Mbak Yuni,
Walaupun saya memiliki pandangan yg berbeda dengan anda yaitu kita tidak perlu apriori
dengan
kualifikasi pimpinan nasional sebelum kita melihat kinerjanya, namun saya menghormati
dan
salut atas sikap dan pandangan anda yang sangat konsisten dan prinsipiil. Saya justru
mengharapkan teman-teman lainnya dapat mengikuti keteladanan anda, yaitu berani angkat
bicara
secara bertanggungjawab. Kalau jumlah masyarakat Indonesia yang seperti anda lebih
banyak
lagi, maka saya yakin Indonesia akan dapat memiliki "civil society" yang kuat,
sehingga kita
dapat maju dan berkembang tanpa harus tergantung kepada siapapun yang menjadi
Pemerintah.
Sebab hakekat dari civil society pada tatanan sistem politik yang demokratis adalah
masyarakat
yang kuat, bukan pemerintahnya.
Mahendra
yuni windarti wrote:
> Apakah yang memilih PDIP tahu benar siapa Mega????
> Apakah yang mati karena peristiwa kerusuhan beberapa tahun lalu, karena
> membela PDIP tahu siapa Mega??
>
> Di email ku yang lain sudah aku katakan bahwa aku melihat dengan mata dan
> kepalaku sendiri Mega sewaktu jadi pemimpin resmi PDI sudah sebar sebar tanda
> tangan untuk minta proyek, untuk partai.Apapun alasannya, hal hal seperti ini
> yang saya tidak suka dari seorang pemimpin. Mungkin itu bukan Mega, mungkin
> itu perbuatan oknum, mudah mudahan. Tetapi tampaknya arahnya waktu itu jelas
> menunjukkan Mega tidak ubahnya anak anak pejabat lainnya yang suka
> memanfaatkan kesempatan bapaknya jadinya penggede. Seperti halnya Bambang
> Sulistomo, anaknya bung Tomo, yang memanfaatkan nama bapaknya yang sudah
> meninggal untuk mendapatkan proyek di PLN.
>
> Saya tahu hal hal seperti ini karena saya suka iseng ingin tahu bagaimana
> kehidupan orang orang gede, saya dulu terlibat dengan mereka untuk memenuhi
> rasa keingin tahuan. Setelah tahu kehidupan mereka saya jadi ngeri.Memang
> benar firman Allah bahwa harta dan kedudukan bisa melupakan seseorang akan
> dirinya sendiri dan sekitarnya.
>
> Oke saya akui demi Allah saya menginginkan agar Indonesia dipimpin oleh
> seorang pria muslim yang arif bijaksana dan tahu kepemimpinan secara Islam.
>
> Udah deh gue nanti dikira sok tahu lagi
> n
>
> Yuni
>
>
>
>
>
>
> Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> In a message dated 6/9/99 2:29:15 PM Eastern Daylight Time,
> [EMAIL PROTECTED] writes:
>
> > Saya berpendapat jelas bukan mewakili rakyat, mewakili diri saya pribadi.
> > Yang
> > saya riaukan adalah rakyat yang memilih Mega. Yang aya resahkan adalah
> suara
> > yang memilih Mega, jika kebanyakan adalah orang orang yang tidak tahu
> > sebenarnya Mega, tahunya Mega adalah anak Sukarno, seperti contohnya para
> > rakyat kecil, tentu saja bisa berabe, karena masa depan mereka dalam
> > jeopardy
> > termasuk the rest of rakyat Indonesia lainnya yang tidak ikut ikutan
> memilih
> > Mega, karena mau tidak mau mereka harus rela berada dibawah kepemimpinan
> > Mega.
> >
> > Yuni
>
> Irwan:
> Dengan kata lain anda ingin mengatakan bahwa anda lebih
> tahu banyak tentang Mega ketimbang pemilih2 PDIP.
> Hmmm....mungkin karena sikap anda yg seperti ini makanya
> anda kemarin2 itu dibilang sok tahu oleh beberapa rekan disini.
>
> Sadarkah anda sebenarnya dalam posting anda terdahulu
> itu anda sudah melontarkan satu prasangka yg tidak didukung
> oleh bukti atau pun nalar yg cukup?
> Kalau anda belum menyadarinya, nanti saya postingkan
> disini bagian dari posting anda tersebut. Tapi kalau anda
> sudah menyadarinya, baguslah, saya ngga perlu lagi
> menunjukkan hal tersebut.
> Belajarlah dari kesalahan. Jangan menganggap diri
> menjadi orang yg paling hebat dan merasa paling tahu
> tentang sesuatu. Di atas awan masih ada langit.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> ____________________________________________________________________
> Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
>http://webmail.netscape.com.