Kembali Postingan ttg Pramoedya Ananta Toer (Part IV) ====================================================================== >From: Anies Baswedan <[EMAIL PROTECTED]> >To: Samson Kaber <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: [bincang] Artikel Pramoedya Ananta Toer >Date: Mon, 12 Apr 1999 11:39:24 -0700 (PDT) > >--- Samson Kaber <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Teman-teman, >> >> Tulisan Pramoedya di website ini cukup menarik, >> karena merupakan >> jawaban beliau atas kritik mengenai keterlibatannya >> di Lekra dan >> tuduhan bahwa dia menghambat kebebasan berekspresi >> sewaktu OrLa. >> >> http://www.radix.net/~bardsley/apolog.html >> >> Salam damai, >> >> Samson > >Salam ! > >Supaya kita tidak menilai Pram secara emosional dan >tanpa berdasarkan fakta yang lengkap maka bersama ini >saya kirimkan contoh karya tulisnya Pramoedya Ananta >Toer di masa pra-1966. Selain tulisan ini masih banyak >lagi tulisan dan pidato Pram yang perlu dibaca sebelum >seseorang berani memberikan penilaian. > >Isi tulisan dibawah ini disalin sesuai aslinya, tanpa >perubahan termasuk kekeliruan penulisan tetap disalin >seperti apa adanya. (e.g. ideolozi & ideologi) > >Semoga tulisan Pram ini bisa membantu kita untuk >menilai Pram sebagai Pram, bukan cuma Pram sebagai >korban kebiadaban kekerasan politik Orde Baru, tapi >sebagai sastrawan/budayawan yang sudah menulis jauh >sebelum tahun 1966. Supaya kita bisa menilai dengan >dasar fakta sejarah bukan menilai berdasarkan >kebohongan sejarah. Pada akhirnya, penilaian adalah >soal kejujuran dan obyektivitas. > >Salam, AB > >------------------------------------------------------ > >Tahun 1965 Tahun Pembabatan Total >Oleh Pramoedya Ananta Toer, >Redaktur "Lentera"/Bintang Timur. >(Dimuat dalam Lembaran Kebudayaan "Lentera" pada >harian Bintang Timur, 9 Mei 1965) > >Dengan dipersenjatai oleh amanat "Banting Stir" Bung >Karno di depan MPRS, termasuk di dalamnya asas >"berdikari", amanat Dasawarsa KAA-I, dan amanat >Harpenas, Rakyat Indonesia dan para Pekerja kebudayaan >makin diperlengkapi persenjataannya untuk mengganyang >kebudayaan Manikebu, Komprador, Imperialis dan Kontra >Revolusi secara total. > >Segala macam kebudayaan kosmopolit yang mendukung dan >mengembangkan nihilisme-nasional tersebut benar-benar >sudah tidak dapat ditenggang lagi, tidak peduli dari >mana pun datangnya dan siapapun pendukungnya. Revolusi >Indonesia tidak membutuhkan penadahan dan >tukang-tukang tadah kebudayaan-setan dunia. > >Untuk waktu yang lama tukang-tukang tadah ini menadahi >segala macam penyakit dunia kapitalis-imperialis pada >satu segi, dan secara aktif ikut melakukan pembentukan >ideologi-setan pada lain segi. > >17 Agustus 1965 yang akan datang, dalam merayakan 20 >tahun kemerdekaan Indonesia, kebudayaan-setan ini >seyogyanya sudah harus tidak lagi mengotori bumi dan >manusia Indonesia. > >Sebagaimana diketahui potensi pengembangan >kebudayaan-setan ini masih kuat dalam masyarakat kita, >baik yang dilakukan oleh sementara instansi resmi, >swasta maupun perorangan. > >Dapat disinyalemen, bahwa mempertahankan >kebudayaan-setan tersebut, sengaja dilakukan untuk >merongrong menanjaknya situasi revolusioner dewasa >ini, dan karenanya semakin menanjak situasi >revolusioner itu, semakin meningkat cara-cara >perongrongan atasnya. Jelas, bahwa mempertahankan dan >mengembangkan kebudayaan-setan ini tidak lagi soal >selera sebagaimana mereka selalu mencoba meyakinkan, >tetapi telah merupakan sistem perongrongan yang >terorganisir. Dan karena itu pengganyangan terhadapnya >mau tak mau harus pula secara terorganisasi. > >Kepada instansi-instansi resmi yang setelah 8 mei >1964, yaitu setelah pelarangan Manikebu oleh Bung >Karno, masih saja meneruskan operasinya, tahun ini >juga akan dimintai pertanggung-jawabannya. > >Kepada instansi-instansi tidak resmi atau swasta juga >akan diminta tanggung jawabnya dan >keterangan-keterangan ke mana saja produksi >kebudayaan-setannya itu dikirimkan. > >Penerbit sebagai alat pembantu pembentukan ideolozi >dalam tahun "Banting Stir" ini akan dihadapkan pada >ujian, sedang penerbit-penerbit gelap yang tidak >tercatat, dalam hubungan dengan kedudukannya sebagai >alat pembantu pembentukan ideolozi tersebut, adalah >sebagai kontra revolusioner. > >Sebagaimana diketahui, untuk waktu yang lama penerbit >"Endang" (Jakarta) sebagai produsen buku-buku antikom, >demikian juga halnya dengan "Inmajority". Kemana >sajakah buku-buku terbitan mereka ini dikirimkan? Dan >bagaimanakah rencana konkret mereka, dan proyek >politik itu berafiliasi pada kekuatan apa? > >Sebagaimana diketahui penerbit-penerbit yang >menerbitkan karya-karya Manikebu adalah seperti >penerbit-penerbit pemerintah, penerbit-penerbit swasta >untuk tidak menyebutkan beberapa nama. Apakah sebabnya >penerbit-penerbit tersebut menerbitkan dan apakah >sebabnya tidak pernah menarik kembali >penerbitan-penerbitan tersebut dari peredaran? Apakah >sebabnya ada penerbit yang justru menerbitkan >buku-buku plagiat Hamka, sedang sudah diketahuinya >karya tersebut adalah plagiat? Bukankah Presiden >Soekarno telah menggariskan agar berkepribadian >sendiri pada sekitar Konsepsi Presiden tahun 1975? >Apakah perbuatannya tersebut mendukung tugas >perongrongan, ataukah hanya karena ketamakan belaka? > >Juga pada tahun ini perusahaan-perusahaan penerbitan >yang secara demonstratis mempampangkan gigi, bahwa >mereka berani menerima dan memobilisasi tenaga-tenaga >Manikebu/BPS takkan luput dari keharusan memberikan >pertanggungjawaban. > >Gerakan manikebu secara dialektik telah menyebabkan >organisasi-organisasi massa belajar beraksi dalam satu >front persatuan yang bulat. Dan aksi front kini telah >menjadi tradisi di Indonesia. Maka gerakan >mengembangkan kebudayaan-setan sebagai sistem >perongrongan ini secara dialektik pun memutuskan >aksi-aksi front yang akan datang. Perkembangan yang >demikian takkan dapat dielakan, sedang >kemenangan-kemenangan baru sama pastinya dengan >hancurnya lawan-lawan revolusi. > >Dalam tahun "Banting Stir", tahun "Berdikari", >ketukangtadahan kebudayaan asing sama artinya dengan >mempertahankan ideologi lama untuk menyerimpung >revolusi, karena ia mempertahankan kondisi lama, >kondisi di bawah tindakan imperialisme-kolonialisme. > >Kita masih bisa bertanya sekarang ini, apakah sebabnya >buku ZA Ahmad Membentuk Negara Islam masih pada >meringis di pinggir-pinggir jalan Jakarta, sekalipun >di trotoar, dan apakah sebabnya buku Doktor Zhivago >terjemahan Trisno Sumardjo diterbitkan? > >Kita masih bisa bertanya bagaimanakah sikap >penerbit-penerbit yang selama ini berafiliasi pada >"Franklin Foundation" Amerika Serikat, dan karenanya >selama ini ikut melakukan agresi kebudayaan di >Indonesia? Apakah tanpa bantuan "Franklin Foundation" >AS penerbit-penerbit semacam itu masih hidup terus, >dan adakah kelangsungan hidupnya dalam alam berdikari >justru, karena mendapatkan bantuan gelap, ataukah >karena memang telah berdikari sebagai kolone kelima >bidang kebudayaan? > >Kita tahu bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari >kristalisasi kreatif yang telah dicapai oleh suatu >taraf pekembangan ideologi. Setiap tindak penadahan >atas kebudayaan-setan secara langsung melakukan tidak >sabotase terhadap kristalisasi kreatif tersebut pada >satu segi, dan terhadap manifestasinya pada segi yang >lain. Sedang secara politik penerbit-penerbit demikian >membentuk satu golongan tertentu dalam masyarakat >dengan ideologi tukang tadah, golongan yang menjadi >tawanan jinak imperialisme-imperialisme, dan dengan >sendirinya melucuti dari militansi patriotik dan >militansi internasionalisnya. > >Dengan bersenjatakan "Berdikari", "Berkepribadian >dalam kebuadayaan" dan "Banting Stir", pembersihan >terhadap penerbit yang menjadi pabrik ideolozi >gelandangan telah merupakan suatu tantangan bagi semua >organisasi kebudayaan yang progresif revolusioner. > >Pembersihan ini bukan saja akan mengakibatkan >terjadinya perkembangan yang sehat dalam pembinaan >kepribadian nasional, juga menghabisi perbentengan >terakhir musuh-musuh revolusi. Sedang di bidang >sosial-ekonomi secara edukatif akan membantu >penerbit-penerbit manipolis memasuki form-nya sebagai >alat revolusi sesuai dengan tuntutan situasi >revolusioner dewasa ini. > >Juga di bidang penerbitan, setiap kekalahan pada pihak >lawan mengakibatkan terjadinya kemajuan ganda pada >kekuatan revolusioner. > > >_________________________________________________________ >Do You Yahoo!? >Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com > > > > >--------------------------------------------------------------------- -------- >To subscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED] >To unsubscribe: send a blank email to: [EMAIL PROTECTED] >This mailing list sponsored by http://www.webIndonesia.com >--------------------------------------------------------------------- -------- ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
