Suatu pandangan yang jujur dan tulus. Tanpa bermaksud menyalahkan
ataupun menganggap negatif, saya melihat adanya ketimpangan didalam
memandang tokoh ekonomi yang kebetulan bukan Islam seperti Kwik Kian
Gie. Dari jawaban pak ustadz juga terlihat bahwa PK agak kurang memahami
rakyat yang non-muslim.
peace.
Sulistiono, Agus wrote:
>
> > Sebagai tambahan dari tulisan-tulisan tentang Partai Keadilan, saya
> > lampirkan tulisan mengenai tanya jawab antara seorang rekan saya yaitu
> > Tuti Sugeha dengan salah seorang pengurus DPP PK yaitu Ust. Aus Hidayat,
> > yang dilakukannya sekitar bulan September 1998.
> >
> > ASL
> > ======================================
> >
> > Apakah PK adalah bentukan dari ICMI yang notabene adalah 'anak asuhnya'
> > >Golkar ? ( Menurut info dari beberapa teman saya, bahwa PK adalah
> > bentukan
> > >dari ICMI. Teman saya dapat bocoran dari Pamannya yang berpangkat Mayjen
> > )
> > ---- Astaghfirullahal Azhim. P. Keadilan tidak ditentukan Nurmahmudi
> > Ismail.
> > Beliau hanya eksekutif.... Memang beliau dari BPPT tetapi beliau sekarang
> > sudah hengkang dari lembaga itu dan bukan berarti P. Keadilan bentukan
> > ICMI.
> > Saya pribadi termasuk dari 52 pendiri P. Keadilan. Bukan anggota ICMI. DR.
> > Salim, Dr. Hidayat Nurwahid, Ust. Abd Hasib dan sebagian besar pendiri
> > Partai bukan anggota ICMI. Cobalah tanyakanlah kepada Bpk Ahmad
> > Tirtosudiro
> > yang sesepuh ICMI itu.
> > ===========
> >
> > Menurut teman saya ( dia jebolan dari Australia ) bahwa PK selama ini
> > >didanai oleh Habibie dalam bentuk nama lain, artinya tidak langsung dari
> > >Habibie tetapi dengan memakai nama yayasan-yayasan. Teman saya mendapat
> > >bocoran dari 'orang dalam' ( katanya ).
> >
> > ===========
> > Partai Keadilan tidak mendapat dana sepeser uang pun dari Habibie. Cobalah
> > ibu bermain ke DPP atau sekrtariat DPW, DPD, atau DPC Partai Keadilan,
> > bahkan mencantumkan gambar Presiden pun teman-teman itu merasa tidak
> > perlu.
> > Masak iya Habibie mau mendanai Partai seperti ini. P. Keadilan mempunyai
> > Dewan Syariah untuk menentukan sikap apakah menerima sesuatu atau menolak
> > sesuatu. Bantuan yang bernilai riswah (sogokan) adalah haram bagi kami.
> > Aktifis P. Keadilan memang berasal dari berbagai yayasan-yayasan sosial,
> > dakwah dan pendidikan... Jumlahnya kl.75 yayasan... Di Jakarta a.l Khairu
> > ummat, Al Haramain, Al Hikmah, Nurul Fikri, di Ambon As Salaam di UP LSDI,
> > di Manado Ar Ribath, di Pontianak Ridha Ilahi, dan lain-lain.... Tidak ada
> > satu pun yang mencantumkan nama Habibie, orang Golkar, orang Pemerintah,
> > atau orang ICMI lainnya, apalagi didanai oleh mereka. Silahkan ke
> > yayasan-yayasam tersebut. Tanyalah kepada masyarkat di sekitarnya track
> > record para pengurus yayasan tersebut dan kiprahnya di dalam da'wah,
> > sosialdan pendidikan Islam.... Yayasan-yayasan tersebut dibentuk oleh para
> > alumni aktifis masjid kampus yang tersebar di seluruh seantero Nusantara
> > bahkan di negara lain. Mereka memiliki satu keyakinan, satu pemikiran, dan
> > satu konsepsi karena terbiasa dengan Minhaj Da'wah Kampus. Yayasn-yayasan
> > itu dibuat untuk melakukan pelayanan masyarakat di berbagai bidang
> > kehidupan..... Beberapa Pendiri Partai dahulu juga membuat KAMMI
> > (Kesatuan
> > Aksi Mahasiswa Muslim indonesia) yang berada di front terdepan dalam
> > reformasi melengserkan rezim gurita.
> >
> > ========
> >
> > >Ketika saya mengikuti acara Silaturahmi Akbar antar Tokoh Agama, Partai
> > >dan masyarakat Kemayoran di Mesdid Al-Mustaqiem, saya mendengar langsung
> > dari Bapak H. Amang Syafruddin bahwa PAN ketika pertama kali ditanya mau
> > berkoalisi dengan
> > >siapa, jawabannya adalah dengan PK. Alhamdulillah sekali. Apakah benar
> > >begitu Pak ??? ini adalah pendapat saya bahwa sekarang Partai-partai yang
> > berbau Islam harus mengambil langkah untuk menghentikan langkah si
> > Bantengnya Ibu Mega. Saya hanya khawatir, kalau PKB dan PDI Perjuangan
> > berkoalisi dan mereka memenangkan suara, atau menjadi Presiden, 'OTAKNYA'
> > si Kwik Kian Gie dan orang-orang Kristen lainnya / atau Islam
> > >Zionis akan membelokkan negara kita kearah kekufuran.
> >
> > =========
> >
> > Pak Amin itu punya ijtihad sendiri. Seandainya dahulu beliau membuat
> > Partai
> > berbasis massa Islam dengan asas Islam, kami mungkin hanya menggabung saja
> > dan tidak perlu membuat Partai Keadilan..... Dahulu ada upaya kita untuk
> > menggabungkan Pak Amin dengan P3 dan P3 harus berbasas Islam, nyatanya ini
> > pun tidak berhasil. Pak Amin Rais sangat tahu tentang integritas,
> > kredibilitas, dan kebersihan P. Keadilan. Silahkan tanya langsung pada
> > beliau. Bila ada orang ingin Partai Islam, pak Amin biasanya
> > mempersilahkan
> > ke P. keadilan. Bahkan ada calon-calon pengurus PAN dari suatu daerah yang
> > kecewa karena Pak Amin ingin ada pengurus beragama kristen... Pak Amin
> > tidak
> > marah, dan langsung mempersilahkan ke Partai Islam saja dan beliau
> > menunjuk
> > P. Keadilan. Sekarang ini alhamdulillah P3 sendiri telah berasas Islam.
> >
> > ============
> >
> > >Pak Aus, saya memang tidak percaya dengan 'omongan' teman saya, tapi hal
> > >tersebut membuat saya berpikir-pikir bahwa apakah benar semua itu ?? Saya
> > >tetap berkeyakinan bahwa PK adalah partai dakwah, berdiri sendiri seperti
> > >yang dikatakan oleh Bapak Presiden kita Pak Nurmahmudi Ismail. Terus
> > terang,
> > >saya sudah 'mencintai' partai ini, karena isinya adalah amar ma'ruf nahi
> > >mungkar. Orang-orangnya juga tidak plin plan. Saya juga suka karena
> > >didalamnya, banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur'an dan tidak mengumbar janji
> > >tapi benar-benar 'KERJA' untuk melayani masyarakat. Untuk itu jikalau
> > benar
> > >adanya apa yang dikatakan oleh teman saya, saya akan merasa SANGAT KECEWA
> > >sekali, karena saya merasa dibohongin oleh orang-orang yang saya percaya.
> > >Dalam hal apapun, Golkar sudah cacat dimata saya, walaupun sekarang dia
> > maju
> > >dengan program baru, tapi program tersebut tidak bisa mengobati rasa
> > kecewa
> > >saya selama ini. Mohon tanggapannya Pak.
> >
> > --- Terimakasih atas kepercayaan ibu Tuti. p. Keadilan adlah partai yang
> > berdiri sendiri, bersih dari Orla dan Orba... lihatlah pengurusnya yang
> > masih muda-muda... Pak Nur itu 38 th, pak Syamsul balda 37, Pak Anis 31
> > th,
> > DR. Salim 42 th, DR. Hidayat 38 tahun.... Kepercayaan ini akan lebih besar
> > dan terpelihara lagi bila ibu mau datang ke rumah tokoh-tokoh pendiri P.
> > keadilan, berdialog dengan isteri-isterinya atau melihat kehidupan
> > rumahtangganya. Insya Allah ibu akan menemukan keramahtamahan dan suasana
> > ukhuwah islamiyah. Keprcayaan itu dibangun karena persahabatan dan tak
> > kenal
> > maka tak sayang, bukan begitu?
> > --- Tentang kekesalan ibu pada Golkar, saya anggap wajar-wajar saja.
> > Perbaikan sedang mereka lakukan, tetapi itu tampaknya seperti terpaksa,
> > mereka masih melindungi orang-orang bersalah, dan masih kelihatan ada
> > orang-orang yang ambisius. Bahkan mereka adalah kumpulan orang-orang
> > bersalah dalam dunia politik. Sementara itu lawan-lawan mereka dipenuhi
> > dendam dan haus kekuasaan... Ada lagi yang ingin mempertahankan hegemoni
> > ABRI yang berlebihan. Pendeknya, negeri kita masih dipimpin oleh
> > orang-orang
> > yang jauh dari pertolongan Allah. Semoga Allah menolong kita karena usaha
> > kita menolong agama-Nya
> >
> > =============================================
> >