Perhatian anda terhadap pemuda-pemudi sangat tinggi. Masa depan Kami butuh
perhatian dari semua bangsa, bukan dari satu partai saja. Kami juga bangsa
Indonesia, bukan bangsa mana - mana.
jabat erat
KT
On Sun, 6 Jun 1999, A. Syamil wrote:
> Salam Permias,
>
> Berikut saya sampaikan komentar singkat tentang kampanye PDI-Perjuangan dari
> seorang ibu. Ada komentar balik?
>
> Jabat erat,
>
> Ahmad Syamil
> Toledo, OH
>
> ---------- Forwarded message ----------
> Date: Mon, 31 May 1999 09:45:44 +0700 (WIB)
> From: Sri Suwardhani <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [itb75] kampanye PDI-P
>
> Hari minggu tgl 30/5/99, kebetulan hari Raya Umat Budha, dan dianjurkan
> kepada partai2 untuk tidak berkampanye.
> Tapi didaerah Bandung yang katanya kampanye berjalan lancar alias
> aman alias tidak ada gontok2an, ternyata PDI-P melakukan kampanye (pawai
> kendaraan) yang sama sekali "tidak Simpatik". Malahan menurut saya terlalu
> brutal, saya bisa bilang brutal, karena saya kebetulan melihat dengan mata
> kepala sendiri, sepanjang perjalanan Cimahi-Bandung(Dago).
> Kenapa saya bisa bilang brutal??
> > Dalam satu sepeda motor, kebanyakan dinaiki oleh tiga orang, satu orang
> putri dan duduk ditengah2 antara dua putra, kemudian kaki si putri ini
> dinaikkan ke kaki si putra yang didepan (saya sampai ngelus dada...
> astagfirullah...bener2 mulai zaman eduan). Dan itu tidak hanya satu
> motor, beberapa motor....., padahal di mobil saya bawa dua ponakan
> putri., bisa dibayangkan ..kalau yang naik motor itu putra-putri kita??,
> dimana moral calon2 penerus bangsa itu.
> > Yang kedua, diatas kap mobil yang biasa naik hanya putra2 saja, ini
> putra-putri dan dengan bangganya dan sambil melambaikan bendera
> kebanggaan PDIP. Tapi yang mengagetkan saya, ternyata putri2 itu
> dipegang (dalam posisi dipeluk) oleh kaum putranya, mudah2an itu adik
> atau saudara, kalau bukan...????
> Dan ada putri yang bak putri ikan duyung dengan stylenya berpose diatas
> kap mesin..cckcckcckcck
> > Ketiga, sesampainya di Dago..saya bertemu dengan rombongan PDIP yang
> konvoi sepeda motor, begitu saya perhatikan memang tidak sevulgar
> sepanjang jalan arah dari BDG-Cimahi, tetapi yang menaiki sepeda motor
> itu banyak yang masih bayek/piyek alias anak dibawah umur????, masak
> kita akan selalu berkomentar..wah kalau ada apa2 yah salah sendiri..,
> gimana kalau diantara mereka terselip anak2 temen2 kita sendiri??, anak2
> itu kan aset bangsa...saya bener2 prihatin deh
> Yang saya ingin tanyakan kepada kader PDIP (mungkin diantaranya ada temen
> kita sendiri), bagaimana bangsa kita akan dibawa ke ERA yang lebih maju
> atau minimal lebih baiklah dari yang kemarin, kalau untuk mengontrol
> massanya saja tidak bisa?? Karena menurut saya "KONTROL ke BAWAH" itu
> sangat penting untuk membenahi "BUDAYA" kita yang sudah hancur..cur...cur
> berantakan...
> wass,
> Sri SHPR
>