Yak sodara-sodara, caprez dari Golkar disembunyikan.
Mungkin akan diumumkan setelah pemilu. Nah, ini baru rame
karena benar-benar pencoblos akan memilih kucing dalam
karung. Bila kemarin-kemarin saya bilang dengan adanya
koalisi kita juga berhadapan dengan masalah kucing dalam
karung secara semu, sekarang bener-bener riil. Dulu saya
contohkan PK koalisi dg Golkar, kalau Golkar suaranya lebih
banyak, otomatis PK akan berfungsi menguatkan. Eh, ini hanya
contoh bahwa partai kecilpun, bahkan yg sudah nyebut nama
capres mereka, bisa juga bermain untuk mendukung partai besar
lain seperti Golkar. Sekali lagi pendukung PK jangan mengira
saya bikin provokasi dg mengindikasikan PK akan koalisi dengan
Golkar (walaupun ada terbersit dikit...hehehe....).
Lha kalau Golkar sendiri yg merupakan partai besar menyembunyikan
calonnya gimana? Nah, ini dia, situasi jadi mirip masa ORBA. Jadi
bener-bener permainan kembali ke pola lama. Apakah langkah Golkar
ini baik? Wah, menurut ane malah akan merugikan Golkar sendiri.
Secara psikologis PASAR (berhubung ane cuman tukang batu), orang
akan cenderung memilih hal-hal yg nyata daripada sesuatu yg
gelap sama sekali. Bahasa hiperbolanya lebih baik memilih setan
daripada kita nggak tahu pilihan lainnya malaikat
ataukah iblis. Daripada ketanggor milih iblis lebih baik milih
setan. Eh...ini sekedar bahasa hiperbola...
Kelanjutannya silakan diikuti...
Untuk Bung Badbatax, memang kalimat saya bahwa BJH bersembunyi di
balik hukum di Indonesia yg tidak memungkinkan pengadilan thd
presiden saya ambil dari harian. Bila ada yg mau memberikan
referensi hukum tertulis tentu saya sangat berterima kasih.
Salam,
Jaya