In a message dated 6/16/99 5:18:08 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
>  Begini, sepanjang yang saya dan teman teman mahasiswa yang lain ketahui,
>  permias mailing list adalah sebuah forum dimana mahasiswa di Amerika dapat
>  berbagi informasi, jadi sifatnya tertutup seperti mailing list permias
>  Cleveland yang di Admin sama si babeh Irwan napitupulu. Namun setelah dua
>  tahun lalu dibuka, kelihatannya permias mailing list malah menjadi seperti
>  mailing list apakabar dan sebagainya yang kadang kadang isi nya sangat
tidak
>  sesuai dengan semangat kemahasiswaan.

Irwan:
Saya tidak melihat milis permias@ menjadi seperti milis apakabar@.
Dan lagian, memangnya apa sih kejelekan milis apakabar@?
Apa karena isinya terlalu vulgar? Apa karena tulisan2 terlalu tajam?
Selain itu, semangat kemahasiswaan itu apa sih?
Coba deh anda lihat kembali di milis ini, berapa banyak sih mahasiswa
AS yg aktif menulis?
Kalau anda punya pemikiran, lebih baik milis ini ngga ada atau sedikit
posting ketimbang banyak seperti beberapa minggu yg lalu, ya tampaknya
saya kurang sepakat. Berkualitas atau tidaknya suatu tulisan itu sifatnya
sangat relatif. Berkualitas buat anda mungkin junk buat saya, berkualitas
buat saya mungkin junk buat anda.

Lagi pula, kita2 yg tinggal di AS ini kenapa sih bingung2 bila kedapatan
banyak
email? Toh kalau ngga suka ya tinggal di hapus saja, masukin tong sampah,
selesai. Kita ngga bayar pulsa telpon karena download terlalu lama.
Justru rekan2 di tanah air yg seharusnya ngeluh kalau kebanyakan dapat
imel.

Ide atau pemikran itu tidak hanya datang dari kepalanya mahasiswa tapi
bisa datang dari berbagai kepala, bahkan dari kepala seorang
pemulung sekalipun. Jangan menutup diri dengan dunia luar.

Saya akan setuju milis permias@ menjadi milis tertutup bila
memang isi milis ini hanya untuk pengumuman2 tentang
permias atau yg berkaitan dengan kegiatan2 permias di AS
dimana identitas anggotanya diketahui.

Sekedar informasi saja, di Cleveland ada empat milis,
dua  berkaitan dengan kemahasiswaan dua lagi
berkaitan dengan agama.
Milis permias Cleveland sepi seperti kuburan karena memang
ditujukan untuk posting2 yg berkaitan dengan permias.
Milis inasa (milis yg dikhususkan untuk mahasiswa
dari Universitas tertentu, walau terakhir dibuka untuk
seluruh mahasiswa di Cleveland dan sekitarnya) malah
yg ramai. Posting disana beragam, tapi umumnya bukan
hal yg berat2. Biasanya berisi jokes, informasi tentang
kampus, lowongan kerja, bahan2 kuliah, ucapan2 selamat
ulang tahun, selamat memiliki bayi baru, atau soal acara2
lainnya khususnya soal barbeque-an atau main bola dan basket.
Kita memang rutin main bola sekali seminggu kalau
matahari udah mulai nongol seperti sekarang....:)

Menyinggung2 soal agama sangat keras dilarang
dimilis inasa karena kita sadar soal begituan ngga usah
dibicarain dimilis karena cenderung akan merusak
kekompakan yg ada.


>  Bahwa menurut hemat saya, prinsip dalam agama lebih baik tidak usah
>  ditonjolkan.
>  Kenapa? Karena tak akan ada yang peduli! Apa yang dikatakan Ibu Yuni
tentang
>  Islam tidak akan diterima oleh Irwan napitupulu dan apa yang dikatakan
>  tentang Kristen oleh Irwan pun tidak akan diterima oleh Ibu Yuni, karena
ini
>  masalah prinsip.

Irwan:
Lha, koq nama gue dibawa2 sih?
Apa saya pernah memperkarakan soal Islam ke ibu Yuni?
Kalau dalam ajaran agama Islam jelas2 tertulis dilarang
untuk sesuatu, ya gila saja kalau saya mempertanyakan
kenapa bisa demikian? Contohnya, dalam ajaran agama
Islam dilarang makan babi. Kalau saya bertanya dimana
tercantum ayatnya, hal tersebut wajar2 saja. Tapi kalau
bertanya kenapa harus dilarang, khan itu hewan ciptaan
Tuhan juga, dst, nah ini baru yg ngga bener menurut saya.
Anda bisa membedakan hal tersebut khan?

Yuni mengatakan bahwa dalam ajaran agama Islam
wanita dilarang menjadi pemimpin, lalu dia mengutipkan
ayatnya (walau sumber ayatnya salah kutip). Padahal
kalau diperhatikan ayat tersebut lebih diperuntukan
antara suami-istri. Nah, pengartian ayat yg salah ini
kah seharusnya yg perlu dipertanyakan biar ajaran
agama ngga dijadikan kendaraan politik atau tujuan tertentu.
Kenapa saya sampai berani terus bertanya soal
yg satu itu? Ini karena saya sempat tahu bahwa negara
Islam sendiri seperti Bangladesh dan Pakistan (plus
Turki setelah saya tahu dari CNN), tidak melarang
wanita jadi pemimpin. Bukankah hukum Islam itu berlaku
universal? Kenapa ada orang2 muslim di negara kita
yg keberatan/melarang sementara ajaran mereka
tidak melarangnya?

Terus terang saya sangat keberatan untuk mencapai
tujuan politik tertentu orang memanfaatkan agama tertentu.
Ini sangat tidak sehat.

Tapi untunglah, mayoritas rakyat Indonesia sudah tidak
mau lagi dibodoh2i. Mereka yg mayoritas muslim telah
menyatakan pendapatnya, telah memberikan suaranya,
mereka mendukung Megawati menjadi presiden dengan
memilih PDIP sebagai partai yg mereka coblos dalam
pemilu kemarin.

>
>  So why bother?
>
>  Mahasiswa di Amerika tidak butuh perdebatan agama. Cukup sudah!
>  Yang kami butuhkan adalah info sehari hari yang berguna untuk "survive" di
>  perantauan ini. Jadi kami ingin mengusulkan agar mailing list ini tetap
>  konsisten di jalurnya, yaitu sebagai sarana informasi intern bagi mahasiswa
>  di Amerika.

Irwan:
Kalau memang ditujukan untuk topik2 seperti yg anda
sebutkan, memang seharusnya milis permias dibuat tertutup.
Dan juga dilarang menggunakan fasilitas imel umum
seperti hotmail.com, yahoo.com, karena sangat mudah
memalsukan identitas. Ini dulu usulan saya ke milis permias
tapi kandas karena memang tidak sesuai dengan  kebijakan
milis permias@ yg telah menjadikan dirinya milis terbuka.


>  Andaikata, apabila, kalau dan umpamanya: Mailing list ini tetap dibuka
untuk
>  umum, sudilah kiranya Kongres atau para pengurus permias lokal untuk
>  memikirkan suatu wadah baru yang khusus hanya untuk para mahasiswa di
>  Amerika. Menggunakan forum@ sebagainya pengganti permias mailing list
> mungkin
>  adalah sebuah jalan keluar apabila banyak oknum disini, atas nama "
> demokrasi
>  " lebih mengutamakan debat kusir daripada informasi yang bermanfaat bagi
> para
>  mahasiswa.

Irwan:
Anda tidak akan pernah tahu suatu tulisan itu baik atau tidak
sebelum anda membacanya. Dan tidak ada jaminan kalau
yg berdebat atau yg beradu argumentasi itu mahasiswa AS
maka terhindar dari debat kusir. Mahasiswa di AS asalnya
juga dulu dari mahasiswa di Indonesia. Sama2 makan nasi,
sama2 pernah pegang rupiah. Bahkan dalam peristiwa
dua tahun terakhir, penghargaan tertinggi saya pada
rekan2 mahasiswa di tanah air yg berjuang langsung ikut
menentukan nasib bangsa kita untuk tahun2 mendatang.
Jangan kita jadi sombong diri dan meremehkan kemampuan
rekan2 di tanah air. Saya pribadi merasa harus belajar
banyak pada rekan2 di tanah air tentang apa itu arti
perjuangan sebenarnya, apa itu arti demokrasi, karena
mereka punya pengalaman yg tidak saya miliki.
Mereka punya nilai lebih di mata saya.

Bung Boy, maaf, rekan2 anda yg anda katakan ada
di 12 states itu dimata saya tidak memberikan banyak
manfaat untuk milis ini ketimbang rekan2 di tanah air yg
aktif menulis di milis ini.

Saatnya kini bertindak aktif, ketimbang merengek2
minta fasilitas.

Rekan anda tersebut yg ada di 12 state bisa membuat
milis baru yg sifatnya tertutup untuk mahasiswa2 AS saja
kalau mereka mau. Setelah berhasil membuat milis
baru tersebut, tinggal anda pasang undangan di milis
ini agar mahasiswa2 AS lainnya bersedia bergabung.



>  Demikian, saya ingin mengakhiri email saya dan tidak akan menjawab
tanggapan
>  lagi oleh karena kesibukan dikampus. Harapan saya, kongres nanti bisa
>  memberikan jalan keluar atas nasib mailing list ini yang berpayung dibawah
>  organisasi Permias.
>
>
>
>  Boy
>

Irwan:
Ck..ck...ck...bagaimana mungkin anda setelah melakukan
protes2 tersebut di atas ternyata anda menyatakan diri sibuk
dengan urusan kampus dan tidak akan memberikan tanggapan
lagi. Ini sama saja anda tidak bertanggung jawab. Tampaknya
ini pula yg terjadi dengan rekan2 anda tersebut yg ada di 12 states.
Keberatan dengan posting2 yg ada belum kelihatan
mengirimkan posting ke milis ini. Bahkan anda kini implisit
menyatakan belum punya waktu untuk membaca/menulis
posting karena kesibukan kampus.
Suatu sikap yg sangat disayangkan.

Semoga anda menyadari apa yg anda minta dan
apa yg anda lakukan.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke