Stop pemakaian seragam sekolah: antisipasi pencegahan tawuran pelajar.
Saya pikir ini adalah gagasan yang brilian untuk dilakukan dalam jangka
pendek. Selamat buat mas bRidWaN (mainin 'shift' lagi nih..., untuk
menghormati yang punya nama) atas idenya. Kalau memang pemerintah mau
mengatasi/mencegah tawuran pelajar ini, ide ini relevan untuk
diaplikasikan. Lalu diamati selama sebulan, dua bulan, atau beberapa
saat apa memang frekuensi tawurannya mereda, tetap, atau bahkan
meningkat. Lalu ditindaklanjuti dengan policy lain yang relevan.
Apa yang dikhawatirkan neng Inta soal jor-jorannya siswa dalam berbusana
bisa saja dieliminasi dengan policy di tiap-tiap sekolah.
Salam,
Budi
bRidWaN wrote:
>
> Dasar pemikiran saya hanyalah bahwa pelajar sekolah
> akan melakukan tawuran bila pada waktu mereka
> berangkat/pulang sekolah bertemu dengan siswa
> lainnya yang memakai baju " PUTIH ABU-ABU".....
>
> Coba bayangkan jika mereka ketemu di bioskop, toko
> buku, toko kue, warung tenda atau mall, jika mereka
> memakai pakaian bebas, pasti mereka tidak akan
> bertawuran. Iya kan ?
>
> Ide ini muncul setelah saya melihat kurang berhasilnya
> pihak yg berwenang meredam masalah Tawuran ini. Bahkan
> terkesan semakin menjadi-jadi. Hampir setiap hari !
>
> Jangan tunggu korabn menjadi lebih banyak lagi.
> Jangan tunggu samapi adik/kakak/saudar/tetangga kita
> yang akan menjadi korabn berikutnya.
>
> Salam,
> bRidWaN
>