Mbak Yuni yth.,

Saya kira anda telah 'underestimate' kepada para pemilih PDI-P. Saya
mengerti perasaan anda karena saya juga pernah merasakannya ketika
menyaksikan kampanye PDI pada tahun 1992 (?). Pembelajaran telah
berlangsung sedemikian cepatnya di Indonesia, termasuk dalam hal
berpolitik. Seyogyanyalah anda mulai meng'update' pikiran anda dengan
referensi-referensi baru seperti halnya perkembangan pesat opini masyarakat
saat ini.

Saya pikir kerisauan anda tidaklah beralasan. Anda terlalu mendramatisir
dan dihantui oleh perasaan anda yang kelihatannya tidak banyak benarnya.


Sekali lagi, jaman dan masyarakat telah berubah.

Salam,
Budi

At 11:17 AM 6/9/99 -0700, you wrote:
>Saya berpendapat jelas bukan mewakili rakyat, mewakili diri saya pribadi.
Yang
>saya riaukan adalah rakyat yang memilih Mega. Yang aya resahkan adalah suara
>yang memilih Mega, jika kebanyakan adalah orang orang yang tidak tahu
>sebenarnya Mega, tahunya Mega adalah anak Sukarno, seperti contohnya para
>rakyat kecil, tentu saja bisa berabe, karena masa depan mereka dalam jeopardy
>termasuk the rest of rakyat Indonesia lainnya yang tidak ikut ikutan memilih
>Mega, karena mau tidak mau mereka harus rela berada dibawah kepemimpinan
Mega.
>
>Yuni
>
>
>bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Tapi bukan pro status-quo khan...:)
>
>
>Salam,
>bRidWaN
>
>
>At 10:38 PM 6/8/99 EDT, Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>>In a message dated 6/8/99 10:36:31 PM Eastern Daylight Time,
>>[EMAIL PROTECTED] writes:
>>
>>> Mba Yuni, bisa anda jelaskan rakyat yang mana?
>>>  Hati-hati loh cara-cara lama.
>>>  Jangan sok mewakili rakyat kalau tidak tahu benar tentang rakyat.
>>
>>Irwan:
>>Mewakili kelompok Megawati phobia atau ABM (asal bukan mega)
>>hehehehe....
>>
>>jabat erat,
>>Irwan Ariston Napitupulu
>>
>>
>
>
>____________________________________________________________________
>Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.
>

Kirim email ke