Kalau menurut saya :

Jawaban nya C.
Yaitu salah satu pernyataan itu ada yang salah. Dan yang pasti benar adalah
65% rakyat Indonesia tidak memilih PDIP :-)

Soe.


-----Original Message-----
From: Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, August 26, 1999 4:27 PM
Subject: Re: Humor dari AM Fatwa


>AR juga pernah bilang kalau Mega (PDIP) memenangi pemilu tapi Mega disuruh
>mengingat kalau 65% rakyat Indonesia tak memilih Mega (PDIP).
>
>Mendengar pernyataan ini saya jadi ingat ulangan umum waktu smp-sma.
>Pilihlah "A" jika pernyataan benar dan alasan benar dan keduanya
berhubungan
>sebab-akibat. Pilihlah "B" jika pernyataaan benar dan alasan benar tapi
>keduanya tak berhubungan sebab-akibat dst-nya. Maka jawaban saya soal
>pernyataan AR itu adalah "B".
>
>Wassalam,
>Efron
>
>-----Original Message-----
>From:   Irwan Ariston Napitupulu [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent:   Wednesday, 25 August, 1999 20:25 PM
>To:     [EMAIL PROTECTED]
>Subject:        Humor dari AM Fatwa
>
>Mumpung masih pagi, mendingan kita baca humor dari
>AM Fatwa...:)
>
>Silahkan baca humor lengkapnya di:
>http://www.detik.com/berita/199908/19990825-1758.htm
>Di bawah judul:
>Alasan PAN Tolak Mega Presiden
>Fatwa: Mega Disetir Sekelilingnya
>
>Irwan:
>Humor pertama, omongan/pendapat pribadi dianggap
>sebagai kebijakan partai. Khan PAN belum pernah membuat
>kebijakan menolak Mega sebagai presiden. Omongan
>atau komentar2 masih dalam tahap pribadi. Contohnya,
>Faisal Basri yg sekjen PAN malah mendukung Mega
>dengan alasan mendukung capres pemenang pemilu.
>Tidak salah memang kalau kemarin2 saya memasukkan
>Faisal Basri ke dalam list orang hebat karena semangat
>reformasi murni, menegakkan demokrasi secara penuh
>dan konsekuen.
>
>Humor kedua:
>Menurut Fatwa, karena Mega disetir, maka kapabilitas Mega
>dipertanyakan. "Buktinya sebagian besar orag tidak memilih
>Mega sebagai presiden. Hanya 30 persen saja yang memilih,"
>jelas Fatwa sesuai menjadi pembicara sebuah seminar di Hotel
>Acacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat.
>
>Irwan:
>Saya tertawa ngakak waktu baca komentar seperti ini.
>Ini tipikal komentar orang yg udah panik ngga tahu lagi harus
>ngasih alasan apa untuk ngejegal demokrasi dengan cara
>ngejegal capres pemenang pemilu untuk menggolkan keinginan
>pribadi. Terlambat, seharusnya berjuangnya sebelum pencoblosan
>pemilu dan bukan setelah pemilu selesai. Sebelum pencoblosan
>mesra2an, pencoblosan kelar dan ternyata kalah malah ngambek
>dan parahnya malah mau ngejegal demokrasi. Tipikal loser yg
>seperti inilah...:)
>
>Kita lihat kembali pernyataan di atas.
>Alasan: Megawati diperkirakan disetir orang sekelilingnya.
>Akibat: Kapabilitasnya dipertanyakan.
>Bukti: Yang milih hanya 30% (irwan: koreksi pak, sekitar 35%)
>Coba kita lihat antara alasan vs akibat vs bukti, ini khan bikin
>sakit perut aja bacanya saking lucunya.
>
>Coba kita lihat calon lainnya.
>Amien Rais? Yang milih kurang dari 10%. Busyet dah, karena
>yg milih kurang dari 10%, kalau kita ngikutin cara berpikirnya
>AM Fatwa maka bisa diartikan kapabilitasnya Amien Rais
>untuk menjabat presiden jauh lebih rendah dari Megawati.
>Juga bisa diartikan Amien Rais  sangat disetir oleh orang
>sekelilingnya dong?.....:)
>Nyetir Pak Amien nih ye? hehehe.....
>
>
>Habibie? Yang milih sekitar 20% saja. Karena yg dukung
>hanya 20% saja maka kapabilitasnya untuk jadi presiden
>lebih rendah dari Megawati. Selain itu dukungan yg
>rendah tersebut bukti nyata akibat dari terlalu disetirnya
>Habibie oleh orang sekitarnya.
>
>Hahahaha....apa ngga edan tuh logika yg diajukan oleh AM Fatwa?
>Sayang sekali, koq tokoh seperti AM Fatwa sampai ngeluarin pernyataan
>yg sangat memalukan dan seperti tidak berpendidikan begitu
>ya? Apa jangan2 AM Fatwa secara ngga sadar atau sadar udah
>disetir sama orang tertentu? Who knows.....:(
>
>Ngomong2, elit politik di Indonesia itu pada tahu ngga ya kalau
>Clinton (dan juga presiden dan capres2 AS sebelumnya)
>dikelilingi oleh orang2 hebat dan punya tim yg kompak.
>Clinton ngga berjuang sendirian, ngga merasa paling hebat sehingga
>ngga perlu bantuan orang lain, ngga perlu ada tim penasehat.
>Seorang pemimpin yg hebat adalah seorang yg mampu memanfaatkan
>potensi yg ada disekelilingnya untuk mencapai hasil yg optimum.
>Saya lihat Megawati memiliki hal tersebut.
>
>Kembali soal logika pernyataan AM Fatwa. Kalau kita ikutin, maka
>tidak seorang pun yg akan menjabat presiden periode mendatang....:)
>
>Ngomong2 apa perlu saya cari lagi link yg memuat perolehan suara
>kandidat2 presiden AS dimana yg terpilih menjadi presiden beberapa
>diantaranya mendapat dukungan "hanya" 35%?
>
>Ya, susah juga memang menghadapi orang2 bertipe loser tersebut yg
>sering cari2 celah dan segala macam alasan untuk merebut sesuatu
>dari pihak yg sebenarnya berhak akan hal tersebut.
>
>Tapi saya masih punya keyakinan, suatu saat nanti orang2
>seperti Amien Rais, AM Fatwa, akan menyadari kekeliruannya
>selama ini karena mencoba membawa sebagian masyarakat
>untuk tidak menghargai demokrasi dengan cara menolak
>konsekuensi dari demokrasi. Salut untuk PKB yg secara
>konsisten tetap teguh pada reformasi dan menjunjung tinggi
>demokrasi dengan cara menerima konsekuensi dari
>demokrasi itu sendiri demi kepentingan bangsa dalam
>jangka panjang.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke