Ya itu lah.... sebetulnya pemasangan satu orang dalam beberapa jabatan
juga dapat diartikan bahwa:
(1) pimpinan tidak percaya kepada banyak orang (internal pribadi BJH sendiri)
(2) tidak banyak orang yg dapat dipercaya (masalah eksternal BJH)
Keduanya jadi masalah besar bagi BJH. Yang pertama berarti BJH masih perlu
belajar MGT101 s/d 699 ('kali), yang kedua berarti organisasinya kurang
personil.
Lebih lanjut mengenai kedudukan DFA yang tumpang tindih juga mengindikasikan
bahwa sebetulnya sistem pemerintahan RI masih menganut MANAJEMEN PASAR. Tata
keorganisasian masih digarap secara sembrono. Bila nggak ada feedback negatif
ya jalan terus, kalau kebetulan ada sentilan baru pada geragapan seperti
orang tidur disiram air. Istilahnya sluman-slumun slamet, masih mengandalkan
luck.
Salam,
Jaya
On Apr 20, 1:23pm, Dodo D. wrote:
> Subject: Re: Pengakuan Pemerintah ttg Timor-Timur
> karena pejabat deketnya presiden ndak terkena tuntutan masalah dwi
> fungsi, makanya si ibu itu memanfaatkan akronim namanya untuk ber-DFA
> (Dwi Fungsi Ah..)....;)
>
> --- ". Brawijaya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Hehehe.....kali ada yg laporan kedudukan DFA diomongin di milis ini.
> > Hiya....ati-ati lho....
> >
> > Nah, sekarang udah pas kan kalau DFA ditaruh spt itu. Berarti bener
> > kalau kemarin sebetulnya kedudukannya lebih bersifat informal.
> > (Dukun kali..penasihat kok informal). Dengan demikian, teka-teki
> > silang kita sudah terjawab nih Bung BRidwan, bahwa memang DFA mau
> > diorbitkan cuma belum ada jabatan yang pas untuk mbak DFA ini.
> > Kalau kemarin mau didudukkan sebagai asisten Mensesneg, maka akan
> > ada kerancuan karena asisten mensesneg tanggung jawabnya ya ke
> > mensesneg. Padahal di lain pihak, BJH pengen nge-keep DFA supaya
> > dekat ke dia. Mangkane jadi mbingungi mau ditaruh sbg jubir salah,
> > jabatan yg lain juga kagok.
> >
> > Mungkinkah seorang Dewi menyandang begitu banyak jabatan? Ya
> > mungkin aja bung. Yang nggak mungkin adalah jabatan jubir sekaligus
> > menjabat asisten mensesneg. Soale dengan cara ini mensesneg akan
> > selalu dilangkahi. Kok asisten lebih deket dg BJH dpd menterine.
> > Cuma sekarang masalah ini sudah terselesaikan karena AT sebentar
> > lagi akan cuti, shg DFA otomatis sah ijah kabul berlaku sbg
> > mensesneg. Rak gitu tho? Wis gathuk...cocok...
> >
> >
> > Salam,
> > Jaya
> >
> >
> > On Apr 20, 11:19pm, bRidWaN wrote:
> > > Subject: Re: Pengakuan Pemerintah ttg Timor-Timur
> > > Hari ini disuati surat kabar, beliau disebutkan sebagai
> > > asisten Mensesneg bidang luar negeri.
> > > Nah, yang mana yang benar ? Mungkinkah seorang Dewi
> > > menyandang begitu banyak jabatan, ataukah ini merupakan
> > > tanda semrawutnya organisasi dalam kabinet saat ini?
> > >
> > >
> > > At 22:40 19/04/99 +0700, Erwin wrote:
> > > >Sekedar informasi...
> > > >Dewi Fortuna Anwar memang salah satu calon kandidat menjadi
> > Menteri
> > > >Luar Negeri di kemudian hari...
> > > >Setidaknya, Amien Rais dalam sebuah artikel di tabloid "Detak"
> > pernah
> > > >mengatakan, bahwa apabila Amien Rais terpilih menjadi presiden,
> > maka
> > > >Ia akan meminta Dewi Fortuna Anwar menjadi Menteri Luar
> > Negerinya...
> > > >
> > > >Salam,
> > > >Erwin
> > >
> > > >------
> > > >From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
> > > >Date: Monday, April 19, 1999 3:45 PM
> > > >
> > > >>Dr Dewi Fortuna Anwar ini siapa sih? Setahu saya 'beliau'
> > > >>adalah salah seorang PENASEHAT PRESIDEN.
> > > >>Mengapa terkesan kadang sebagai seorang Pejabat atau bahkan
> > > >>Menteri Luar Negeri?
> > > >>Jangan-jangan memang ada promosi yang saya tidak ketahui??
> > >-- End of excerpt from bRidWaN
> >
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>-- End of excerpt from Dodo D.