Kadang saya heran, mengapa seakan kini tentangan terhadap PDI Perjuangan
(yang identik dengan Megawati) seakan lebih besar dibandingkan dengan
Golkar.
Namun, bisakah saya memberi pembelaan sedikit mengapa (di mata saya) orang
banyak memilih PDI Perjuangan/Megawati sekarang?
1. PDI Perjuangan/Megawati awalnya adalah kaum tertindas.
2. Dari sekian partai yang diramalkan akan besar selain partai yang dicap
status quo (PDI Perjuangan, PAN, PKB, PK, dll), hanyalah PDI Perjuangan yang
banyak orang benar-benar yakini beraliran nasionalis ketimbang Islam. (PAN,
PKB, dan PK kerap identik dengan Islam.) Hal ini ditambah dengan pengurus
dari PDI Perjuangan yang cukup beragam. Dan jujur saja, konsep negara Islam
(walaupun mau digembar-gemborkan menghormati perbedaan), tentu saja
mencemaskan orang-orang di luar Islam/minoritas. Dan untuk memilih partai
lain, selain partai yang diramalkan besar, orang agak malas, mengingat takut
pilihannya percuma sehingga akhirnya perolehan suara jatuh ditangan status
quo kembali.
3. Kharisma Megawati, sediam apapun dia, besar sekali. Dan satu hal lagi,
ucapan Megawati (sekontroversial apapun), diyakini tak pernah (atau mungkin
biar lebih fair, sedikit sekali), mencla mencle. Butuh keberanian besar bagi
seorang politikus saat ini, untuk mengatakan "Jangan Menghujat Soeharto",
"Memegang Teguh Pancasila dan UUD 45", "Timor-Timur adalah bagian dari
Indonesia juga", dll. Namun sekali lagi, itu menandakan bahwa Megawati punya
VISI yang jelas. Ia bukanlah politikus angin-anginan, yang sekedar mengikuti
isu populer agar dirinya tetap dicap reformis.
Dan jelas, semua hal tersebut membuat banyak orang merasa lebih nyaman,
karena melihat figur Megawati sebagai benar-benar figur pemersatu. (Banyak
figur pemimpin lain, terlalu banyak mengecam dan sebagainya, sehingga bukan
dianggap figur pemersatu.) Dan bukankah sebenarnya ditengah kekacauan bangsa
kali ini, adalah logis bila orang berpikir bahwa yang kita butuhkan adalah
figur pemersatu? Satu-satunya ganjalan Megawati hanyalah satu, dia
Perempuan. Dan bukankah itu suatu bukti ketidakadilan juga akhirnya? (Dengan
kata lain, lengkaplah sudah penilaian publik terhadap figur Megawati sebagai
kaum tertindas)
Dan memperhatikan cara dia bersikap, saya percaya, walau Partainya menang,
bila memang ternyata penindasan dirinya karena dia perempuan sehingga
dianggap tidak layak menjadi presiden begitu kuat, Megawati pasti akan
memilih yang terbaik bagi negerinya. Dan apapun keputusan Megawati tentang
kursi kepresidenan, simpatisan/pendukung Megawati akan menerima.
Saya tidak bisa membuktikan perasaan saya, tapi entah kenapa, bagi saya
hanya ada dua partai yang mungkin memenangkan pemilu kali ini, yaitu Golkar
dan PDI Perjuangan. Anda boleh mengatakan Anda ngeri bila PDI Perjuangan
menang. Tapi jujur saja, saya jauh lebih ngeri bila Golkar menang. Sebab,
sejujur apapun hasil pemilu tersebut, kemenangan Golkar akan dianggap
sebagai kecurangan. Dan itu hanya akan semakin mengacaukan Indonesia saja.
Dengan kata lain, saya hanya meminta Anda yang tidak simpatik terhadap PDI
Perjuangan, untuk tidak menggencarkan kesimpatikan Anda. Ketidaksimpatikan
terhadap PDI Perjuangan, akhirnya hanya akan menguntungkan partai saingannya
(yang tak usah diragukan lagi) jelas status quo.
Itu saja pendapat saya...
Salam,
Erwin
-----Original Message-----
From: yuni windarti <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, April 29, 1999 1:31 AM
Subject: Bukalah matamu wahai pendukung Mega
Dear pendukung Mega,
Saya sebagai bagian dari kelompok "lain" rakyat Indonesia, mengharapkan agar
anda -anda para pendukung mega membuka mata dan melihat suatu realita yang
persis dihadapan anda.
Sadarlah bahwa orang yang anda dukung sebagai pemimpin tidak lebih hanyalah
sebagai penerus pola politik Suharto. Tidakkah kalian sadari bahwa
keberadaan
"ratu'mu ibarat sebuah "mercusuar" (layaknya project mercusuar milik
sukarno),
tampak indah , tetapi kosong, sunyi dan sepi di dalam, yang ada hanyalah
kehampaan. Begitupula dengan mega. Dimata orang asing ia adalah pembela
demokrasi, dimata media massa asing dia adalah pembela kebenaran, penghanur
kezaliman suharto, tetapi pada kenyataan dia hanyalah "tong kosong" yang
sembab bunyinya, mending kalau nyaring.
Sadarlah wahai pendukung mega bahwa dukungan anda nantinya hanyalah
mengantarkan indonesia ke tangan penerus sukarno yang tidak banyak berbeda
dengan suharto, yang menginginkan kekuasaan abadi. Lupakah kalian bahwa
sukarno pernah memproklamirkan dirinya sebagai presiden seumur hidup?.
Saya menyadari bahwa anda-anda menjadi pendukung Mega, dikarenakan pada
waktu
itu tidak ada pilihan lain. Parpol kita pada waktu itu hanya 3 dan PDI
terkenal sebagai parpolnya generasi muda. Akan tetapi sekarang jaman sudah
berubah. Parpol sudah lain sudah bermunculan, ada nama nama yang bisa
diandalkan sebagai calon pemimpin sejati (paling tidak untuk sementara ini),
kalau memang anda pecinta demokrasi, dan pejuang kesejahteraan bangsa dan
negara mengapa anda tidak mempertimbangkan segala kemungkinan lain. Please
buka mata anda.
Mungkin anda bertanya mengapa saya meinginkan anda untuk berpikir kembali
sebelum meneruskan dukungan anda ke Mega, karena saya merasa hanya melalui
tulisan inilah yang saya bisa lakukan untuk mengingatkan dan membantu bangsa
Indonesia agar tidak jatuh ke tiga kalinya( pertama sukarno, kedua
suharto).saya hanyalah rakyat biasa yang tinggal dinegeri rantau selama
beberapa tahun, tidak mempunyai daya dan kekuatan maupun warisan nama besar
(layaknya mega) untuk mengubah nasib bangsa dan negara menuju perbaikan.
Selama ini saya diam, hanya menonton dan sedih dengan apa yang terjadi di
ngera kita, tetapi akhir- akhir ini saya ingin berbuat sesuatu yang mungkin
bisa bermanfaat.
Jangan berprasangka bahwa "seruan' saya ini hanya sebagai bagian dari
propaganda partai lain atau kecemburuan terhadap mega , atau prasangka buruk
semata, bukan!!! Ungkapan saya adalah murni dari pengalaman serta
kejadian-kejadian yang selama
Ini saya amati. Dan saya bukan bagian dari partai partai yang saat ini
bermunculan, meskipun tidak dapat disangkal bahwa saya mempunyai rasa
simpati
terhadap beberapa orang yang saya anggap mampu sebagai premimpin bangsa.
Sekali lagi pikirkan wahai pendukung mega
Dari seorang rakyat Indonesia dinegeri rantau
____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.