Mbak Yuni,
Saya terusik dengan issue yang dilemparkan, bahwa anda melihat sendiri bahwa
Mega menyebarkan tanda-tangan untuk minta proyek ke Gubernur Jawa Timur.
seperti email di bawah :
>Saya tidak bermaksud melecehkan anda bung, tentu saja aya akui anda pintar
>apalagi bisa beraksi didepan komputer. Katanya belajar demokrai, selama
saya
>hanya menulis apa yang ada dalam benak saya, emosi atau tidak seharusnya
anda
>menerima.
>Apalagi sudah banyak fakta tentang Mega, apa yang saya tulis bukannya
sekedar
>emosi. Saya punya pengalaman ketika masih di Surabaya, saya menjadi saksi
>orang suruhan Mega membawa surat Mega kepada Gubernur Jawa Timur untuk
meminta
>proyek. Begitu pula di PLN, ada orang orang Mega yang meminta proyek dengan
>alasan untuk kelangsungan partai........
>yuni
Bisa dijelaskan lebih rinci nggak, saya yakin anda bisa karena telah
mebilhat sendiri, Gubernurnya saat itu siapa dan untuk proyek apa serta
perusahaannya namanya apa. Karena tidak seharusnya kita menyebarkan fitnah.
Ada keganjilan yang saya tangkap. Seiingat saya, semasa Megawati Ketua Umum
resmi PDI, Gubernur Jawa Timur saat itu Basofi Sudirman, adalah pengganjal
berat PDI Mega, karena ia melakukan intervensi dengan hanya mengakui Latief
Pudjosakti sebagai ketua DPD, walau DPP Mega tidak pernah mengakuinya.
Bagaimana mungkin dengan perseteruan serupa itu Megawati meminta proyek ke
Gubernur Jawa Timur dan tidak menjadi issue ?
Tidak setuju dengan seseorang, (saya sendiri memilih Amien Rais sebagai
Capres), tidak berarti kita bisa menjatuhkannya dengan menyebarkan fitnah
dan rasa benci.
Salam,
Ichwan
----- Original Message -----
From: yuni windarti <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, June 12, 1999 12:35 AM
Subject: Re: [Re: bung Irwan[Re: [PDI-P tidak selalu = Mega]]
Apakah yang memilih PDIP tahu benar siapa Mega????
Apakah yang mati karena peristiwa kerusuhan beberapa tahun lalu, karena
membela PDIP tahu siapa Mega??
Di email ku yang lain sudah aku katakan bahwa aku melihat dengan mata dan
kepalaku sendiri Mega sewaktu jadi pemimpin resmi PDI sudah sebar sebar
tanda
tangan untuk minta proyek, untuk partai.Apapun alasannya, hal hal seperti
ini
yang saya tidak suka dari seorang pemimpin. Mungkin itu bukan Mega, mungkin
itu perbuatan oknum, mudah mudahan. Tetapi tampaknya arahnya waktu itu jelas
menunjukkan Mega tidak ubahnya anak anak pejabat lainnya yang suka
memanfaatkan kesempatan bapaknya jadinya penggede. Seperti halnya Bambang
Sulistomo, anaknya bung Tomo, yang memanfaatkan nama bapaknya yang sudah
meninggal untuk mendapatkan proyek di PLN.
Saya tahu hal hal seperti ini karena saya suka iseng ingin tahu bagaimana
kehidupan orang orang gede, saya dulu terlibat dengan mereka untuk memenuhi
rasa keingin tahuan. Setelah tahu kehidupan mereka saya jadi ngeri.Memang
benar firman Allah bahwa harta dan kedudukan bisa melupakan seseorang akan
dirinya sendiri dan sekitarnya.
Oke saya akui demi Allah saya menginginkan agar Indonesia dipimpin oleh
seorang pria muslim yang arif bijaksana dan tahu kepemimpinan secara Islam.
Udah deh gue nanti dikira sok tahu lagi
n
Yuni
Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
In a message dated 6/9/99 2:29:15 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Saya berpendapat jelas bukan mewakili rakyat, mewakili diri saya pribadi.
> Yang
> saya riaukan adalah rakyat yang memilih Mega. Yang aya resahkan adalah
suara
> yang memilih Mega, jika kebanyakan adalah orang orang yang tidak tahu
> sebenarnya Mega, tahunya Mega adalah anak Sukarno, seperti contohnya para
> rakyat kecil, tentu saja bisa berabe, karena masa depan mereka dalam
> jeopardy
> termasuk the rest of rakyat Indonesia lainnya yang tidak ikut ikutan
memilih
> Mega, karena mau tidak mau mereka harus rela berada dibawah kepemimpinan
> Mega.
>
> Yuni
Irwan:
Dengan kata lain anda ingin mengatakan bahwa anda lebih
tahu banyak tentang Mega ketimbang pemilih2 PDIP.
Hmmm....mungkin karena sikap anda yg seperti ini makanya
anda kemarin2 itu dibilang sok tahu oleh beberapa rekan disini.
Sadarkah anda sebenarnya dalam posting anda terdahulu
itu anda sudah melontarkan satu prasangka yg tidak didukung
oleh bukti atau pun nalar yg cukup?
Kalau anda belum menyadarinya, nanti saya postingkan
disini bagian dari posting anda tersebut. Tapi kalau anda
sudah menyadarinya, baguslah, saya ngga perlu lagi
menunjukkan hal tersebut.
Belajarlah dari kesalahan. Jangan menganggap diri
menjadi orang yg paling hebat dan merasa paling tahu
tentang sesuatu. Di atas awan masih ada langit.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
____________________________________________________________________
Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.