Dulu (sekali) saya pernah baca seorang peneliti di AS menyigi perilaku
hombreng. Yang ia teliti "mengapa kebanyakan kaum hombreng kalo bicara
selalu mengeluarkan bunyi desis, walau kata yang diucapkan tidak ada huruf
desisnya". Gejala ini, katanya, universal. Nggak hanya dijumpai di AS.

Sedikitnya dua tahun ia meneliti. Hasilnya ia sendiri tak tahu bagaimana
menyimpulkannya.
Ada yang tahu?

Wassalam,
Efron

Kirim email ke