Dulu (sekali) saya pernah baca seorang peneliti di AS menyigi perilaku hombreng. Yang ia teliti "mengapa kebanyakan kaum hombreng kalo bicara selalu mengeluarkan bunyi desis, walau kata yang diucapkan tidak ada huruf desisnya". Gejala ini, katanya, universal. Nggak hanya dijumpai di AS. Sedikitnya dua tahun ia meneliti. Hasilnya ia sendiri tak tahu bagaimana menyimpulkannya. Ada yang tahu? Wassalam, Efron
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Andrew G Pattiwael
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Mohammad Rosadi
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Mohammad Rosadi
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Andrew G Pattiwael
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Mohammad Rosadi
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Andrew G Pattiwael
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Mohammad Rosadi
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Andrew G Pattiwael
- Re: Gay(a) Nusantara dan PRD Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
- Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)
