Bagaimana kalau dimulai dari anda sendiri. Misal anda kan bisa pulang, dan
biaya yang dapat dihemat oleh pengiriman anda dipindahkan untuk remaja-
remaja Irian Jaya untuk mendirikan sekolah-sekolah baik SD, SMP, dan SMA.
Misalnya ya....setahun $80,000 x 4 tahun = $320,000 x Rp 10,000
= Rp 3,200,000,000.00

Misal membangun gedung SD, SMP, SMA masing-masing 1 unit habis Rp. 1 milyar,
maka kira-kira biaya operasional masih ada Rp 2.2 milyar. Asumsi Depdikbud
ikut cawe-cawe dalam menyediakan dana untuk alat praktikum dll. Biaya guru,
misal satu SD butuh 10 orang, SMP 10 orang, SMA 10 orang guru. Total 30 orang.
Berhubung di tempat yang agak susah, maka gaji guru ditambah rupa-rupa biar
betah adalah Rp 1.5 juta per orang (10 kali lipat gaji PNS lulusan S1 Gol IIIA). Maka
total pengeluaran gaji adalah....wah susah ngetung..... Gaji digenepin Rp 2 juta,
maka total pengeluaran untuk guru = Rp 60 juta per bulan, atau Rp 720 juta/tahun.
Sisa anggaran Rp 2.2 milayr jadinya pas untuk gaji guru 30 orang selama 3 tahun.
Hmm...banyak juga ya? Ya.... ini kan cuman etung-etungan kasar banget.....hehe....

'------------------
Andrew G Pattiwael wrote:

> Bung Dody,
>
> sebenarnya yang selalu menjadi kerisauan saya adalah setiap berdiskusi
> dengan orang indonesia mengenai Freeport, yang selalu mereka tekankan
> adalah bahwa Freeport merugikan Indonesia (hanya Indonesia) bukan
> merugikan Irian. Apa sih yang dirugikan buat Indonesia? Kerusakan daerah
> lingkungan tambang kan berada di sekitar Grasberg, Tembagapura, Timika
> dan aliran sungai Otakwa. Bukan di Jakarta!, bukan pula orang-orang di
> Jakarta yang selalu menerima Royalti ratusan juta dollar dari Freeport
> per tahun.

Memang ada yg salah dari distribusi pendapatan, dan penghisapan oleh
beberapa gelintir orang, tetapi melihat bagaimana anda risau dalam meman-
dang permasalahan ini juga membuat orang risau. Paling tidak mengernyitkan
dahi. Kok gitu sih? Dengan statement anda itu ("Hanya Indonesia"), berarti anda
sudah memisahkan Irian dari wilayah Indonesia. Hmm..... anda bahkan sudah
berani melangkahi suara penduduk Irian kan?

Bagaimana kalau anda melihat dari sudut lain, misal anda jangan berprasangka
dulu dg pribadi yg protes bahwa Freeport merugikan Indonesia.... Contone,
misale ane adalah pejabat lalu ane bekoar bahwa Freeport merugikan Indonesia.
Apakah salah tindakan pejabat, eh, ane tadi? Si Ane tadi kan menganggap
bahwa Irja adalah wilayah Indonesia, dan Indonesia (on behalf of Irja) merasa
dirugikan. Ini kalo yg bekoar adalah seorang pejabat. Lha kalo misalkan Si Ane
adalah seorang akademisi di misalkan Ambon deh, atau di Manado, apakah anda
akan berucap yg sama?

Ane cuman sempet lihat dari atas pegimane rusaknya sungai deket Timika
(cuman samar-samar ketutup ama awan nan gelap waktu lending en tek-op
di situ), dan memang harusnya terdapat ganti rugi atas kerusakan lingkungan
nyang terjadi kepada penduduk sekitar. Cuman ya itu....nyang namanya
penambangan ya kayak gitu. Ndak usah ente sibuk kasih contoh di Irja,
misal penambangan timah di Bangka, Singkep, apa ya ndak menghasilkan
kerusakan lingkungan. Kalo mau nyang di Jawa juge ada, dateng aja ke Cikotok.
Ya memang skalanye lebih kecil....justru karena keuntungan nyang demikian
besar, kerusakan demikian besar, mistinya Pripot ngasih share ke Indonesia
lebih besar dong. Rak gitu tho? Berarti emang sharenya nyang endak beres...


> Apa yang diterima oleh penduduk sekitar (Masyarakat Amungme) ?
> selain melihat gunung tercinta mereka menghilang dari permukaan bumi,
> gunung yang mereka keramatkan sejak jama nenek moyang mereka. Apa orang2
> di Jakarta yang minum air coklat keruh hasil limbah dari Mil 74? Apa yang
> tinggal di kota Tembagapura (yg mayoritas adalah orang Indonesia dari
> luar Irian) yang tinggal di Barbed Wire town with hundreds of Bodyguards,
> Security, and ARMY? Yang bisa menikmati Shopping Center, Klub Lupa Lelah
> yang selalu penuh dengan expats2. Atau bisa menikmati layanan prima yang
> Jakarta saja kalah kalau dibandingkan dengan Tembagapura. Rumah2 yang
> sudah seperti daerah sekitar Boston? Yayasan Pendidikan Jayawijaya yang
> mungkin sebanding dengan International School di Pondok Indah. Menikmati
> kenyamanan Airfast yang selalu tiap hari terbang dari Jakarta ke Timika,
> walaupun kosong, dan layanan penerbangan komersial Sempati, Garuda, dan
> Merpati sudah melesu karena krisis ini tetap melayani Karyawan Freeport
> yang berpergian ke Jakarta not mentioning ke Denpasar, Surabaya, Medan,
> Ujung Pandang, Menado, Biak dan Jayapura. We are not talking about couch
> class here..but first class...ini dia penerbangan yang dilayani oleh 3
> buah pesawat B-737. Atau Hotel Sheraton di Timika yang sudah setara
> bintangnya dengan hotel2 di Jakarta dan Bali (Berbintang bok...)

Weleh.... lha kok ugal-ugalan gitu....mosok demikian mewah.... Wah, ndak bener
itu. Mestinya gaji pegawai Freeport harus pake standar Indonesia, dan
pasilitasnya juga harus sama dengan standar di wilayah laen. Nanti kalo udah
pemilu mesti ada penyamaan status pegawai nih.... Lha kok bisa laen dengan
gaji pegawai di luar Freeport alasannye kenape? Apa kerja di pripot mesti
ngeluarin kringet ratusan kali lebih banyak daripade kerja di jawa misalnya?


> Apa mereka menikmati (Orang Amungme) ? Mereka hanya boleh tinggal di luar
> pagar kawat yang mengelilingi sekitar Tembagapura, Kuala Kencana
> Dan saya? wah pastilah menikmati semua fasilitas ini....

Iya itu harus diperjuangkan. Tapi kalo tinggal di luar pagar kawat ya masuk
akal tho jeng. Emang di tempat laen di luar Irja apa ya ndak kayak gitu. Boro-
boro masuk ke pasilitas nyang sangat strategis gitu, nyang kalo kena sabot
bisa rugi bermil-mil, wong ane mau masuk ke kantor PLN malem-malem di
Ndiwek aja dikejar-kejar hansip ama satpam. Padahal tanahnya ya tanah
orang Ndiwek asli, lha kok ane mau ngambil jambu kok malah diacungin
pentung. Gregetan ya ane ame konco-konco ane gantian nyelepetin tuh
hansip dan satpam......ugal-ugalan sih...mereka soale bukan penduduk Ndiwek.


> Janganlah membuat saudara2 kita yang dari Irian seperti warga kelas dua
> (saya tidak bilang sekarang kita memperlakukan mereka seperti ini) tapi
> ini yang saya takutkan. Mereka juga entitled kepada sejumlah hasil
> pembangunan Indonesia, sebab mereka juga sudah menyumbang dari hasil yang
> selama ini diambil dari Irian Jaya. Lihat gedung2 bertingkat yang mewah
> dikawasan Rasuna Said, lihat jalan melingkar di Semanggi, atau Jalan
> penghubung di Jakarta semua.....ini juga masih bercap "Hasil Kekayaan
> Alam Irian Jaya"

Kalo disambung-sambungin temtu ada benernya, kalo mau ndak disambungin
juga bisa. Semanggi dibuat udeh lama je... Tapi ya ada benernya lah...


> Saya hanya ingin,kita semua bisa berterima kasih kepada Orang2 Irian,
> mengerti akan penderitaan dan nasib mereka yang selama ini berkorban agar
> tanah mereka diangkut dan membiyayai pembangunan Republik ini....
>
> Saya takutkan Amin Rais, Mega, Gus Dur, Adi Sasono tidak akan
> memperdulikan nasib mereka pas jadi presiden....dilupakan lagi
> penderitaan rakyat Irian....karena mereka akan selalu terbuang dan dibuang.

Ya berhubung Bung Andrew punya keterikatan dg Irja nyang kuat, memang sudah
sewajarnya ikut memperjuangkan dg gigih nasib warga Irja, nyang dari Ndiwek
juga harus menuntut rasa terima kasih dari pemerintah. Mosok minyak udah
disedot habis Belanda buat mbangun negeri Walanda dan jalan-jalan di Jawa
kok setelah minyake habis jalannya masih batu mulu sejak jaman VOC.


> Rubah pandangan kita ttg Freeport, Hasil dari Freeport sudah selayaknya
> digunakan untuk membangun bumi Irian dan kalau ada hasil yang bisa dibawa
> ke Jakarta, itu adalah semata-mata sumbangan sukarela rakyat Irian demi
> kemajuan bangsa Indonesia. Kita harus dapat berterima Kasih....itu saja...

Ini ngomong-ngomong mau niru model administrasi mana tho? Model Ameriki,
Perancis, Inggris, atau mbikin model sendiri?


--
Salam,
Jaya


--> I disapprove of what you say, but I will
    defend to death your right to say it. - Voltaire

               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke