hehehehe.....saya perhatikan mbak Yuni agak lain
dalam mengomentari beberapa e-mail belakangan ini....

Iya, saya tahu anda becanda koq...
cuma asal jangan tuyul yang pria aja yang akhirnya
menjadi Presiden......(becanda juga lho mbak)....

Salam,
bRidWaN


At 01:51 PM 6/23/99 MST, yuni windarti wrote:
>Saya kira kalau tuyul ya nggak ada larangan, wong seingat saya nggak ada ayat
>yang nyebut tuyul. Kalau memang wanita terebut tuyul ya sah saja jadi
>presiden, mungkin itu maksud Nurcholish ..(becanda loh mas )
>
>yuni


>bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Loh??  Bukannya tuyul wanita dilarang dalam agama untuk menjadi
>Presiden ?
>
>Dan gara2 polemik ini, akhirnya tinggal 1 tuyul pria yang akan
>menjadi Presiden.........
>
>Salam,
>bRidWaN
>
>
>At 02:37 PM 6/23/99 +0700, Nasrullah Idris wrote:
>>Prof. Dr. Nurcholis Madjid pernah mengatakan bahwa sekalipun tuyul yang
>>menjadi presiden Republik Indonesia melalui proses yang demokratis, kita
>>harus menerimanya.
>>
>>Komentar saya :
>>Saya sangat mendukung atas pernyataan tersebut. Kenapa? Karena dalam
>>Undang-Undang Dasar 1945 pun tidak ada tentang kalimat berupa larangan bagi
>>tuyul untuk menjadi Presiden Republik Indinesia, apakah tuyul wanita maupun
>>tuyul pria.
>>
>>Salam,
>>Nasrullah Idris
>
>
>____________________________________________________________________
>Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at
http://webmail.netscape.com.
>
>

Kirim email ke