>setengah kamu setengah saya.....heheh...paroan deh semua...
>ya kan seharusnya tidak dibelitkan dengan masalah agama...entar semua
>dibelitin sama agama, sebentar lagi RT 5 pisah jadi RT 5A dan RT 5B...
>
>untuk daerah sekitar kepala burung, kaya dengan minyak, sedangkan daerah
>sekitar timika sudah tau sendiri kan kaya dengan emas dan tembaga...nah
>daerah utara itu yang masih ngebingungin...sebab pembentukan pusat daerah
>industri mamberamo masih belum terwujud, masih berupa janji-janji dari
>pemerintah pusat.
>
>andrew
Yw: Enggak juga Mas. Yg utara itu punya manusia (dibandingkan
dg yg lebih 'pedalaman' (dalam sudut pandang irja sekarang)
yg utara (menurut saya) lebih 'open minded'). Juga punya
'lokasi strategis'. Apakah Biak masuk utara? Kalo Biak
masuk utara, ya ini lebih sip lagi: jadi kompetensi yg
utara adalah orang & lokasi. Ini saja menurut saya cukup.
Tidak semuanya harus berbasis sd-alam. Dan bahkan yg
basisnya non-sda, malah lebih 'lincah'. Contohnya:
singapur (dibanding neg. asteng lainnya) atau bali
(dibanding prop lain).
Dan soal nama, mungkin namanya: Irian Jaya (yg ibukotanya
di Jayapura); Irian Barat (yg lokasinya di sebelah barat);
dan Irian Timur (sisanya).
Cuma usul.
Note: Tumben, nih. Rada serius. :-)