Selain AM Fatwa, ada juga dari Tokoh PAN
yang pernah berbicara seperti ini.

Sejak awal saya agak ragu dengan tokoh
dari PAN, terutama keterlibatannya dengan ICMI.

Kelihatannya saat ini Faisal Basri sudah mulai
menyadari-nya, dan sudah mulai terlihat adanya
perbedaan pandangan akhir2 ini.

Saya setuju bahwa masa depan PAN ada ditangan
Faisal Basri, asalkan beliau dapat menetapkan
Visi dan Misi-nya dengan jelas dan lugas.


Salam,
bRidWaN


At 04:08 AM 8/27/99 PDT, blucer rajagukguk wrote:
> Permisi ...
> Membaca komentar AM Fatwa bahwa PDIP harus sadar bahwa 65%
> tidak memilih PDIP, saya cuma teringat pepatah lama, yaitu:
> "Mari kita hormati ide yang sekecil apapun dari orang yang
> segoblok apapun".
>
> Karena berarti PAN sendiri ditolak oleh lebih dari 90%
> penduduk, dan partai-partai yang lainnya ditolak minimal
> lebih dari 75% penduduk. Akh, memang sulit untuk melihat
> tahi gajah dipelupuk mata sendiri, dan lebih mudah melihat
> tahi semut dimata orang lain. Saya punya keyakinan PAN akan
> besar lima tahun mendatang asalkan manusia konsisten seperti
> Feisal Basri dipertahankan, tapi kalau yang banyak model
> AM Fatwa...wah berat.... Siapa sich yang mau pemimpinnya
> tidak mengerti logika yang sangat biasa.
>
> Sorry kepada AM Fatwa ataupun para simpatisannya. Saya hanya
> sekedar mengemukakan fakta dan logika yang coba dimainkan Fatwa.
>
> Blucer


>>From: Suhendri <[EMAIL PROTECTED]>
>>Date: Fri, 27 Aug 1999 06:20:03 +0700
>>
>>Kalau menurut saya :
>>
>>Jawaban nya C.
>>Yaitu salah satu pernyataan itu ada yang salah. Dan yang pasti benar adalah
>>65% rakyat Indonesia tidak memilih PDIP :-)
>>
>>Soe.


>>-----Original Message-----
>>From: Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia) <[EMAIL PROTECTED]>
>>Date: Thursday, August 26, 1999 4:27 PM
>>
>> >AR juga pernah bilang kalau Mega (PDIP) memenangi pemilu tapi Mega
>>disuruh
>> >mengingat kalau 65% rakyat Indonesia tak memilih Mega (PDIP).
>> >
>> >Mendengar pernyataan ini saya jadi ingat ulangan umum waktu smp-sma.
>> >Pilihlah "A" jika pernyataan benar dan alasan benar dan keduanya
>>berhubungan
>> >sebab-akibat. Pilihlah "B" jika pernyataaan benar dan alasan benar tapi
>> >keduanya tak berhubungan sebab-akibat dst-nya. Maka jawaban saya soal
>> >pernyataan AR itu adalah "B".
>> >
>> >Wassalam,
>> >Efron

>>---
>> >From:   Irwan Ariston Napitupulu [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> >Sent:   Wednesday, 25 August, 1999 20:25 PM
>> >
>> >Mumpung masih pagi, mendingan kita baca humor dari
>> >AM Fatwa...:)
>> >
>> >Silahkan baca humor lengkapnya di:
>> >http://www.detik.com/berita/199908/19990825-1758.htm
>> >Di bawah judul:
>> >Alasan PAN Tolak Mega Presiden
>> >Fatwa: Mega Disetir Sekelilingnya
>> >
>> >Irwan:
>> >Humor pertama, omongan/pendapat pribadi dianggap
>> >sebagai kebijakan partai. Khan PAN belum pernah membuat
>> >kebijakan menolak Mega sebagai presiden. Omongan
>> >atau komentar2 masih dalam tahap pribadi. Contohnya,
>> >Faisal Basri yg sekjen PAN malah mendukung Mega
>> >dengan alasan mendukung capres pemenang pemilu.
>> >Tidak salah memang kalau kemarin2 saya memasukkan
>> >Faisal Basri ke dalam list orang hebat karena semangat
>> >reformasi murni, menegakkan demokrasi secara penuh
>> >dan konsekuen.
>> >
>> >Humor kedua:
>> >Menurut Fatwa, karena Mega disetir, maka kapabilitas Mega
>> >dipertanyakan. "Buktinya sebagian besar orag tidak memilih
>> >Mega sebagai presiden. Hanya 30 persen saja yang memilih,"
>> >jelas Fatwa sesuai menjadi pembicara sebuah seminar di Hotel
>> >Acacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat.
>> >
>> >Irwan:
>> >Saya tertawa ngakak waktu baca komentar seperti ini.
>> >Ini tipikal komentar orang yg udah panik ngga tahu lagi harus
>> >ngasih alasan apa untuk ngejegal demokrasi dengan cara
>> >ngejegal capres pemenang pemilu untuk menggolkan keinginan
>> >pribadi. Terlambat, seharusnya berjuangnya sebelum pencoblosan
>> >pemilu dan bukan setelah pemilu selesai. Sebelum pencoblosan
>> >mesra2an, pencoblosan kelar dan ternyata kalah malah ngambek
>> >dan parahnya malah mau ngejegal demokrasi. Tipikal loser yg
>> >seperti inilah...:)
>> >
>> >Kita lihat kembali pernyataan di atas.
>> >Alasan: Megawati diperkirakan disetir orang sekelilingnya.
>> >Akibat: Kapabilitasnya dipertanyakan.
>> >Bukti: Yang milih hanya 30% (irwan: koreksi pak, sekitar 35%)
>> >Coba kita lihat antara alasan vs akibat vs bukti, ini khan bikin
>> >sakit perut aja bacanya saking lucunya.
>> >
>> >Coba kita lihat calon lainnya.
>> >Amien Rais? Yang milih kurang dari 10%. Busyet dah, karena
>> >yg milih kurang dari 10%, kalau kita ngikutin cara berpikirnya
>> >AM Fatwa maka bisa diartikan kapabilitasnya Amien Rais
>> >untuk menjabat presiden jauh lebih rendah dari Megawati.
>> >Juga bisa diartikan Amien Rais  sangat disetir oleh orang
>> >sekelilingnya dong?.....:)
>> >Nyetir Pak Amien nih ye? hehehe.....
>> >
>> >
>> >Habibie? Yang milih sekitar 20% saja. Karena yg dukung
>> >hanya 20% saja maka kapabilitasnya untuk jadi presiden
>> >lebih rendah dari Megawati. Selain itu dukungan yg
>> >rendah tersebut bukti nyata akibat dari terlalu disetirnya
>> >Habibie oleh orang sekitarnya.
>> >
>> >Hahahaha....apa ngga edan tuh logika yg diajukan oleh AM Fatwa?
>> >Sayang sekali, koq tokoh seperti AM Fatwa sampai ngeluarin pernyataan
>> >yg sangat memalukan dan seperti tidak berpendidikan begitu
>> >ya? Apa jangan2 AM Fatwa secara ngga sadar atau sadar udah
>> >disetir sama orang tertentu? Who knows.....:(
>> >
>> >Ngomong2, elit politik di Indonesia itu pada tahu ngga ya kalau
>> >Clinton (dan juga presiden dan capres2 AS sebelumnya)
>> >dikelilingi oleh orang2 hebat dan punya tim yg kompak.
>> >Clinton ngga berjuang sendirian, ngga merasa paling hebat sehingga
>> >ngga perlu bantuan orang lain, ngga perlu ada tim penasehat.
>> >Seorang pemimpin yg hebat adalah seorang yg mampu memanfaatkan
>> >potensi yg ada disekelilingnya untuk mencapai hasil yg optimum.
>> >Saya lihat Megawati memiliki hal tersebut.
>> >
>> >Kembali soal logika pernyataan AM Fatwa. Kalau kita ikutin, maka
>> >tidak seorang pun yg akan menjabat presiden periode mendatang....:)
>> >
>> >Ngomong2 apa perlu saya cari lagi link yg memuat perolehan suara
>> >kandidat2 presiden AS dimana yg terpilih menjadi presiden beberapa
>> >diantaranya mendapat dukungan "hanya" 35%?
>> >
>> >Ya, susah juga memang menghadapi orang2 bertipe loser tersebut yg
>> >sering cari2 celah dan segala macam alasan untuk merebut sesuatu
>> >dari pihak yg sebenarnya berhak akan hal tersebut.
>> >
>> >Tapi saya masih punya keyakinan, suatu saat nanti orang2
>> >seperti Amien Rais, AM Fatwa, akan menyadari kekeliruannya
>> >selama ini karena mencoba membawa sebagian masyarakat
>> >untuk tidak menghargai demokrasi dengan cara menolak
>> >konsekuensi dari demokrasi. Salut untuk PKB yg secara
>> >konsisten tetap teguh pada reformasi dan menjunjung tinggi
>> >demokrasi dengan cara menerima konsekuensi dari
>> >demokrasi itu sendiri demi kepentingan bangsa dalam
>> >jangka panjang.
>> >
>> >jabat erat,
>> >Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke