Setuju...karena Indonesia ini kan bangsa yang heterogen bukan homogen.
-----Original Message-----
From: Blucer Rajagukguk <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, April 21, 1999 11:16 AM
Subject: Re: FW: Tanya Jawab Partai Keadilan
>Suatu pandangan yang jujur dan tulus. Tanpa bermaksud menyalahkan
>ataupun menganggap negatif, saya melihat adanya ketimpangan didalam
>memandang tokoh ekonomi yang kebetulan bukan Islam seperti Kwik Kian
>Gie. Dari jawaban pak ustadz juga terlihat bahwa PK agak kurang memahami
>rakyat yang non-muslim.
>peace.
>
>Sulistiono, Agus wrote:
>>
>> > Sebagai tambahan dari tulisan-tulisan tentang Partai Keadilan, saya
>> > lampirkan tulisan mengenai tanya jawab antara seorang rekan saya yaitu
>> > Tuti Sugeha dengan salah seorang pengurus DPP PK yaitu Ust. Aus
Hidayat,
>> > yang dilakukannya sekitar bulan September 1998.
>> >
>> > ASL
>> > ======================================
>> >
>> > Apakah PK adalah bentukan dari ICMI yang notabene adalah 'anak asuhnya'
>> > >Golkar ? ( Menurut info dari beberapa teman saya, bahwa PK adalah
>> > bentukan
>> > >dari ICMI. Teman saya dapat bocoran dari Pamannya yang berpangkat
Mayjen
>> > )
>> > ---- Astaghfirullahal Azhim. P. Keadilan tidak ditentukan Nurmahmudi
>> > Ismail.
>> > Beliau hanya eksekutif.... Memang beliau dari BPPT tetapi beliau
sekarang
>> > sudah hengkang dari lembaga itu dan bukan berarti P. Keadilan bentukan
>> > ICMI.
>> > Saya pribadi termasuk dari 52 pendiri P. Keadilan. Bukan anggota ICMI.
DR.
>> > Salim, Dr. Hidayat Nurwahid, Ust. Abd Hasib dan sebagian besar pendiri
>> > Partai bukan anggota ICMI. Cobalah tanyakanlah kepada Bpk Ahmad
>> > Tirtosudiro
>> > yang sesepuh ICMI itu.
>> > ===========
>> >
>> > Menurut teman saya ( dia jebolan dari Australia ) bahwa PK selama ini
>> > >didanai oleh Habibie dalam bentuk nama lain, artinya tidak langsung
dari
>> > >Habibie tetapi dengan memakai nama yayasan-yayasan. Teman saya
mendapat
>> > >bocoran dari 'orang dalam' ( katanya ).
>> >
>> > ===========
>> > Partai Keadilan tidak mendapat dana sepeser uang pun dari Habibie.
Cobalah
>> > ibu bermain ke DPP atau sekrtariat DPW, DPD, atau DPC Partai Keadilan,
>> > bahkan mencantumkan gambar Presiden pun teman-teman itu merasa tidak
>> > perlu.
>> > Masak iya Habibie mau mendanai Partai seperti ini. P. Keadilan
mempunyai
>> > Dewan Syariah untuk menentukan sikap apakah menerima sesuatu atau
menolak
>> > sesuatu. Bantuan yang bernilai riswah (sogokan) adalah haram bagi kami.
>> > Aktifis P. Keadilan memang berasal dari berbagai yayasan-yayasan
sosial,
>> > dakwah dan pendidikan... Jumlahnya kl.75 yayasan... Di Jakarta a.l
Khairu
>> > ummat, Al Haramain, Al Hikmah, Nurul Fikri, di Ambon As Salaam di UP
LSDI,
>> > di Manado Ar Ribath, di Pontianak Ridha Ilahi, dan lain-lain.... Tidak
ada
>> > satu pun yang mencantumkan nama Habibie, orang Golkar, orang
Pemerintah,
>> > atau orang ICMI lainnya, apalagi didanai oleh mereka. Silahkan ke
>> > yayasan-yayasam tersebut. Tanyalah kepada masyarkat di sekitarnya track
>> > record para pengurus yayasan tersebut dan kiprahnya di dalam da'wah,
>> > sosialdan pendidikan Islam.... Yayasan-yayasan tersebut dibentuk oleh
para
>> > alumni aktifis masjid kampus yang tersebar di seluruh seantero
Nusantara
>> > bahkan di negara lain. Mereka memiliki satu keyakinan, satu pemikiran,
dan
>> > satu konsepsi karena terbiasa dengan Minhaj Da'wah Kampus.
Yayasn-yayasan
>> > itu dibuat untuk melakukan pelayanan masyarakat di berbagai bidang
>> > kehidupan..... Beberapa Pendiri Partai dahulu juga membuat KAMMI
>> > (Kesatuan
>> > Aksi Mahasiswa Muslim indonesia) yang berada di front terdepan dalam
>> > reformasi melengserkan rezim gurita.
>> >
>> > ========
>> >
>> > >Ketika saya mengikuti acara Silaturahmi Akbar antar Tokoh Agama,
Partai
>> > >dan masyarakat Kemayoran di Mesdid Al-Mustaqiem, saya mendengar
langsung
>> > dari Bapak H. Amang Syafruddin bahwa PAN ketika pertama kali ditanya
mau
>> > berkoalisi dengan
>> > >siapa, jawabannya adalah dengan PK. Alhamdulillah sekali. Apakah benar
>> > >begitu Pak ??? ini adalah pendapat saya bahwa sekarang Partai-partai
yang
>> > berbau Islam harus mengambil langkah untuk menghentikan langkah si
>> > Bantengnya Ibu Mega. Saya hanya khawatir, kalau PKB dan PDI Perjuangan
>> > berkoalisi dan mereka memenangkan suara, atau menjadi Presiden,
'OTAKNYA'
>> > si Kwik Kian Gie dan orang-orang Kristen lainnya / atau Islam
>> > >Zionis akan membelokkan negara kita kearah kekufuran.
>> >
>> > =========
>> >
>> > Pak Amin itu punya ijtihad sendiri. Seandainya dahulu beliau membuat
>> > Partai
>> > berbasis massa Islam dengan asas Islam, kami mungkin hanya menggabung
saja
>> > dan tidak perlu membuat Partai Keadilan..... Dahulu ada upaya kita
untuk
>> > menggabungkan Pak Amin dengan P3 dan P3 harus berbasas Islam, nyatanya
ini
>> > pun tidak berhasil. Pak Amin Rais sangat tahu tentang integritas,
>> > kredibilitas, dan kebersihan P. Keadilan. Silahkan tanya langsung pada
>> > beliau. Bila ada orang ingin Partai Islam, pak Amin biasanya
>> > mempersilahkan
>> > ke P. keadilan. Bahkan ada calon-calon pengurus PAN dari suatu daerah
yang
>> > kecewa karena Pak Amin ingin ada pengurus beragama kristen... Pak Amin
>> > tidak
>> > marah, dan langsung mempersilahkan ke Partai Islam saja dan beliau
>> > menunjuk
>> > P. Keadilan. Sekarang ini alhamdulillah P3 sendiri telah berasas Islam.
>> >
>> > ============
>> >
>> > >Pak Aus, saya memang tidak percaya dengan 'omongan' teman saya, tapi
hal
>> > >tersebut membuat saya berpikir-pikir bahwa apakah benar semua itu ??
Saya
>> > >tetap berkeyakinan bahwa PK adalah partai dakwah, berdiri sendiri
seperti
>> > >yang dikatakan oleh Bapak Presiden kita Pak Nurmahmudi Ismail. Terus
>> > terang,
>> > >saya sudah 'mencintai' partai ini, karena isinya adalah amar ma'ruf
nahi
>> > >mungkar. Orang-orangnya juga tidak plin plan. Saya juga suka karena
>> > >didalamnya, banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur'an dan tidak mengumbar
janji
>> > >tapi benar-benar 'KERJA' untuk melayani masyarakat. Untuk itu jikalau
>> > benar
>> > >adanya apa yang dikatakan oleh teman saya, saya akan merasa SANGAT
KECEWA
>> > >sekali, karena saya merasa dibohongin oleh orang-orang yang saya
percaya.
>> > >Dalam hal apapun, Golkar sudah cacat dimata saya, walaupun sekarang
dia
>> > maju
>> > >dengan program baru, tapi program tersebut tidak bisa mengobati rasa
>> > kecewa
>> > >saya selama ini. Mohon tanggapannya Pak.
>> >
>> > --- Terimakasih atas kepercayaan ibu Tuti. p. Keadilan adlah partai
yang
>> > berdiri sendiri, bersih dari Orla dan Orba... lihatlah pengurusnya yang
>> > masih muda-muda... Pak Nur itu 38 th, pak Syamsul balda 37, Pak Anis 31
>> > th,
>> > DR. Salim 42 th, DR. Hidayat 38 tahun.... Kepercayaan ini akan lebih
besar
>> > dan terpelihara lagi bila ibu mau datang ke rumah tokoh-tokoh pendiri
P.
>> > keadilan, berdialog dengan isteri-isterinya atau melihat kehidupan
>> > rumahtangganya. Insya Allah ibu akan menemukan keramahtamahan dan
suasana
>> > ukhuwah islamiyah. Keprcayaan itu dibangun karena persahabatan dan tak
>> > kenal
>> > maka tak sayang, bukan begitu?
>> > --- Tentang kekesalan ibu pada Golkar, saya anggap wajar-wajar saja.
>> > Perbaikan sedang mereka lakukan, tetapi itu tampaknya seperti terpaksa,
>> > mereka masih melindungi orang-orang bersalah, dan masih kelihatan ada
>> > orang-orang yang ambisius. Bahkan mereka adalah kumpulan orang-orang
>> > bersalah dalam dunia politik. Sementara itu lawan-lawan mereka dipenuhi
>> > dendam dan haus kekuasaan... Ada lagi yang ingin mempertahankan
hegemoni
>> > ABRI yang berlebihan. Pendeknya, negeri kita masih dipimpin oleh
>> > orang-orang
>> > yang jauh dari pertolongan Allah. Semoga Allah menolong kita karena
usaha
>> > kita menolong agama-Nya
>> >
>> > =============================================
>> >