-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, June 11, 1999 8:58 AM
Subject: Re: Rencana Hubungan Diplomatik RI-Israel melukai Ummat Islam di
...
Rekan2 disini mungkin bisa saling melengkapi kira2 apa permasalahan yg
menjadikan Indonesia belum saatnya
membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Lalu pula, bagaimana dengan
adanya negara Arah yg
telah membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Kira2 alasan apa mereka
membuka hubungan tersebut.
Nasrullah Idris :
---------------
Peta politik luar negeri Indonesia sekarang ini ibarat peta ajaib 101 kotak
kali 101 kotak. Setiap kotak berisi bilangan bulat dari 1 sampai 10201. Nah
jumlah bilangan setiap baris maupun setiap kolom adalah sama. Ini vital
harus dimiliki (simbol keseimbangan)
Jadi dengan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, berarti ada salah
satu angka atau lebih yang berubah, sehingga jumlah bilangan setiap
baris/setiap tidak lagi sama. Untuk bisa kembali sama ya harus mutar otak
lagi. Apa mungkin ini bisa berlangsung segera? Jangan2 ketika sedang memutar
otak - gejolak muncul di banyak tempat. Akhirnya ya mandeg.
Apakah dengan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, posisi Indonesia
akan semakin menguntungkan di kalangan :
Negara2 Non Blok, anggota Organisasi Konfrensi Islam, ASEAN, APEC, dll? Ini
pun harus diperhatikan. Bagaimana pula dilihat dari sisi pragmatis, bebas,
aktif, dan realistis? Suka nggak suka adanya perubahan di sini jelas akan
mempengaruhi politik dalam negeri. Bukankah politik dalam negeri
tercerminkan dari politik luar negeri.
Jadi kalau ingin pakai logika, pakailah logika dari berbagai aspek. Miriplah
dengan logika dalam memprediksi kurs valuta asing di mana faktor rumor,
disain operasional informasi, pokoknya yang terkait perlu dilibatkan.
Salam,
Nasrullah Idris