Tuh...sudah mulai aneh kan pergerakan koalisi. Belum sampe dua bulan lalu
PPP mau nyalonin BJH, sekarang mau koalisi dengan PAN.
Kesimpulan ane jadinya tetap ndak berubah. Segala macem kejadian bisa
terjadi. Sekarang PPP bilang sebagai bagian dari partai reformis, nanti Golkar
bisa juga bilang sebagai partai reformis. Lalu yang nggak reformis partai yang
mana?
Dulu PKU dilahirkan karena pemimpinnya ndak dikasih posisi oleh GD di PKB,
juga sempat diisukan menjadi partai jadi-jadian dari Golkar, nah sekarang juga
digolongkan sebagai reformis juga....hehehe.... agak menggelikan. Nanti PNU
sekalian gabung juga. Kalau gini memang betul kata nenek, kalau ikut arus akan
selalu menguntungkan. Jamannya jaman ORBA semua ngaku ORBA, jamannya
jaman reformasi semua ngaku reformis. Eh, ini ndak bermaksud sinis, cuman
gimana gitu...
Sedikit komentar tentang AR apakah berambisi jadi presiden atau tidak, saya
rasa sudah masanya bahwa seseorang perlu menunjukkan ambisinya secara
terbuka. Kalau pengen jadi presiden ya bilang pengen. Ndak perlu bilang
kalau dikehendaki rakyat lah....bosen dengan ucapan klise kayak gitu.
Lalu apakah AR berambisi jadi presiden? Ane rasa tadinya AR nggak berambisi.
Ini bila dirunut ke jaman penghujung ORBA. Lha siapa yang mau mimpi jadi
presiden, lha wong Tommy bilang punya cita-cita jadi presiden kena tabok sama
babe-nya...hehehe.... Dalam perjalanan, AR saya rasa memberikan sinyal
keinginan sebagai presiden. Dan sinyal ini cukup jelas. Misal saat diminta komentar
bagaimana kalo Golkar menang maka dia akan jadi oposisi, kalau PDI-P menang
juga akan jadi oposisi. Waktu ditanya tanggapannya bahwa jajak pendapat
menunjukkan pasangan MS dan AR sebagai prez dan waprez lebih tinggi
dari pada AR-MS, dijawab oleh AR bahwa dia dicalonkan oleh partainya sebagai
presiden, bukan sebagai wapres. Ini rak menunjukkan ambisi juga.
Apakah salah? Wah, nurut ane sah dan sudah seharusnya menunjukkan niatnya
dengan terbuka. Daripada ditutup-tutupi. Jadi statusnya seseorang menjadi
presiden RI adalah MENGAMBIL tanggung jawab, bukan DISERAHI tanggung
jawab. Jadi mestinya tanggung jawab moralnya juga lebih tinggi, wong ndak ada
yang maksa supaya jadi presiden kok....
'---------------------
Yusuf-Wibisono wrote:
> PPP dan PAN Jalin Koalisi
>
> JAKARTA -- PPP dengan PAN mulai mewujudkan rencana koalisinya. Hari ini
> ketua umum kedua parpol, Hamzah Haz (PPP) dan Amien Rais (PAN), berencana
> menandatangani 'Komunike Bersama' tentang visi Indonesia masa depan.
>
> ''Besok (hari ini -- Red), saya dan Ketua PAN Amien Rais akan
> menandatangani komunike bersama di Hotel Grand Melia, Jakarta. Kepastian
> penandatanganan ini diambil setelah saya bertemu dengan tokoh reformasi itu
> Selasa malam,'' tegas Hamzah Haz dalam kampanye di Leuwiliang, Bogor, kemarin.
>
> Sepekan lalu, Amien Rais sendiri sudah menelorkan 'Komunike Paso' dengan
> Abdurrahman Wahid (PKB), dan Megawati (PDI-P). Dalam wawancara di acara
> Liputan-6 Siang SCTV, kemarin, kepada Amien Rais ditanyakan, apakah berarti
> PPP bakal segera bergabung dengan partai-partai penanda tangan 'Komunike
> Paso'?
>
> Amien tidak menjawab secara tegas. Yang penting, katanya, PPP mempunyai
> pikiran paralel dengan partai-partai proreformasi. ''Walaupun tidak masuk,
> yang penting kita paralel. Artinya partai-partai yang proreformasi ini
> harus berjalan beriringan, jangan sampai bertabrakan supaya kita kuat,''
> katanya.
>
> ''Memang PPP itu produk Orde Baru juga. Namun, dibandingkan Golkar, PPP
> jelas lebih baik karena PPP sering dianiaya juga pada zaman Orde Baru
> itu,'' kata Amien.
>
> Dalam kampanye yang dihadiri ribuan massa Ka'bah di Leuwiliang, Hamzah Haz
> menyatakan konsep komunikenya kini sedang dipelajari Amien Rais dan tinggal
> diperbaiki sedikit saja. ''Komunike bersama ini akan memperkuat barisan
> partai reformasi,'' tambah Hamzah yang didampingi Ketua DPP H Syaiful Anwar
> Husein, Ketua Fraksi PP di DPR Zarkasih Nur, dan Habib Idrus Jamalulail.
>
> Zarkasih Nur menjelaskan komunike bersama antara PPP dan PAN sangat berbeda
> dengan komunike yang dibuat antara PAN, PKB, dan PDI-P. ''Ini tidak sama.
> Substansinya beda. Komunike yang kita buat menyangkut visi Indonesia ke
> depan. Kalau yang di Ciganjur itu 'kan menyangkut kelancaran proses
> pemilu,'' katanya ketika dihubungi tadi malam.
>
> Isi komunike itu berkaitan dengan koalisi antara kedua partai setelah
> pemilu. Pertimbangannya, pemilu tak akan menghasilkan single mayority
> sehingga koalisi suatu keharusan agar terjadi kestabilan. ''Makanya,
> kondisi seperti itu harus dikondisikan sejak sekarang,'' katanya.
>
> Sebelum berkoalisi dengan PAN, lanjutnya, PPP telah menandatangani
> kesepakatan yang sama dengan Partai Kebangkitan Umat (PKU). ''Pokoknya kita
> siap berkoalisi dengan semua kekuatan reformasi,'' jelasnya.
>
> ... :-) dst.
>
> Komentar: Dg progress ini, saat ini ada gerakan koalisi (informal)
> yg lumayan besar, dg poros Amien-Rais/PAN, melibatkan
> al: PDIP, PKB, PAN, PPP, PKU. ;-)
>
> Kalopun yg informal tdk berkembang menjadi formal,
> setidaknya di jalanan massa partai-partai besar tsb.
> cenderung akan lebih sering kompak, sehingga --insya
> Allah-- kampanye bisa lebih mulus-mulus...
>
> (Eh, ralat: mulusnya bukan kata ulang; soalnya
> artinya beda).
--
Salam,
Jaya
--> I disapprove of what you say, but I will
defend to death your right to say it. - Voltaire
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)