In a message dated 5/21/99 3:53:07 AM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED]
writes:

> JADI, bang Ariston setuju nggak kalau PAN (+P3), PKB dan PDI P berkoalisi
>  bersama-sama untuk menghancurkan Golkar ?
>
>  Hadeer

Setuju. Yang penting sekarang partai2 yg anti Golkar
dan punya semangat untuk memperbaiki nasib rakyat kecil,
itu yg harus didukung.
Kesempatan yg diberikan rakyat ke Golkar selama ini
ternyata telah disalahgunakan. Saya tidak melihat
alasan apapun untuk mendukung Golkar.

Cuma kalau bisa istilahnya ya jangan koalisi lah,
tapi lebih tepat bekerja sama hanya untuk mengalahkan
Golkar. Nanti kalau udah kebentuk pemerintahan yg
baru, baiknya masing2 pihak menjalankan tujuan dan
semangat partainya masing2. Kontrol harus tetap jalan
jangan sampai nanti karena koalisi akhirnya pemerintahan
yg diangkat bersama jadi lemah kontrolnya. Jangan lagi
mengulangi kesalahan yg sama dimasa lalu.

Karenanya menurut saya jabatan paling penting dalam
periode 5 tahun mendatang itu bukanlah presiden tapi
justru ketua MPR/DPR. Hal ini disebabkan jabatan ketua
MPR/DPR mendatang akan punya tugas yg berat untuk
menyusun kembali ketatanegaraan kita agar bisa lebih
mengakomodasikan kepentingan rakyat banyak pada
jamannya.

Untuk posisi ketua MPR/DPR, saya lebih melihat potensinya
ada pada Amien Rais. Dia ini khan lebih dikenal dengan
semangat pembaruhannya. Nah, posisi ketua MPR/DPR itu
menurut saya sangat pas dengan karakternya.
Sayang sekali kalau tenaga dan semangat pembaharuannya
jadi terbatasi bila dia nanti dipilih menjadi presiden kita.
Tentunya disini kita sepakati dulu bahwa jabatan presiden
periode mendatang itu tidak seperti jabatan presiden jaman
Soeharto yg seperti tanpa batas bahkan Soeharto seperti
hukum yg hidup. Ini khan ngga bener.

Walau demikian, kalau memang kelak disepakati
Amien Rais yg jadi presiden, ya ngga apa2 juga sih.
Cuma saya koq belum melihat calon ketua MPR/DPR
yg menurut saya pas untuk mengisi jabatan tersebut.
Moga2 calon pemimpin2 kita menyadari arti pentingnya
jabatan MPR/DPR untuk periode mendatang ini.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke