Akh kemarin Akbar tanjung sendiri yang bilang Habibie, kok sekarang
disembuyikan..apalagi nich.

. Brawijaya wrote:
>
> Yak sodara-sodara, caprez dari Golkar disembunyikan.
> Mungkin akan diumumkan setelah pemilu. Nah, ini baru rame
> karena benar-benar pencoblos akan memilih kucing dalam
> karung. Bila kemarin-kemarin saya bilang dengan adanya
> koalisi kita juga berhadapan dengan masalah kucing dalam
> karung secara semu, sekarang bener-bener riil. Dulu saya
> contohkan PK koalisi dg Golkar, kalau Golkar suaranya lebih
> banyak, otomatis PK akan berfungsi menguatkan. Eh, ini hanya
> contoh bahwa partai kecilpun, bahkan yg sudah nyebut nama
> capres mereka, bisa juga bermain untuk mendukung partai besar
> lain seperti Golkar. Sekali lagi pendukung PK jangan mengira
> saya bikin provokasi dg mengindikasikan PK akan koalisi dengan
> Golkar (walaupun ada terbersit dikit...hehehe....).
>
> Lha kalau Golkar sendiri yg merupakan partai besar menyembunyikan
> calonnya gimana? Nah, ini dia, situasi jadi mirip masa ORBA. Jadi
> bener-bener permainan kembali ke pola lama. Apakah langkah Golkar
> ini baik? Wah, menurut ane malah akan merugikan Golkar sendiri.
> Secara psikologis PASAR (berhubung ane cuman tukang batu), orang
> akan cenderung memilih hal-hal yg nyata daripada sesuatu yg
> gelap sama sekali. Bahasa hiperbolanya lebih baik memilih setan
> daripada kita nggak tahu pilihan lainnya malaikat
> ataukah iblis. Daripada ketanggor milih iblis lebih baik milih
> setan. Eh...ini sekedar bahasa hiperbola...
>
> Kelanjutannya silakan diikuti...
>
> Untuk Bung Badbatax, memang kalimat saya bahwa BJH bersembunyi di
> balik hukum di Indonesia yg tidak memungkinkan pengadilan thd
> presiden saya ambil dari harian. Bila ada yg mau memberikan
> referensi hukum tertulis tentu saya sangat berterima kasih.
>
> Salam,
> Jaya

Kirim email ke