Yah, keadaan yang demikian memang sangat
disayangkan, dan harus dapat kita perbaiki.
Dan itu secara pasti terjadi pada kampanye
semua Partai !!
Tapi yang penting, turunnya mereka kejalan
bukanlah digalang atau diiming-imingi sejumlah
janji dan uang, dan bukan juga oleh suatu
pemaksaan atau pendekatan terselubung.
Mereka turun sebagai simpatisan secara
spontanitas.
Itu saja komentar saya.
Selamat mengikuti Pemilu, semoga sukses !
Salam,
bRidWaN
At 09:28 AM 6/6/99 -0400, A. Syamil wrote:
>Salam Permias,
>
>Berikut saya sampaikan komentar singkat tentang kampanye PDI-Perjuangan dari
>seorang ibu. Ada komentar balik?
>
>Jabat erat,
>
>Ahmad Syamil
>Toledo, OH
>
>---------- Forwarded message ----------
>Date: Mon, 31 May 1999 09:45:44 +0700 (WIB)
>From: Sri Suwardhani <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [itb75] kampanye PDI-P
>
>Hari minggu tgl 30/5/99, kebetulan hari Raya Umat Budha, dan dianjurkan
>kepada partai2 untuk tidak berkampanye.
>Tapi didaerah Bandung yang katanya kampanye berjalan lancar alias
>aman alias tidak ada gontok2an, ternyata PDI-P melakukan kampanye (pawai
>kendaraan) yang sama sekali "tidak Simpatik". Malahan menurut saya terlalu
>brutal, saya bisa bilang brutal, karena saya kebetulan melihat dengan mata
>kepala sendiri, sepanjang perjalanan Cimahi-Bandung(Dago).
>Kenapa saya bisa bilang brutal??
>> Dalam satu sepeda motor, kebanyakan dinaiki oleh tiga orang, satu orang
> putri dan duduk ditengah2 antara dua putra, kemudian kaki si putri ini
> dinaikkan ke kaki si putra yang didepan (saya sampai ngelus dada...
> astagfirullah...bener2 mulai zaman eduan). Dan itu tidak hanya satu
> motor, beberapa motor....., padahal di mobil saya bawa dua ponakan
> putri., bisa dibayangkan ..kalau yang naik motor itu putra-putri kita??,
> dimana moral calon2 penerus bangsa itu.
>> Yang kedua, diatas kap mobil yang biasa naik hanya putra2 saja, ini
> putra-putri dan dengan bangganya dan sambil melambaikan bendera
> kebanggaan PDIP. Tapi yang mengagetkan saya, ternyata putri2 itu
> dipegang (dalam posisi dipeluk) oleh kaum putranya, mudah2an itu adik
> atau saudara, kalau bukan...????
> Dan ada putri yang bak putri ikan duyung dengan stylenya berpose diatas
> kap mesin..cckcckcckcck
>> Ketiga, sesampainya di Dago..saya bertemu dengan rombongan PDIP yang
> konvoi sepeda motor, begitu saya perhatikan memang tidak sevulgar
> sepanjang jalan arah dari BDG-Cimahi, tetapi yang menaiki sepeda motor
> itu banyak yang masih bayek/piyek alias anak dibawah umur????, masak
> kita akan selalu berkomentar..wah kalau ada apa2 yah salah sendiri..,
> gimana kalau diantara mereka terselip anak2 temen2 kita sendiri??, anak2
> itu kan aset bangsa...saya bener2 prihatin deh
>Yang saya ingin tanyakan kepada kader PDIP (mungkin diantaranya ada temen
>kita sendiri), bagaimana bangsa kita akan dibawa ke ERA yang lebih maju
>atau minimal lebih baiklah dari yang kemarin, kalau untuk mengontrol
>massanya saja tidak bisa?? Karena menurut saya "KONTROL ke BAWAH" itu
>sangat penting untuk membenahi "BUDAYA" kita yang sudah hancur..cur...cur
>berantakan...
>wass,
>Sri SHPR
>
>