Ini namanya udah mulai udur-uduran. Mau menang sendiri....
Money politics ya money politics. Tinggal dipegang orang yg melakukannya.
Pimpinannya perlu menjelaskan itu uang dari mana? Bisa dikejar lagi, bila
milik organisasi berarti sudah ada restu partaikah?

Kalo caranya kayak anda yg di bawah, lama-lama kita boleh
nyolong ayam, toh ayam tetangga pribadi. Bukan ayam negara.
Weleh..weleh....nama rakyat dicatut lagi.....tobat...tobat....

Kalo mau gitu cara mainnya, entar ada yg bilang Ghalib terima uang kan
uang pribadi dari Prayogo dan The Ning King, bukan uang rakyat. Kalo
kita minta duit lalu dikasih apa salahnya? Toh bukan uang rakyat?
Mau gini nih narik kesimpulannya?

Ini namanya bukan salah kaprah, tapi salah kabeh....


'---------------
Yusuf-Wibisono wrote:

> Yw: Wah, ini salah kaprah...
>     Pengertian money politics itu ada dua jenis:
>
>     1. 'Bagi-bagi' duit milik partai/simpatisan sendiri
>        Ini kurang etis, but who cares. Wong duit, duit
>        mereka sendiri, mau buat ngeriting rambut kek,
>        apa kek... suka-suka aja.
>
>     2. 'Bagi-bagi' duit milik rakyat! (Berupa dana JPS,
>        fasilitas milik negara, anggaran negara, etc,
>        baik sumber sendiri maupun sumber hutang).
>        Nah, ini baru masalah ya etis, ya kriminal.
>        Misalnya: partai xxx, membagi duit JPS (ie.
>        milik rakyat),...
>
>     Pelanggaran no. 2 ini jelas banget lebih berat
>     dari yg no. 1. Silakan dikomentari, deh...
>
>     ;-)
>
> At 12:23 PM 6/10/99 +0700, you wrote:
> >>>>
>
> PDI Mega Terlibat Politik Uang di Jakarta Timur
> Reporter Hestiana Dharmastuti
>
> detikcom, Jakarta-Bukan cuma Golkar dan Partai Daulat Rakyat (PDR) yang
> banyak dilaporkan organisasi pemantau pemilu telah melakukan money
> politics. Bahkan PDI Perjuangan pun dilaporkan melakukan hal yang sama di
> Jakarta Timur.
>
> Adanya praktek haram itu ditemukan Unfrel (University Network for Fair dan
> Free Election) pimpinan T Mulya Lubis. Temuan itu disampaikan oleh relawan
> Unfrel bernama Dicky Hardianto yang bertugas memantau Pemilu 7 Juni 1999 di
> perumahan AL di TPS 20 Jl Usman Harun RT 01/RW 05 Kecamatan Makassar,
> Jakarta Timur.
>
> Dicky melaporkan temuannya dalam selembar surat yang kemudian dikirimkan
> lewat faksmili ke kantor pusat Unfrel, Jl Borobudur, Jakarta Pusat.
> Reporter detikcom berhasil mendapatkan faksimili itu bersama wartawan
> Rakyat Merdeka, Suara Bangsa, Sinar Pagi, dan Bali Post.
>
> Menurut Febi Adamsyah, Koordinator Humas Unfrel, faks itu masuk ke kantor
> pusat Unfrel pukul 15.12 WIB, Rabu (09/06/1999). Faks itu ditujukan pada
> Divisi Pengaduan Unfrel attn Bapak Agung Supriyo/Daris, hal pengaduan money
> politics PDI Perjuangan. Demikian bunyi surat yang ditulis Dicky, relawan
> Unfrel yang berkode 089 ini:
>
> Ass. Wr. Wb.
>
> Saya mengadukan pelanggaran Pemilu 7 Juni kemarin. Di TPS 20 Jl Usman Harun
> RT 01 RW 05 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, telah
> terjadi praktek money politics yang dilakukan PDI Perjuangan (membagikan
> uang Rp 10 ribu) oleh simpatisan atau pengurus PDI Perjuangan di daerah
> setempat dari purnawirawan AL kepada beberapa tukang ojek untuk mendukung
> PDI Perjuangan pada pemilu kemarin.
>
> Pelanggaran ini cukup menarik karena ini memberi jawaban mengapa di
> pemukiman ABRI, PDI Perjuangan menang. Bahkan di tempat itu adalah bekas
> kediaman KSAL.
>
> Terimakasih atas perhatiannya, saya mengharapkan Anda melakukan investigasi
> dan melaporkan ke masyarakat demi tegaknya demokrasi di Indonesia.
>
> Wassalam,
> Dicky Hardianto (089)
>
> Febi sendiri mengaku belum melakukan investigasi ulang terhadap laporan
> itu. Akan tetapi kemenangan PDI Perjuangan di kawasan ABRI memang cukup
> unik. Sebab di beberapa perkampungan sejenis, Golkar tetap nomor satu.
> Misalnya di TPS di perumahan Paspampres (Pasukan Pengawal Presiden) di
> Kramat Jati, Jakarta Timur, Golkar tetap unggul.

--
Salam,
Jaya


--> I disapprove of what you say, but I will
    defend to death your right to say it. - Voltaire

               \\\|///
             \\  - -  //
              (  @ @  )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
           oooO     (   )
          (   )      ) /
           \ (      (_/
            \_)

Kirim email ke