Kalau boleh ikut menebak pasti ini sabda "Suharto" karena persis dengan omongan Suharto yang dulu dulu, terutama dengan kata kata yang "ikhlas", yang dijadikan senjata, agar orang lain yang tidak "ikhlas" tampak sebagai pendosa. Maaf ikhlas ya kalau saya menginjak kaki anda soalnya ini demokrasi he...he.. dasar Suharto. Ciri lainnya lagi yaitu tidak mau mengutik utik UUD45, dengan alasan keramat. Sudah jelas jelas setiap peraturan perlu dikaji ulang, karena kadang ada yang tidak cocok dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan. Jangan jangan sudah ada yang dapat melihat kesempatan untuk dapat terpilih sebagai putra mahkota seumur hidup lagi wah gawat. Sekali lagi rakyat yang tertipu, keluar dari mulut singa masuk ke mulut bajing...eh salah Yuni Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sabda salah seorang tokoh politik ---------------------------------- Sisi Pertama, partai yang memenangkan pemilu di Indonesia secara logika memegang tampuk kekuasaan. Sisi Kedua, partai yang tidak memenangkan pemilu hendaknya tidak lagi mencalonkan presiden dari partainya. Berarti, secara ikhlas, harus menyerahkan kekuasaan kepada partai yang memenangkan pemilu. Sisi Ketiga, UUD 1945 tidak perlu diamandemen. Salam, Nasrullah Idris --------------- Komentar saya : bingung. Di satu sisi, saya harus berjalan dengan segera dengan argumentasi tertentu. Di sisi lain, kaki saya diikatkan pada sebuah pagar dengan argumentasi tertentu. Kedua keputusan ini muncul dari orang yang sama. Karena itu, saya bingung. Anak SD pun akan bingung menghadapi kedua pertanyataan ini. ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com.
