Saudara Efron
well.. terlepas maupun tidak apa yang anda sebutkan dalam email anda
semuanya hanya tanggapan anda yang belum mempunyai landasan theory yang
kuat. Untuk masalah "tendensius" itu terserah anda sajalah, saya melihat
justru anda yang melakukan offense, kalau anda benar2 tidak melukai hati
orang yang berlainan agama, mengapa anda sebutkan banyak orang yang
menghujat agama anda? dan satu lagi yang membuat anda terlihat tidak
menggunakan otak jernih dalam berpikir terutama yang berhubungan tentang
agama anda sendiri.masak iya menjelaskan agama orang lain dengan kitab suci
yg anda yakini?...hmm aneh juga!..
yah kalau belon benar2 mendalami masalah agama anda sendiri yah mbok tanya
dulu kepada org yang ahlinya, jadi tidak adanya kekeliruan yang fatal
akibatnya...




>From: Blucer Rajagukguk <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Kisah di Minangkabau
>Date: Tue, 13 Jul 1999 02:14:32 -0400
>
>Wah pada bicara theologia nih.
>Mungkin saya bisa meluruskan pendapat bung Efron. Permisalan tentang makan
>babi
>jelas tidak relevan, karena dalam kristen (ajaran Kristus) tidak ada
>makanan
>yang haram, yang mungkin haram justru yang keluar dari mulut atau
>perbuatan.
>Ada suatu cerita, awalnya para murid Kristus sangat percaya bahwa Yesus
>hanya
>mengajarkan kristen hanya untuk bangsa Yahudi saja.....plek....titik.
>Inilah
>kemutlakan serta kesalahan yang dilakukan murid Kristus saat itu. Justru
>Paulus
>seorang yang dulu penuh dosa menyadari bahwa kristen bukan untuk ras Yahudi
>saja, karena manusia semuanya sama dihadapan Tuhan, karena itu kristen
>adalah
>untuk semua umat manusia yang mau percaya.
>Dalam suatu perintah ada yang bersifat mutlak, adapula yang memiliki
>exception.
>Saya kira semua agama begitu, apalagi hidup ditengah-tengah masyarakat yang
>majemuk. Jika setiap orang atau golongan agama memaksakan value atau
>nilainya
>agar diterima semua masyarakat yang majemuk, yang terjadi malahan
>penghancuran
>kebebasan hak asasi yang diberikan Tuhan kepada umat manusia. Karena itu
>baiknya
>kita jangan terjebak oleh detail, tetapi lebih mementingkan esensi dari
>agama
>sendiri. Soal hubungan manusia dengan Tuhannya tentu soal pribadi, tetapi
>jika
>sudah masuk kedalam masyarakat luas, betul-betul diperlukan toleransi yang
>tinggi, serta suatu pengorbanan detail terhadap esensi. Karena bukankah
>Tuhan
>menginginkan perdamaian dan kasih diantara sesama umat manusia? Saya tidak
>yakin
>jika Tuhan menginginkan agar manusia mendewakan agamanya dan berperang,
>membunuh
>dan menganiaya golongan lain karena saling merasa bahwa orang lain harus
>menuruti value agamanya. saya kira Tuhan akan sedih jika agama yang
>diturunkan
>malah membuat jiwa manusia semakin kerdil.
>
>meydi rianto wrote:
>
> > wah tanggapan anda sungguh naif dan terlalu tendesius terhadap salah
>satu
> > agama....seperti yg anda tulis dibawah ini:
> >
> > =================================
> > Di dalam iman Kristen tidak ada tawar-menawar. Maksudnya, Firman Allah
> > adalah kebenaran mutlak yang tak terkoreksikan. Allah tak pernah berbuat
> > salah dan tak pernah melakukan koreksi atas Firman-Nya sendiri. Dengan
>kata
> > lain apa yang dikatakan oleh Allah "A" adalah "A" bukan "A plus" atau "A
> > minus". Manusia saja yang suka berkelit. Jadi apa yang dikatakan Allah
> > adalah "haram hukumnya" tetap "haram hukumnya" tak ada perkecualian.
>Contoh:
> > katakanlah Alkitab melarang orang Kristen makan daging babi. Lalu saya
> > tersesat di hutan. Makanan yang tersedia hanyalah babi hutan. Apapun
> > alasannya saya tetap tidak boleh makan itu, dan jika saya makan maka
>saya
> > berdosa.
> > =====================================================================
> > Boeat Bung Efron:
> > coba lah berpikir jernih dan menggunakan akal sehat?....apakah itu
>merupakan
> > jawaban seorang intelektual seperti anda?
> > apakah agama lain selalu salah? dan agama anda yang selalu
>benar?..masing2
> > agama punya persepsi masing2 yang tidak diketahui oleh lain
>pemeluk...contoh
> > yang anda berikan sangatlah lemah karena anda memberikan contoh tanpa
> > mencerna lagi....jika babi diharamkan di agama anda berarti absolutly
> > haram?....coba anda cerna baik2 pernyataan anda yang bisa dikatakan sbb:
> > misalnya babi haram hukumnya dan absolutly haram atau bisa dikatakan
>tidak
> > bisa di tawar2 lagi even dalam keadaan darurat dan anda ikuti sepenuhnya
> > tanpa pikir panjang terlebih dahulu yang ada  anda bisa mati konyol
>gara2
> > kelaparan....apakah ajaran agama menyuruh org mati konyol?...dimana
>letak
> > keuntungan utk manusia jika Tuhan menyuruh ummatnya mati konyol hanya
>gara2
> > mengikuti firman Tuhan tanpa mencerna terlebih dahulu...
> > Agama adalah suatu arahan bagi ummatnya agar tidak tersesat didalam
> > kehidupan dunia dan akhirat....agama perlu di telaah lebih mendalam
>bukan
> > menelannya secara bulat2....saya yakin masing2 kitab suci selalu
>mempunyai
> > tafsiran yang diberikan oleh para pemuka agamanya spt Kiai, Pendeta
> > dlsbg-nya.....
> > agama tidak pernah membuat sesat umatnya jika percaya dan berpegang
>teguh
> > atas keimanannya...seperti mati konyol seperti tersebut diatas..
> > semoga ini semua jadi pelajaran buat kita ....
> >
> > salam reformasi,
> > Meydi
> >
> > >From: "Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> > >To: [EMAIL PROTECTED]
> > >Subject: Re: Kisah di Minangkabau
> > >Date: Mon, 12 Jul 1999 13:23:35 +0700
> > >
> > >-----Original Message-----
> > >From:   Saut Aritua H Sagala [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > >Sent:   Friday, 09 July, 1999 10:43 AM
> > >
> > >===dihapus===
> > >Mengapa resiko ini mau ditanggung oleh para misionaris bahkan dengan
> > >meninggalkan keluarganya. Hal itu hanya bisa dijawab oleh pekerjaan
>Tuhan
> > >(Roh Kudus).
> > >
> > >Nah tugas penginjilan ini menjadi tanggungjawab dari setiap orang yang
> > >percaya kepada Tuhan Yesus. Mungkin saya sendiri belum berani mengambil
> > >langkah tersebut karena banyak kekuatiran-kekuatiran yang masih saya
>hadapi
> > >sebagai manusia. Apakah Bung Effron atau teman-teman yang Kristen
>berani
> > >mengambil iman seperti di atas??
> > >===dihapus===
> > >
> > >Efron (dengan satu "f"):
> > >Di dalam iman Kristen tidak ada tawar-menawar. Maksudnya, Firman Allah
> > >adalah kebenaran mutlak yang tak terkoreksikan. Allah tak pernah
>berbuat
> > >salah dan tak pernah melakukan koreksi atas Firman-Nya sendiri. Dengan
>kata
> > >lain apa yang dikatakan oleh Allah "A" adalah "A" bukan "A plus" atau
>"A
> > >minus". Manusia saja yang suka berkelit. Jadi apa yang dikatakan Allah
> > >adalah "haram hukumnya" tetap "haram hukumnya" tak ada perkecualian.
> > >Contoh:
> > >katakanlah Alkitab melarang orang Kristen makan daging babi. Lalu saya
> > >tersesat di hutan. Makanan yang tersedia hanyalah babi hutan. Apapun
> > >alasannya saya tetap tidak boleh makan itu, dan jika saya makan maka
>saya
> > >berdosa.
> > >Menyoal berani tidak berani mengambil iman seperti di atas saya akan
> > >bertanya apakah itu yang diperintahkan Tuhan Yesus Kristus. Mengikut
> > >Kristus
> > >berarti rela memanggul salib-Nya. Artinya kita wajib meninggalkan
>hal-hal
> > >duniawi yang buruk di depan Tuhan. Apakah itu? Dosa. Yang lebih penting
> > >lagi
> > >menjadi Kristen mesti menjadi berkat bagi semua orang. Membagi berkat
>bisa
> > >dalam bentuk langsung seperti yang dilakukan oleh para misionaris. Bisa
> > >juga
> > >seperti kita-kita ini yang bekerja di berbagai bidang dengan selalu
>membawa
> > >terang bagi sesama kita.
> > >Lebih gamblangnya lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya siap
>menghadapi
> > >segala risiko sebagai pengikut Kristus.
> >
> > _______________________________________________________________
> > Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com


_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com

Kirim email ke