Weleh, lagi enak2 bobo koq dipanggilin terus nih.
Ada apa lae Sitorus? Koq pusing amat sih dengan
istilah "manajer konflik"?
Sapa itu yg ngomong? Bung Eep?
Weleh...weleh....kemarin2 dia juga ngomong kalau
PDIP itu bukan partai reformis dan juga pro status-quo.
Dan pendapatnya itu sudah dibahas oleh seorang kandidat
doktor politik yg lagi studi di Jepang yg telah dimuat
di satu media massa, sayangnya saya ngga sempat bookmark
tulisannya. Penulis tersebut membahasnya dari penggunaan
istilah dan memperhatikan sikap2 politik PDIP. Ternyata
pernyataan Eep itu sangat lemah bila dilihat dari segi
akademis.
Nah, sekarang muncul lagi dengan istilah manajer konflik
yg baik. Apa pula ini? Ada rekan2 yg bisa nerangin hal ini?
Yang saya tahu sih di dunia manajemen itu yg dikenal
adalah istilah management by conflict. Jadi bukan artinya
manajer konflik.
Kalau mau bicara soal konflik, dimana ada perbedaan
disitu terbuka terjadinya konflik. Tul ngga?
Demikian juga dengan PDIP. Semenjak menyatakan
diri sebagai partai terbuka, maka dengan demikian
akan berkumpul orang2 yg punya berbagai kepentingan.
Nah, sekarang saya balik ngundang anda dan rekan2
untuk lebih jeli berpikir dan mengamati.
Kenapa kira2 PDIP yg katanya banyak konflik itu masih
tetap seperti sekarang, tidak terpecah belah, tapi
malah makin besar?
Trus, coba ngebayangin lagi, seandainya bukan Megawati
yg memimpin disana, apakah PDIP bisa seperti sekarang
dengan konflik2 yg ada tersebut?
Bagi saya pribadi, PDIP tetap bersatu seperti sekarang
bahkan menjadi lebih besar lagi, ditengah konflik2 yg ada
adalah bukti nyata bahwa Mega adalah tipe pemimpin yg
dapat mempersatukan. Jadi, sangat cocok untuk kondisi
Indonesia yg memang banyak perbedaan dan terbuka
kemungkinan konflik yg tidak kecil.
Kembali soal manajer konflik yg baik. Ini istilah baru apaan sih?
Kalau ngikutin kalimatnya sih, hmmm.....nominasi paling
kuat untuk menjabat manager konflik yg baik ya itu dia,
Soeharto. Konflik2 abis ditangan dia, yg berani punya pendapat
atau kepentingan berbeda, disikat habis. Sampai2 membuat
orang jadi malas untuk punya pendapat berbeda.....:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu