Salam PERMIAS,
Menanggapi email bung Boy. Saya rasa ini adalah satu agenda yang dapat
dibahas pada Kongres PERMIAS mendatang. Terus terang, yang 'care'
dengan acara per-mailing-list-an ini tidak banyak. Mungkin bung Boy dan
rekan-rekan PERMIAS Cleveland bisa ikutan dateng ke KSNP 1999 di
Washington ? Aspirasinya supaya bisa langsung tersalurkan nanti..
Salam dari Washington,
Okki Senobroto
Boy anderesta wrote:
>
> Begitu banyak tanggapan atas usulan saya kepada Admin, dan saya pikir ada
> baiknya saya coba membalas semua tanggapan yang akan dirangkum dalam satu
> email balasan yang singkat ini.
>
> Begini, sepanjang yang saya dan teman teman mahasiswa yang lain ketahui,
> permias mailing list adalah sebuah forum dimana mahasiswa di Amerika dapat
> berbagi informasi, jadi sifatnya tertutup seperti mailing list permias
> Cleveland yang di Admin sama si babeh Irwan napitupulu. Namun setelah dua
> tahun lalu dibuka, kelihatannya permias mailing list malah menjadi seperti
> mailing list apakabar dan sebagainya yang kadang kadang isi nya sangat tidak
> sesuai dengan semangat kemahasiswaan.
>
> Yang saya maksud tidak sesuai antara lain adalah debat agama ( Pastinya
> antara Islam-Kristen), berargumen ( berantem? ) tentang sukuisme, ras ( Cina-
> Pribumi ) dan perdebatan yang menyerang individual. Hal inilah yang sangat
> saya TENTANG sebenarnya. Dan juga kalau boleh dibilang, saya sudah sangat
> MUAK dengan debat agama dimana kami disini setiap tahunnya disuapi perdebatan
> agama yang tak kunjung habis. Taruh lah kalau Blucer Radjagukguk adalah
> seorang Kristen dan Muhammad Rosadi adalah seorang Islam, saya tidak akan
> peduli akan agama yang mereka anut. Namun apabila Blucer sudah mengargumenan
> agamanya ( Misalnya tentang Ketuhanan Yesus, apa artinya diselamatkan dsb )
> dan Rosadi sudah membicarakan tentang Kepemimpinan dalam Islam dan
> sebagainya, saya mulai merasa terusik.
>
> Bahwa menurut hemat saya, prinsip dalam agama lebih baik tidak usah
> ditonjolkan.
> Kenapa? Karena tak akan ada yang peduli! Apa yang dikatakan Ibu Yuni tentang
> Islam tidak akan diterima oleh Irwan napitupulu dan apa yang dikatakan
> tentang Kristen oleh Irwan pun tidak akan diterima oleh Ibu Yuni, karena ini
> masalah prinsip.
>
> So why bother?
>
> Mahasiswa di Amerika tidak butuh perdebatan agama. Cukup sudah!
> Yang kami butuhkan adalah info sehari hari yang berguna untuk "survive" di
> perantauan ini. Jadi kami ingin mengusulkan agar mailing list ini tetap
> konsisten di jalurnya, yaitu sebagai sarana informasi intern bagi mahasiswa
> di Amerika.
>
> Atas saran Mas Jaya tentang forum@, sudah saya sampaikan kepada yang
> bersangkutan, yaitu Ketua Permias kami. Apakah dia sudah subscribe atau belum
> itu saya tidak tahu menahu.
>
> Andaikata, apabila, kalau dan umpamanya: Mailing list ini tetap dibuka untuk
> umum, sudilah kiranya Kongres atau para pengurus permias lokal untuk
> memikirkan suatu wadah baru yang khusus hanya untuk para mahasiswa di
> Amerika. Menggunakan forum@ sebagainya pengganti permias mailing list mungkin
> adalah sebuah jalan keluar apabila banyak oknum disini, atas nama " demokrasi
> " lebih mengutamakan debat kusir daripada informasi yang bermanfaat bagi para
> mahasiswa.
>
> Terakhir saya ingin menjawab email Ibu Yuni Wilcox,
> Sebenarnya keisengan Ibu Yuni menurut hemat saya bukan sesuatu yang patut
> diperdebatkan diforum ini. Tapi adakah baiknya apabila Ibu berbagi informasi
> daripada mengobok ngobok di air keruh. Ibu tentu faham kan? Dan Ibu pada
> email terdahulu telah mengemukakan latar belakang Ibu yang adalah seorang
> pembantu rumah tangga yang diambil istri oleh expatriat. Saya tidak mengerti
> apakah benar atau tidak, namun alangkah lebih baiknya juga Ibu mengisi waktu
> Ibu disini untuk mendalami ilmu pengetahuan dibanding melakukan keisengan
> keisengan dimailing list seperti ini. Andaikata Ibu Yuni tidak setuju, maka
> itu terserah kebijaksanaan Ibu Yuni sendiri.
>
> Demikian, saya ingin mengakhiri email saya dan tidak akan menjawab tanggapan
> lagi oleh karena kesibukan dikampus. Harapan saya, kongres nanti bisa
> memberikan jalan keluar atas nasib mailing list ini yang berpayung dibawah
> organisasi Permias.
>
> Boy