Sebagai tambahan :
Saya melihat ada "grey area" di sini, apa benar GMSJ itu yang
menyebabkan bangkrutnya PT Danareksa ?
Lalu apakah prestasinya itu mempengaruhi kapabilitasnya sebagai ketua
BPPN ?
Kalau mau diperjelas :
1. Kalau GMSJ memang penyebab bangkrutnya PT. Danareksa berarti memang
prestasinya patut dipertanyakan. Artinya kenapa orang yang tidak
berprestasi ditempatkan di lembaga yang sangat penting, sebagai CEO
lagi...
2. Kalau GMSJ bukan orang yang menyebabkan bangkrutnya PT Danareksa
(bisa saja memang kondisi perusahaan-perusahaan yang ditangani oleh
GMSJ ini sudah sedemikian parah atau "probabilitas kebangkrutannya
sangat besar") maka tentu saja GMSJ tidak perlu dinilai jelek /
dikaitkan dengan kebangkrutan PT Danareksa.
Sayangnya point 1 dan 2 di atas hanya diketahui oleh "orang dalam" atau
"manajemen tingkat tinggi", dan tentu saja tidak akan bocor ke
kita-kita ini.
Contoh lain; sebelum Robby Johan memegang kumpulan bank-bank pemerintah
itu, berita yang di koran (yang sebagian besar kita percayai) kan
semuanya bagus-bagus saja, yang jelek (terlanjur diketahui oleh
masyarakat) hanya Bapindo saja; lalu setelah bank-bank itu diserahkan
ke pak Robby kok yang muncul malah berita bahwa bank pemerintah itu
sedang dalam proses "sekarat" ? Jadi pak Robby itu :
1. Penyebab bank sekarat,
2. Tidak berhasil memperbaiki bank sekarat,
3. Bank itu memang sekarat dan siapapun yang ditugasi memperbaiki akan
mengalami kesulitan.
Mana yang benar ? Wah.... susah juga....mesti cari bocoran nih.......
Bisa juga skenarionya lain sama sekali, misalnya :
Kalau anda bekerja di satu perusahaan, apa anda pernah dengar tentang
orang yang berbuat kesalahan kemudian orang itu dipindah ke bagian
audit untuk mengaudit pekerjaannya yang dulu ?
Seperti ini juga biasa di perusahaan, karena mau tidak mau orang itu
akan berusaha mendapatkan kesalahan sebanyak mungkin (dengan begitu
mengungkapkan dosanya sendiri); tetapi kalau orang itu sengaja
mendapatkan kesalahan dengan jumlah yang sedikit maka tentu orang itu
akan "dilaporkan kepada atasannya" oleh anggota tim lain, dan tentu
saja orang itu akan mendapat cap "tidak berprestasi' selama-lamanya.
Sementara ini sih saya tidak melihat skenario yang terakhir ini di BPPN
(wong saya ini rakyat kecil saja kok mau melihat skenario begitu di
BPPN.....mimpi ?)
Yeah....selamat menganalisis deh.....semoga menemukan apa yang
dicari....(kebenaran yang jelas seperti hitam di atas putih ?)
Salam,
Dody
--- Rama Indrayana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Wah, main point saya sebenarnya ini lho:
> Orang yg pernah bertanggung jawab utk bangkrutnya PT
> Danareksa, koq sekarang
> jadi mau 'mengadili'nya...........
> Bukan dagelan? ya, sudah......
>
> RI
>
> > ----------
> > From: Dody
> Ruliawan[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Wednesday, June 09, 1999 11:32 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: Daftar Pengutang dan BPPN
> >
> > Saya yakin GMS Jusuf yang di BPPN itu sama dengan
> GMS Jusuf yang di
> > Danareksa. Setahu saya pak Glenn memang ditugasi
> untuk memperbaiki PT
> > Bahana, kemudian PT Danareksa dan sebagainya.
> Kalau kita lihat memang
> > cukup banyak manajer profesional yang ditugasi
> seperti itu misalnya
> > Tanri Abeng, Robby Johan, dan semuanya bukan
> dagelan bung....
> >
> > Setahu saya gaji di BPPN itu kecil kalau
> dibandingkan misalnya dengan
> > anggota DPR, atau sangat kecil kalau dibandingkan
> dengan gaji karyawan
> > Prakarsa Jakarta.
> >
> > Contohnya gaji manajer senior, per bulan gross Rp
> 4 juta, pajaknya
> > rata-rata 13%. Kalau dikurskan ke US $ dengan 1US$
> = Rp 8.000,- maka
> > netto gaji petinggi BPPN itu sama dengan kurang
> dari US $ 500,- per
> > bulan.
> > Termasuk besar ? wah.....gimana ya..... kalau
> rekan-rekan Permias sih
> > saya yakin sudah biasa menghadapi kenyataan di USA
> bahwa gaji pelayan
> > restoran (part time) bisa dapat net US$ 1000,- per
> bulan, tapi entah
> > kalau bagi rekan-rekan di Indo......apakah gaji di
> BPPN itu termasuk
> > besar atau tidak....silahkan dinilai sendiri.....
> >
> > Salam
> > Dody
> >
> >
> > --- Rama Indrayana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Wah menarik juga....
> > >
> > > ngomong2, bosnya BPPN sekarang (GM Jusuf) apa
> > > bukannya bekas bos PT
> > > Danareksa (no, urut 102)??
> > >
> > > kalau benar, apakah ini juga termasuk dagelan
> konyol
> > > di negeri ini?
> > >
> > > (sebenarnya saya juga bertanya2 mengenai
> > > 'profesional2' yg dipercaya
> > > mengawaki BPPN - dan dibayar tinggi itu-,
> siapakah
> > > mereka ini? apakah mereka
> > > sebelumnya tdk terlibat dlm pengelolaan
> > > bank2/perusahaan2 yg ternyata
> > > bermasalah tsb?)
> > >
> > > RI
> > >
> > > > ----------
> > > > From: Mahendra
> > > Siregar[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > > > Sent: Tuesday, June 08, 1999 11:22 PM
> > > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > > Subject: Daftar Pengutang
> > > >
> > > > Daftar 200 Penghutang Terbesar di Indonesia
> > > >
> > > > Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
> Selasa
> > > (01/06/1999) telah
> > > > mengeluarkan daftar 200 penghutang (debitur)
> > > terbesar di Indonesia. 200
> > > > Perusahaan tersebut meninggalkan hutang di
> > > sejumlah bank, baik itu di
> > > > Bank Beku
> > > > Operasi, Bank Take Over, Bank Umum yang masih
> > > rekapitalisasi maupun Bank
> > > > Pemerintah. Ke-200 pemilik perusahaan tersebut
> > > telah diminta BPPN untuk
> > > > merembuk penyelesaian hutang-hutang tersebut.
> > > Berikut daftar 200
> > > > perusahaan tersebut:
> > > >
> > > > ----------deleted---------
> > > >
> > > > 102. Danareksa, PT
> > > >
> > > > --------deleted------
> > > >
> > >
> >
> >
> _________________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Get your free @yahoo.com address at
> http://mail.yahoo.com
> >
>
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com