PPP dan PAN Jalin Koalisi
JAKARTA -- PPP dengan PAN mulai mewujudkan rencana koalisinya. Hari ini
ketua umum kedua parpol, Hamzah Haz (PPP) dan Amien Rais (PAN), berencana
menandatangani 'Komunike Bersama' tentang visi Indonesia masa depan.
''Besok (hari ini -- Red), saya dan Ketua PAN Amien Rais akan
menandatangani komunike bersama di Hotel Grand Melia, Jakarta. Kepastian
penandatanganan ini diambil setelah saya bertemu dengan tokoh reformasi itu
Selasa malam,'' tegas Hamzah Haz dalam kampanye di Leuwiliang, Bogor, kemarin.
Sepekan lalu, Amien Rais sendiri sudah menelorkan 'Komunike Paso' dengan
Abdurrahman Wahid (PKB), dan Megawati (PDI-P). Dalam wawancara di acara
Liputan-6 Siang SCTV, kemarin, kepada Amien Rais ditanyakan, apakah berarti
PPP bakal segera bergabung dengan partai-partai penanda tangan 'Komunike
Paso'?
Amien tidak menjawab secara tegas. Yang penting, katanya, PPP mempunyai
pikiran paralel dengan partai-partai proreformasi. ''Walaupun tidak masuk,
yang penting kita paralel. Artinya partai-partai yang proreformasi ini
harus berjalan beriringan, jangan sampai bertabrakan supaya kita kuat,''
katanya.
''Memang PPP itu produk Orde Baru juga. Namun, dibandingkan Golkar, PPP
jelas lebih baik karena PPP sering dianiaya juga pada zaman Orde Baru
itu,'' kata Amien.
Dalam kampanye yang dihadiri ribuan massa Ka'bah di Leuwiliang, Hamzah Haz
menyatakan konsep komunikenya kini sedang dipelajari Amien Rais dan tinggal
diperbaiki sedikit saja. ''Komunike bersama ini akan memperkuat barisan
partai reformasi,'' tambah Hamzah yang didampingi Ketua DPP H Syaiful Anwar
Husein, Ketua Fraksi PP di DPR Zarkasih Nur, dan Habib Idrus Jamalulail.
Zarkasih Nur menjelaskan komunike bersama antara PPP dan PAN sangat berbeda
dengan komunike yang dibuat antara PAN, PKB, dan PDI-P. ''Ini tidak sama.
Substansinya beda. Komunike yang kita buat menyangkut visi Indonesia ke
depan. Kalau yang di Ciganjur itu 'kan menyangkut kelancaran proses
pemilu,'' katanya ketika dihubungi tadi malam.
Isi komunike itu berkaitan dengan koalisi antara kedua partai setelah
pemilu. Pertimbangannya, pemilu tak akan menghasilkan single mayority
sehingga koalisi suatu keharusan agar terjadi kestabilan. ''Makanya,
kondisi seperti itu harus dikondisikan sejak sekarang,'' katanya.
Sebelum berkoalisi dengan PAN, lanjutnya, PPP telah menandatangani
kesepakatan yang sama dengan Partai Kebangkitan Umat (PKU). ''Pokoknya kita
siap berkoalisi dengan semua kekuatan reformasi,'' jelasnya.
... :-) dst.
Komentar: Dg progress ini, saat ini ada gerakan koalisi (informal)
yg lumayan besar, dg poros Amien-Rais/PAN, melibatkan
al: PDIP, PKB, PAN, PPP, PKU. ;-)
Kalopun yg informal tdk berkembang menjadi formal,
setidaknya di jalanan massa partai-partai besar tsb.
cenderung akan lebih sering kompak, sehingga --insya
Allah-- kampanye bisa lebih mulus-mulus...
(Eh, ralat: mulusnya bukan kata ulang; soalnya
artinya beda).