Wah pada bicara theologia nih.
Mungkin saya bisa meluruskan pendapat bung Efron. Permisalan tentang makan babi
jelas tidak relevan, karena dalam kristen (ajaran Kristus) tidak ada makanan
yang haram, yang mungkin haram justru yang keluar dari mulut atau perbuatan.
Ada suatu cerita, awalnya para murid Kristus sangat percaya bahwa Yesus hanya
mengajarkan kristen hanya untuk bangsa Yahudi saja.....plek....titik. Inilah
kemutlakan serta kesalahan yang dilakukan murid Kristus saat itu. Justru Paulus
seorang yang dulu penuh dosa menyadari bahwa kristen bukan untuk ras Yahudi
saja, karena manusia semuanya sama dihadapan Tuhan, karena itu kristen adalah
untuk semua umat manusia yang mau percaya.
Dalam suatu perintah ada yang bersifat mutlak, adapula yang memiliki exception.
Saya kira semua agama begitu, apalagi hidup ditengah-tengah masyarakat yang
majemuk. Jika setiap orang atau golongan agama memaksakan value atau nilainya
agar diterima semua masyarakat yang majemuk, yang terjadi malahan penghancuran
kebebasan hak asasi yang diberikan Tuhan kepada umat manusia. Karena itu baiknya
kita jangan terjebak oleh detail, tetapi lebih mementingkan esensi dari agama
sendiri. Soal hubungan manusia dengan Tuhannya tentu soal pribadi, tetapi jika
sudah masuk kedalam masyarakat luas, betul-betul diperlukan toleransi yang
tinggi, serta suatu pengorbanan detail terhadap esensi. Karena bukankah Tuhan
menginginkan perdamaian dan kasih diantara sesama umat manusia? Saya tidak yakin
jika Tuhan menginginkan agar manusia mendewakan agamanya dan berperang, membunuh
dan menganiaya golongan lain karena saling merasa bahwa orang lain harus
menuruti value agamanya. saya kira Tuhan akan sedih jika agama yang diturunkan
malah membuat jiwa manusia semakin kerdil.
meydi rianto wrote:
> wah tanggapan anda sungguh naif dan terlalu tendesius terhadap salah satu
> agama....seperti yg anda tulis dibawah ini:
>
> =================================
> Di dalam iman Kristen tidak ada tawar-menawar. Maksudnya, Firman Allah
> adalah kebenaran mutlak yang tak terkoreksikan. Allah tak pernah berbuat
> salah dan tak pernah melakukan koreksi atas Firman-Nya sendiri. Dengan kata
> lain apa yang dikatakan oleh Allah "A" adalah "A" bukan "A plus" atau "A
> minus". Manusia saja yang suka berkelit. Jadi apa yang dikatakan Allah
> adalah "haram hukumnya" tetap "haram hukumnya" tak ada perkecualian. Contoh:
> katakanlah Alkitab melarang orang Kristen makan daging babi. Lalu saya
> tersesat di hutan. Makanan yang tersedia hanyalah babi hutan. Apapun
> alasannya saya tetap tidak boleh makan itu, dan jika saya makan maka saya
> berdosa.
> =====================================================================
> Boeat Bung Efron:
> coba lah berpikir jernih dan menggunakan akal sehat?....apakah itu merupakan
> jawaban seorang intelektual seperti anda?
> apakah agama lain selalu salah? dan agama anda yang selalu benar?..masing2
> agama punya persepsi masing2 yang tidak diketahui oleh lain pemeluk...contoh
> yang anda berikan sangatlah lemah karena anda memberikan contoh tanpa
> mencerna lagi....jika babi diharamkan di agama anda berarti absolutly
> haram?....coba anda cerna baik2 pernyataan anda yang bisa dikatakan sbb:
> misalnya babi haram hukumnya dan absolutly haram atau bisa dikatakan tidak
> bisa di tawar2 lagi even dalam keadaan darurat dan anda ikuti sepenuhnya
> tanpa pikir panjang terlebih dahulu yang ada anda bisa mati konyol gara2
> kelaparan....apakah ajaran agama menyuruh org mati konyol?...dimana letak
> keuntungan utk manusia jika Tuhan menyuruh ummatnya mati konyol hanya gara2
> mengikuti firman Tuhan tanpa mencerna terlebih dahulu...
> Agama adalah suatu arahan bagi ummatnya agar tidak tersesat didalam
> kehidupan dunia dan akhirat....agama perlu di telaah lebih mendalam bukan
> menelannya secara bulat2....saya yakin masing2 kitab suci selalu mempunyai
> tafsiran yang diberikan oleh para pemuka agamanya spt Kiai, Pendeta
> dlsbg-nya.....
> agama tidak pernah membuat sesat umatnya jika percaya dan berpegang teguh
> atas keimanannya...seperti mati konyol seperti tersebut diatas..
> semoga ini semua jadi pelajaran buat kita ....
>
> salam reformasi,
> Meydi
>
> >From: "Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >Subject: Re: Kisah di Minangkabau
> >Date: Mon, 12 Jul 1999 13:23:35 +0700
> >
> >-----Original Message-----
> >From: Saut Aritua H Sagala [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >Sent: Friday, 09 July, 1999 10:43 AM
> >
> >===dihapus===
> >Mengapa resiko ini mau ditanggung oleh para misionaris bahkan dengan
> >meninggalkan keluarganya. Hal itu hanya bisa dijawab oleh pekerjaan Tuhan
> >(Roh Kudus).
> >
> >Nah tugas penginjilan ini menjadi tanggungjawab dari setiap orang yang
> >percaya kepada Tuhan Yesus. Mungkin saya sendiri belum berani mengambil
> >langkah tersebut karena banyak kekuatiran-kekuatiran yang masih saya hadapi
> >sebagai manusia. Apakah Bung Effron atau teman-teman yang Kristen berani
> >mengambil iman seperti di atas??
> >===dihapus===
> >
> >Efron (dengan satu "f"):
> >Di dalam iman Kristen tidak ada tawar-menawar. Maksudnya, Firman Allah
> >adalah kebenaran mutlak yang tak terkoreksikan. Allah tak pernah berbuat
> >salah dan tak pernah melakukan koreksi atas Firman-Nya sendiri. Dengan kata
> >lain apa yang dikatakan oleh Allah "A" adalah "A" bukan "A plus" atau "A
> >minus". Manusia saja yang suka berkelit. Jadi apa yang dikatakan Allah
> >adalah "haram hukumnya" tetap "haram hukumnya" tak ada perkecualian.
> >Contoh:
> >katakanlah Alkitab melarang orang Kristen makan daging babi. Lalu saya
> >tersesat di hutan. Makanan yang tersedia hanyalah babi hutan. Apapun
> >alasannya saya tetap tidak boleh makan itu, dan jika saya makan maka saya
> >berdosa.
> >Menyoal berani tidak berani mengambil iman seperti di atas saya akan
> >bertanya apakah itu yang diperintahkan Tuhan Yesus Kristus. Mengikut
> >Kristus
> >berarti rela memanggul salib-Nya. Artinya kita wajib meninggalkan hal-hal
> >duniawi yang buruk di depan Tuhan. Apakah itu? Dosa. Yang lebih penting
> >lagi
> >menjadi Kristen mesti menjadi berkat bagi semua orang. Membagi berkat bisa
> >dalam bentuk langsung seperti yang dilakukan oleh para misionaris. Bisa
> >juga
> >seperti kita-kita ini yang bekerja di berbagai bidang dengan selalu membawa
> >terang bagi sesama kita.
> >Lebih gamblangnya lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya siap menghadapi
> >segala risiko sebagai pengikut Kristus.
>
> _______________________________________________________________
> Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com