiri, Megawati sebagai ketua PDI-P harus melakukan tindakan tegas.
Bila ternyata ditemukan bahwa hal itu merupakan rekayasa dari Golkar
atau kelompok lain, akan di klarifikasi dan tentunya dalam hal ini piha
Golkar yang harus minta maaf, dan siap menanggung resiko untuk di
bubarkan atau kehilangan pendukung.
Sekali lagi, diperlukan KEBESARAN JIWA dan KELAPANGAN DADA untuk
menerima perbedaan demi menyukseskan Pemilu 99 yang diharapkan akan
bisa menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai krisis yang melanda
negara kita.
--- FNU Brawijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Wah, berhubung saya belum menentukan untuk milih yg mana,
> jadi ya endak berusaha membela ataupun memojokkan suatu partai.
> Di bawah ini artikel di republika. Di Suara Merdeka juga banyak
> korban
> yg membantah sinyalemen bahwa korban melepas kaosnya sendiri
> karena ketakutan. Menurut mereka, mereka melepas kaos karena
> dipaksa. Bahkan ada yg diancam mau dibunuh bila tidak melepasnya.
> Ada juga yang aktif memakai tangannya untuk mencopoti kaos kuning.
>
> Suara Merdeka menyebut jumlah korban yang melapor 38 orang.
> Belum yg tidak berani melapor karena diancam dibunuh dan yg malu.
>
> Sekarang siapa dalangnya? Apakah PDI-P, Masyarakat biasa yg
> kalap, atau malah Golkar? Sejauh ini Harian Suara Merdeka (koran
> lokal Jateng, di mana Purbalingga berada) kok tidak menyebut
> nama PP. Yang muncul adalah Bendahara PDI-P yang mengaku
> memang berada di lapangan, dan bangga bisa mengusir Akbar Tanjung.
>
> Akhirnya PDI-P menurunkan tim dan akan bertindak tegas thd oknumnya.
> Itu setelah banyak organisasi wanita protes. Inga...inga.... 50%
> pencoblos
> adalah wanita...
>
> Memang ini juga salah Golkar yg curang mencuri start kampanye.
>
> Nah, sebagai fungsionaris eh simpatisan PDI-P (hehe...), bagaimana
> nih
> Bung Blucer dalam mensikapi berita ini?
>
>
> Salam,
> Jaya
>
>
> '-----------------
> Kisah Wanita Korban Kasus Purbalingga
>
> Wanita berusia 48 tahun itu tak kuasa menahan
> tangisnya.
> Ruang kerja Himpunan Wanita Karya (HWK) di
> Kantor DPD II
> Golkar Purbalingga, Jateng, hening. Sejumlah
> wanita yang
> hadir menundukkan kepala. Mereka tenggelam
> dalam
> kesedihan saat wanita beranak tiga itu
> terbata-bata
> memaparkan pelecehan yang dialaminya ketika
> mengikuti
> silaturahmi Golkar, 2 April lalu di Stadion
> Wasesa.
>
> ''Saya ingat betul pelakunya. Ada tiga orang
> lelaki yang
> mencopoti kaos yang saya kenakan. Mereka
> jelas dari orang
> PDI Perjuangan, karena yang warna merah
> bergambar Ibu
> Megawati,'' kisah Ny S, wanita berusia 48
> tahun itu sambil
> sesekali menyeka air matanya.
>
> Ny S penduduk Kelurahan Purbalingga Kidul,
> salah satu
> wanita yang busananya dicopot oleh massa yang
> menggunakan atribut PDI Perjuangan dalam
> kasus
> Purbalingga. Ketika itu, kader-kader Golkar
> yang akan
> menghadiri apel akbar di Stadion Wisesa,
> diserang. Sebuah
> mobil dibakar. Mobil yang ditumpangi Ketua
> Umum DPP
> Golkar Akbar Tanjung dirusak.
>
> Ibu setengah baya itu mengaku trauma. Ketika
> melewati
> stadion Wasesa, ia merasa sedang menonton aib
> yang
> dialaminya. Hal ini juga dialami Ny. W yang
> juga menjadi
> korban pelecehan. ''Sungguh mereka tak
> bermoral. Saya
> ingin tahu apa komentar Ibu Mega. Apa dia tak
> punya
> perasaan kewanitaan. Mengapa hanya diam
> saja,'' ujar
> wanita berusia 40 itu. Menurutnya, ia dan
> sejumlah wanita
> lain setelah kejadian itu berlindung ke
> Mapolres dan Gedung
> Pramuka.
>
> Ketika massa beratribut PDI Perjuangan
> menyerbu stadion
> Wasesa, lanjut Ny S, ia dan beberapa ibu-ibu
> HWK sedang
> bersiap-siap lari lewat pintu selatan. Tapi
> malang, massa
> lebih dahulu menguasai pintu keluar. Ibu-ibu
> tadi sambil
> menangis sempat mengiba agar tidak
> memperlakukan
> mereka semena-mena. Tapi tak digubris.
>
> Massa yang tak terkendali jika melihat kaos
> bewarna kuning
> itu meminta beberapa ibu tadi termasuk Ny S
> dan Ny W
> menanggalkan kaosnya. Semula para ibu tadi
> keberatan
> karena itu menyangkut kehormatan mereka. Tapi
> massa tak
> mau peduli, bahkan sambil mengacung-acungkan
> tongkat
> mereka tetap memaksanya. Karena dipaksa, Ny S
> dan Ny W
> akhirnya melepas kaos yang dikenakannya.
> ''Dalam keadaan
> setengah telanjang, massa masih mengejar
> saya,'' tutur Ny S.
> Untung kemudia, polisi meminjamkan jaketnya.
>
> Lain lagi yang dialami Ny H 37. Ia dengan
> terpaksa
> meloloskan kaos warna kuningnya karena
> diancam akan
> dibunuh bila tak menuruti perintah massa.
> Perlakukan tragis
> dialami D, seorang gadis berusia 18 tahun.
> Gadis ini pingsan
> karena diperlakukan tak senonoh. Dia
> dilarikan ke rumah
> sakit. Kemarin, dia lebih banyak diam dan
> menundukkan
> kepala.
>
> Keempat korban pelecehan itu kemarin mengaku
> telah
> diintimadasi oleh sejumlah pelaku untuk tidak
> melaporkan
> persoalan ini kepada polisi.
>
> Para korban pelecehan itu kemarin, tidak saja
> bermaksud
> mengetuk perasaan Ketua Umum DPP PDI
> Perjuangan
> Megawati sebagai seorang wanita. Mereka
> meminta Megawati
> lebih baik dalam membina para kadernya di
> daerah agar
> kasus seperti ini tidak terjadi di daerah
> lain.
>
> Menurut hasil investigasi HWK, FKWG dan Al
> Hidayah
> terdapat 38 wanita yang menjadi korban
> pelecehan. Jumlah
> ini kemungkinan bisa bertambah, karena
> laporannya baru
> dari satu kecamatan yaitu Purbalingga Kota.
>
> Dari jumlah itu, 19 orang berasal dari
> Kelurahan Purbalingga
> Kidul, 13 orang dari Purbalingga Wetan dan
> sisanya dari
> beberapa kelurahan lainnya. Usia para korban
> bervariasi
> antara 18 tahun hingga 50 tahun.
>
> Ketua DPD II Golkar, Soetarto Rachmat
> menyebutkan, hasil
> laporan investigasi sementara ini akan
> dilaporkan ke Polres
> untuk ditindaklanjuti.
>
> Secara terpisah, Kapolres Letkol Pol Ipong
> Supomo
> membenarkan pihaknya sedang mengusut kasus
> pelecehan
> terhadap sejumlah wanita yang dilakukan massa
> beratribut
> PDI Perjuangan. Ia membenarkan, di antara
> korban ada tidak
> berani melapor karena khawatir akan keamanan
> dirinya.
>
> --
> \\\|///
> \\ - - //
> ( @ @ )
> ------------oOOo-(_)-oOOo-----------
> FNU Brawijaya
> Dept of Civil Engineering
> Rensselaer Polytechnic Institute
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> --------------------Oooo------------
> oooO ( )
> ( ) ) /
> \ ( (_/
> \_)
>
===
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com