Bang Bluce,
Terima kasih sebelumnya atas tanggapan anda tentang PK (juga tentang
ungkapan keprihatinannya atas insiden peledakan masjid Istiqlal).
Namun agar tidak menimbulkan kerancuan, mohon dijelaskan bagian mana
dari postingan berita PK tsb yang anda anggap menunjukkan "ketimpangan
terhadap non-muslim (Kwik Kian Gie)". Apakah komentar Bapak H. Amang
Syarifudin (Bukan orang PK), ataukah jawaban dari tokoh PK(pak Ustadz
Aus Hidayat)?
Hal ini cuma untuk membedakan saja kok, mana jawaban dari tokoh PK,
dan mana jawaban/komentar dari orang NON-PK..:)
PK kurang memahami rakyat yg Non-Muslim..? Kok sepertinya tidak juga
ya. memahami yang bagaimana dulu ni..? kalo memahami dalam arti
menghormati dan menghargai rakyat yang non-muslim, justru hal ini
sudah jauh-jauh hari dilakukan para anggota PK. PK Insya Allah akan
selalu menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak rakyat yang
non-muslim,selama golongan non-Muslim tsb TIDAK MENGGANGU rakyat yang
muslim. PK juga selalu siap bekerjasama dan tolong menolong dalam
masalah keduniawian dengan rakyat yang non-muslim,selama tidak
mengarah kepada perbuatan dosa dan pelanggaran.
Namun kalo memahami yang anda maksud adalah "menanggalkan" azas
keislamannya dan menggantikannya dengan azas pancasila, ini tentu
tidak pada tempatnya. Bukankah setiap orang berhak menentukan
pilihannya sendiri..? Selama tidak menggangu orang lain dan tetap
menggunakan cara-cara yang baik, saya rasa tidak ada masalah. Kalaulah
PK memutuskan untuk memakai azas Islam, itu karena PK menganggapnya
sebagai yang terbaik, BUKAN karena PK "agak kurang memahami rakyat
yang non-muslim".
Namun walaupun PK berazaskan Islam, keanggotaan PK tetap terbuka bagi
rakyat yang non-muslim (sudah 3-5 orang non muslim yang bergabung
dengan PK). Yang ditunggu sekarang tinggal kesediaan para non-muslim
untuk bergabung dengan PK. Ada yang berani dan berminat..?
Wassalam
Mohamad Rosadi
PS. Terakhir, agar lebih jelas, saya kutipkan lagi berita postingan
berita tsb.
======================================================================
Penanya :
>>Ketika saya mengikuti acara Silaturahmi Akbar antar Tokoh Agama,
Partai dan masyarakat Kemayoran di Mesdid Al-Mustaqiem, saya mendengar
langsung dari Bapak H. Amang Syafruddin bahwa PAN ketika pertama kali
ditanya mau berkoalisi dengan siapa, jawabannya adalah dengan PK.
Alhamdulillah sekali. Apakah benar begitu Pak ??? ini adalah pendapat
saya bahwa sekarang Partai-partai yang berbau Islam harus mengambil
langkah untuk menghentikan langkah si Bantengnya Ibu Mega. Saya hanya
khawatir, kalau PKB dan PDI Perjuangan berkoalisi dan mereka
memenangkan suara, atau menjadi Presiden, 'OTAKNYA' si Kwik Kian Gie
dan orang-orang Kristen lainnya / atau Islam Zionis akan membelokkan
negara kita kearah kekufuran.
Jawaban Tokoh PK (Pak Ustadz Aus) =========
> > Pak Amin itu punya ijtihad sendiri. Seandainya dahulu beliau
membuat Partai berbasis massa Islam dengan asas Islam, kami mungkin
hanya menggabung saja dan tidak perlu membuat Partai Keadilan.....
Dahulu ada upaya kita untuk menggabungkan Pak Amin dengan P3 dan P3
harus berbasas Islam, nyatanya ini pun tidak berhasil. Pak Amin Rais
sangat tahu tentang integritas,kredibilitas, dan kebersihan P.
Keadilan. Silahkan tanya langsung pada beliau. Bila ada orang ingin
Partai Islam, pak Amin biasanya mempersilahkan ke P. keadilan. Bahkan
ada calon-calon pengurus PAN dari suatu daerah yang kecewa karena Pak
Amin ingin ada pengurus beragama kristen... Pak Amin tidak marah, dan
langsung mempersilahkan ke Partai Islam saja dan beliau menunjuk
P. Keadilan. Sekarang ini alhamdulillah P3 sendiri telah berasas
Islam.
======================================================================
Blucer Wrote:
>Suatu pandangan yang jujur dan tulus. Tanpa bermaksud menyalahkan
>ataupun menganggap negatif, saya melihat adanya ketimpangan didalam
>memandang tokoh ekonomi yang kebetulan bukan Islam seperti Kwik Kian
>Gie. Dari jawaban pak ustadz juga terlihat bahwa PK agak kurang
memahami rakyat yang non-muslim.
>peace.
>
>Sulistiono, Agus wrote:
>>
>> > Sebagai tambahan dari tulisan-tulisan tentang Partai Keadilan,
saya
>> > lampirkan tulisan mengenai tanya jawab antara seorang rekan saya
yaitu
>> > Tuti Sugeha dengan salah seorang pengurus DPP PK yaitu Ust. Aus
Hidayat,
>> > yang dilakukannya sekitar bulan September 1998.
>> >
>> > ASL
>> > ======================================
>> >
>> > Apakah PK adalah bentukan dari ICMI yang notabene adalah 'anak
asuhnya'
>> > >Golkar ? ( Menurut info dari beberapa teman saya, bahwa PK
adalah
>> > bentukan
>> > >dari ICMI. Teman saya dapat bocoran dari Pamannya yang
berpangkat Mayjen
>> > )
>> > ---- Astaghfirullahal Azhim. P. Keadilan tidak ditentukan
Nurmahmudi
>> > Ismail.
>> > Beliau hanya eksekutif.... Memang beliau dari BPPT tetapi beliau
sekarang
>> > sudah hengkang dari lembaga itu dan bukan berarti P. Keadilan
bentukan
>> > ICMI.
>> > Saya pribadi termasuk dari 52 pendiri P. Keadilan. Bukan anggota
ICMI. DR.
>> > Salim, Dr. Hidayat Nurwahid, Ust. Abd Hasib dan sebagian besar
pendiri
>> > Partai bukan anggota ICMI. Cobalah tanyakanlah kepada Bpk Ahmad
>> > Tirtosudiro
>> > yang sesepuh ICMI itu.
>> > ===========
>> >
>> > Menurut teman saya ( dia jebolan dari Australia ) bahwa PK selama
ini
>> > >didanai oleh Habibie dalam bentuk nama lain, artinya tidak
langsung dari
>> > >Habibie tetapi dengan memakai nama yayasan-yayasan. Teman saya
mendapat
>> > >bocoran dari 'orang dalam' ( katanya ).
>> >
>> > ===========
>> > Partai Keadilan tidak mendapat dana sepeser uang pun dari
Habibie. Cobalah
>> > ibu bermain ke DPP atau sekrtariat DPW, DPD, atau DPC Partai
Keadilan,
>> > bahkan mencantumkan gambar Presiden pun teman-teman itu merasa
tidak
>> > perlu.
>> > Masak iya Habibie mau mendanai Partai seperti ini. P. Keadilan
mempunyai
>> > Dewan Syariah untuk menentukan sikap apakah menerima sesuatu atau
menolak
>> > sesuatu. Bantuan yang bernilai riswah (sogokan) adalah haram bagi
kami.
>> > Aktifis P. Keadilan memang berasal dari berbagai yayasan-yayasan
sosial,
>> > dakwah dan pendidikan... Jumlahnya kl.75 yayasan... Di Jakarta
a.l Khairu
>> > ummat, Al Haramain, Al Hikmah, Nurul Fikri, di Ambon As Salaam di
UP LSDI,
>> > di Manado Ar Ribath, di Pontianak Ridha Ilahi, dan lain-lain....
Tidak ada
>> > satu pun yang mencantumkan nama Habibie, orang Golkar, orang
Pemerintah,
>> > atau orang ICMI lainnya, apalagi didanai oleh mereka. Silahkan ke
>> > yayasan-yayasam tersebut. Tanyalah kepada masyarkat di sekitarnya
track
>> > record para pengurus yayasan tersebut dan kiprahnya di dalam
da'wah,
>> > sosialdan pendidikan Islam.... Yayasan-yayasan tersebut dibentuk
oleh para
>> > alumni aktifis masjid kampus yang tersebar di seluruh seantero
Nusantara
>> > bahkan di negara lain. Mereka memiliki satu keyakinan, satu
pemikiran, dan
>> > satu konsepsi karena terbiasa dengan Minhaj Da'wah Kampus.
Yayasn-yayasan
>> > itu dibuat untuk melakukan pelayanan masyarakat di berbagai
bidang
>> > kehidupan..... Beberapa Pendiri Partai dahulu juga membuat KAMMI
>> > (Kesatuan
>> > Aksi Mahasiswa Muslim indonesia) yang berada di front terdepan
dalam
>> > reformasi melengserkan rezim gurita.
>> >
>> > ========
>> >
>> > >Ketika saya mengikuti acara Silaturahmi Akbar antar Tokoh Agama,
Partai
>> > >dan masyarakat Kemayoran di Mesdid Al-Mustaqiem, saya mendengar
langsung
>> > dari Bapak H. Amang Syafruddin bahwa PAN ketika pertama kali
ditanya mau
>> > berkoalisi dengan
>> > >siapa, jawabannya adalah dengan PK. Alhamdulillah sekali. Apakah
benar
>> > >begitu Pak ??? ini adalah pendapat saya bahwa sekarang
Partai-partai yang
>> > berbau Islam harus mengambil langkah untuk menghentikan langkah
si
>> > Bantengnya Ibu Mega. Saya hanya khawatir, kalau PKB dan PDI
Perjuangan
>> > berkoalisi dan mereka memenangkan suara, atau menjadi Presiden,
'OTAKNYA'
>> > si Kwik Kian Gie dan orang-orang Kristen lainnya / atau Islam
>> > >Zionis akan membelokkan negara kita kearah kekufuran.
>> >
>> > =========
>> >
>> > Pak Amin itu punya ijtihad sendiri. Seandainya dahulu beliau
membuat
>> > Partai
>> > berbasis massa Islam dengan asas Islam, kami mungkin hanya
menggabung saja
>> > dan tidak perlu membuat Partai Keadilan..... Dahulu ada upaya
kita untuk
>> > menggabungkan Pak Amin dengan P3 dan P3 harus berbasas Islam,
nyatanya ini
>> > pun tidak berhasil. Pak Amin Rais sangat tahu tentang integritas,
>> > kredibilitas, dan kebersihan P. Keadilan. Silahkan tanya langsung
pada
>> > beliau. Bila ada orang ingin Partai Islam, pak Amin biasanya
>> > mempersilahkan
>> > ke P. keadilan. Bahkan ada calon-calon pengurus PAN dari suatu
daerah yang
>> > kecewa karena Pak Amin ingin ada pengurus beragama kristen... Pak
Amin
>> > tidak
>> > marah, dan langsung mempersilahkan ke Partai Islam saja dan
beliau
>> > menunjuk
>> > P. Keadilan. Sekarang ini alhamdulillah P3 sendiri telah berasas
Islam.
>> >
>> > ============
>> >
>> > >Pak Aus, saya memang tidak percaya dengan 'omongan' teman saya,
tapi hal
>> > >tersebut membuat saya berpikir-pikir bahwa apakah benar semua
itu ?? Saya
>> > >tetap berkeyakinan bahwa PK adalah partai dakwah, berdiri
sendiri seperti
>> > >yang dikatakan oleh Bapak Presiden kita Pak Nurmahmudi Ismail.
Terus
>> > terang,
>> > >saya sudah 'mencintai' partai ini, karena isinya adalah amar
ma'ruf nahi
>> > >mungkar. Orang-orangnya juga tidak plin plan. Saya juga suka
karena
>> > >didalamnya, banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur'an dan tidak
mengumbar janji
>> > >tapi benar-benar 'KERJA' untuk melayani masyarakat. Untuk itu
jikalau
>> > benar
>> > >adanya apa yang dikatakan oleh teman saya, saya akan merasa
SANGAT KECEWA
>> > >sekali, karena saya merasa dibohongin oleh orang-orang yang saya
percaya.
>> > >Dalam hal apapun, Golkar sudah cacat dimata saya, walaupun
sekarang dia
>> > maju
>> > >dengan program baru, tapi program tersebut tidak bisa mengobati
rasa
>> > kecewa
>> > >saya selama ini. Mohon tanggapannya Pak.
>> >
>> > --- Terimakasih atas kepercayaan ibu Tuti. p. Keadilan adlah
partai yang
>> > berdiri sendiri, bersih dari Orla dan Orba... lihatlah
pengurusnya yang
>> > masih muda-muda... Pak Nur itu 38 th, pak Syamsul balda 37, Pak
Anis 31
>> > th,
>> > DR. Salim 42 th, DR. Hidayat 38 tahun.... Kepercayaan ini akan
lebih besar
>> > dan terpelihara lagi bila ibu mau datang ke rumah tokoh-tokoh
pendiri P.
>> > keadilan, berdialog dengan isteri-isterinya atau melihat
kehidupan
>> > rumahtangganya. Insya Allah ibu akan menemukan keramahtamahan
dan suasana
>> > ukhuwah islamiyah. Keprcayaan itu dibangun karena persahabatan
dan tak
>> > kenal
>> > maka tak sayang, bukan begitu?
>> > --- Tentang kekesalan ibu pada Golkar, saya anggap wajar-wajar
saja.
>> > Perbaikan sedang mereka lakukan, tetapi itu tampaknya seperti
terpaksa,
>> > mereka masih melindungi orang-orang bersalah, dan masih kelihatan
ada
>> > orang-orang yang ambisius. Bahkan mereka adalah kumpulan
orang-orang
>> > bersalah dalam dunia politik. Sementara itu lawan-lawan mereka
dipenuhi
>> > dendam dan haus kekuasaan... Ada lagi yang ingin mempertahankan
hegemoni
>> > ABRI yang berlebihan. Pendeknya, negeri kita masih dipimpin oleh
>> > orang-orang
>> > yang jauh dari pertolongan Allah. Semoga Allah menolong kita
karena usaha
>> > kita menolong agama-Nya
>> >
>> > =============================================
>> >
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com