"Tunjukan bahwa mereka adalah saudaramu, apa yang mereka derita adalah
juga penderitaanmu. Jangan hanya engkau tunjukkan saja, tetapi jadikanlah
ini sebagai ibadahmu."

***********************************************************************
                          Mahasiswa Kristen Minta Aparat
                          Segera Usut Peledakan Istiqlal
                          Reporter: Sigit Widodo

                          detikcom, Jakarta - Solidaritas Mahasiswa
Kristen untuk
                          Reformasi Indonesia (SMKRI) meminta kepada
Kepala
                          Kepolisian RI dan Menhankam/Panglima TNI untuk
segera
                          mengusut, menangkap dan mengadili pelaku
peledakan masjid
                          Istiqlal. Hal ini tertuang dalam pernyataan
sikap SMKRI yang
                          dikeluarkan Selasa (20/4/1999).

                          Pernyataan ini ditandatangani oleh koordinator
SMKRI, Martin
                          Manurung. Dalam pernyataan ini SMKRI menilai
peledakan di
                          Istiglal memiliki keterkaitan denganinsiden
                          pembakaran-pembakaran rumah ibadah lainnya.
SMKRI
                          menilai hal ini tidak dapat dibenarkan apapun
alasannya dan
                          siapapun pelakunya.

                          Hal inilah yang mendorong SMKRI meminta kepada
Kepala
                          Kepolisian RI dan Menhankam/Panglima TNI agar
segera
                          mengusut, menangkap dan mengadili para
"Provokator" dan
                          istilah lainnya yang dituding sebagai dalang
dibalik
                          insiden-insiden tersebut. Pernyataan-pernyataan
tentang
                          provokator dan lain-lain itu menurut SMKRI
hanya akan
                          menambah resah masyarakat.

                          SMKRI meminta kepada seluruh masyarakat agar
senantiasa
                          berpikir jernih, tenang dan penuh damai. Hal
ini diperlukan
                          dalam menyikapi berbagai peristiwa yang kini
kerap
                          mengganggu wacana kerukunan dan kemajemukan
bangsa
                          Indonesia.

Kirim email ke